Indonesia Berkelanjutan: Bisa?

Tentu bisa. Bagaimana kita bisa yakin bahwa Indonesia bisa berkelanjutan? Pasti. Karena keberkelanjutannya Indonesia ada di tangan kita. Rakyat yang berkomitmen untuk merawat persatuan, kemajuan, dan keadilan menjamin Indonesia akan terus berkelanjutan sampai masa depan. Semoga.

Lima Kriteria Untuk Barang/Kemasan Berkelanjutan – Rahyang Nusantara

Orang-orang bisa saja ragu dengan masa depan Indonesia. Pandemi covid telah meruntuhkan pertumbuhan ekonomi negeri ini. Pun juga mengancam kesehatan dan nyawa banyak jiwa. Jumlah orang miskin melonjak. Ketimpangan makin nyata. Ditambah lagi kasus korupsi negeri ini makin ngeri. Sementara KPK, lembaga anti korupsi, sibuk dengan kasus TWK yang kontroversial itu.

Belum lagi dunia pendidikan. Sekolah kita sudah libur lebih dari satu tahun. Betapa besar kerugian kita?

Bagaimana pun kita tetap bisa optimis. Kita akan berhasil melewati pandemi dengan baik. Kita akan mengatasi beragam kesulitan dalam negeri dengan seluruh kemampuan yang kita punya.

Solusi ada di Tangan Kita

Memang benar solusi ada di tangan kita, ada di tangan manusia. Terasa begitu mudah bila solusi ada di tangan kita. Nyatanya tidak semudah itu. Karena ada banyak tangan di Indonesia. Ada jutaan kepala di Indonesia. Ada tumpang tindih kepentingan dari banyak pihak.

Kita memerlukan suatu gambaran besar solusi yang utuh dan representatif. Kemudian masing-masing dari kita fokus kepada masing-masing peran untuk memberi kontribusi. Berikut ini, kita akan mendiskusi 6 transformasi yang bisa kita pertimbangkan untuk membangun Indonesia yang berkelanjutan.

Kesetaraan Pendidikan dan Gender

Transformasi pendidikan menjadi yang berkualitas dan bisa diakses oleh seluruh penduduk, merata, di seluruh penjuru. Menjamin kesetaraan semua umat manusia baik yang berbeda jender, suku, agama, ekonomi, atau apa pun.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan saya mengembangkan metode belajar matematika yang asyik dan terbukti berhasil meningkatkan kualitas pendidikan matematika. Baik untuk siswa mau pun guru dapat memanfaatkan metode matematika apiq yang kreatif ini. Barangkali Mas Nadiem berminat menerapkan metode dan sistem pendidikan APIQ secara nasional, silakan saja, saya siap mendukung.

Sedangkan untuk menjangkau pendidikan berkualitas sampai pelosok saya menyiapkan tool dan sistem yang bisa diterapkan sampai pelosok negeri. Tentu perlu proses, waktu dan energi, untuk menerapkannya. Dan tetap terbuka dengan ide-ide improvement.

Makin banyak orang yang berjuang memajukan pendidikan dan kesetaraan di negeri ini maka makin besar peluang kita untuk membangun Indonesia berkelanjutan.

Kesehatan dan Demografi

Kita beruntung mendapat bonus demografi sampai beberapa puluh tahun ke depan. Jumlah usia produktif jauh lebih besar dari usia tidak produktif. Dua kali lebih besar atau lebih. Sehingga, ketika usia produktif ini benar-benar memproduksi jasa dan barang yang bernilai maka Indonesia segera maju dengan pesat.

Sayangnya, bonus demografi ini belum sempat kita optimalkan, kita sudah berhadapan dengan pandemi. Sehingga pengangguran melonjak. Orang-orang yang bekerja kehilangan pekerjaan. Anak-anak muda yang mencari pekerjaan makin sulit mendapatkan kerja. Pengangguran, dan kemiskinan, yang melonjak membahayakan bagi keberlanjutan Indonesia.

Maka kita perlu strategi khusus untuk benar-benar memanfaatkan bonus demografi ini. Saya sendiri berusaha menciptakan lapangan kerja dengan menciptakan instruktur profesional dalam bidang matematika kreatif. Dan saya membimbing banyak orang untuk menjadi youtuber edukasi, youtuber dengan konten positif. Dan tentu saja, kita perlu strategi yang lebih besar dengan hasil yang lebih besar. Bonus demografi semoga benar-benar menjadi bonus kemanusiaan.

Kesehatan benar-benar penting. Lebih-lebih di masa pandemi ini. Kita mengalami defisit anggaran menembus angaka 1000 trilyun di masa pandemi ini. Bukankah itu ngeri? Kita benar-benar perlu solusi. Seandainya pandemi covid-19 bisa diatasi, apakah kita sudah bersiap-siap potensi munculnya covid-21 atau covid-25?

Energi Tanpa Karbon dan Industri

Polusi udara oleh pabrik dan kendaraan bermotor mengancam alam Indonesia. Ditambah lagi kebakaran hutan. Membalik fungsi hutan sebagai paru-paru bumi menjadi perusak sistem pernafasan bumi. Bukan alam yang salah. Tetapi perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan alam. Karbon dioksida yang ramah lingkungan, karena terlalu banyak, malah merusak lingkungan.

Mobil listrik saat ini sedang keren. Ditambah mobil listrik tidak mengeluarkan karbon dioksida. Maka banyak yang menganggap mobil listrik ramah lingkungan, benarkah? Tidak juga. Mobil listrik hanya memindahkan karbon dioksida. Yang semula menyembur dari knalpot, pada mobil bahan bakar biasa, menjadi menyembur di pembangkit listrik. Digunakan untuk mengisi batere mobil listrik.

Alternatifnya, kita perlu mengembangkan sumber energi yang ramah lingkungan misal energi matahari dan angin. Barangkali membajak sawah bisa memanfaatkan tenaga sapi seperti masa kakek-kakek kita? Saat ini banyak petani memanfaatkan mesin diesel yang tentu menambah karbon dioksida. Namun lebih banyak lagi karbon dioksida dari industri dan kendaraan di pusat kota. Kita memerlukan solusi komprehensif mengembangkan sumber energi yang terbebas dari karbon.

Makanan, Air, dan Laut Berkelanjutan

60% produk makanan (dan minuman) kemasan yang beredar di Indonesia adalah tidak sehat. Demikian berita tentang pabrik makanan yang berkelas internasional.

Indonesia memiliki tanah yang subur super luas. Maka kita punya potensi besar untuk kembali memproduksi makanan dan minuman sehat dari bumi ini. Kita punya IPB, Institut Pertanian Bogor, sebuah universitas yang fokus mengembangkan pertanian. Tiba saatnya, sekarang ini, penduduk Indonesia untuk meninggalkan makanan kemasan yang tidak sehat dan kembali ke makanan sehat asli negeri ini.

Belum lagi bila kita ingat sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman begitu mengerikan. Beberapa tahun lalu, Bu Menteri Susi pernah menunjukkan bergunung-gunung sampah sedotan plastik di pantai dekat Jakarta. Sudah tidak sehat, makanan kemasan itu, juga merusak lingkungan. Ekosistem air dan tanah, juga laut, menjadi tercemar.

Beda dengan makanan sehat asli hasil bumi. Makanan hasil bumi menjadikan tubuh sehat. Dan sampahnya adalah sampah organik yang menjadi pupuk bagi bumi. Di saat yang sama, pohon, yang menghasilkan makanan sehat, juga menjaga air dalam tanah tetap seimbang.

Kita butuh program besar-besaran, strategi dan perencanaan matang, untuk kembali hidup sehat dengan produksi dan konsumi makanan sehat. Serta menjaga bumi, air, dan laut kita. Kita perlu menjaga Indonesia yang berkelanjutan.

Kota, Komunitas, dan Politik

Setiap wilayah tampak ber-evolusi menuju kota. Desa, lambat laun, berubah menjadi kota. Penduduk desa berbondong-bondong urbanisasi pindah ke kota. Dinamika kota merupakan dinamika yang wajar. Bahkan bisa jadi dinamika itu menunjukkan tanda kemajuan peradaban.

Masalah muncul ketika keseimbangan kota tidak lagi terjaga.

Kehidupan perlu berkembang lebih beradab dengan menjadi kota. Di saat yag sama perlu mempertahankan kehidupan yang arif nan bijak warisan leluhur kita dari desa. Hidup bersama membentuk komunitas saling memberi dan menerima. Konsekuensinya, pentingnya berkembang sistem politik yang bermartabat.

Sistem politik, yang awalnya adalah sarana bagi manusia hidup bersama selangkah seirama, dibelokkan demi kepentingan politik segelintir oknum. Politik menjadi alat untuk menindas manusia, untuk menumpuk kekayaan, dan untuk beragam keburukan besar. Kita perlu membangun kembali sistem politik yang sehat demi Indonesia yang berkelanjutan.

Revolusi Digital

Bertransformasi dengan memanfaatkan revolusi digital adalah kepastian di jaman milenial. Pandemi menyadarkan kita dengan terang-benderang. Sekolah tutup. Bisnis bangkrut. Dunia digital justru melejit sukses dengan adanya pandemi covid-19. Muncul milyuner-milyuner baru dari dunia digital.

Kita tahu bahwa revolusi digital membawa kebaikan dan keburukan. Maka kita perlu menjaga agar revolusi digital membawa manfaat besar bagi kemanusiaan berkelanjutan. Sementara, resiko revolusi digital bisa kita cegah atau, setidaknya, bisa kita minimalkan. Strategi dan perencanaan yang matang kita butuhkan sepenuhnya.

Tujuan Berkelanjutan

Para pemimpin di belahan dunia, tentu saja, telah menyadari pentingnya peradaban kemanusiaan yang berkelanjutan. Mereka telah meyusun 17 goal yang dikenal dengan SDG: Sustainable Development Goals. Kita terbantu mendapat panduan arah yang jelas dengan SDG ini. Bahkan SDG sudah melengkapi dengan beragam indikator. Sehingga kita bisa mengukur pencapaian SDG negara kita. Lalu membandingkan kemajuan tahun demi tahun. Dan kita juga bisa belajar dari keberhasilan negara-negara lain.

SDG paling utama, ke-1, adalah menghapus kemiskinan atau no poverty. Sampai SDG ke-17 adalah kemitraan, partnership, untuk mencapai beragam goal.

Indonesia berada pada urutan ke 101 dari 166 negara di dunia. Dari 17 SDG tidak satu pun berwarna hijau. Artinya tidak ada satu pun SDG yang berhasil dicapai oleh Indonesia. Perlu perjuangan lebih serius.

3 Kuning : masih ada tantangan (pendidikan, produksi konsumsi, iklim)
7 Jingga : masih ada tantangan penting (kemiskinan, jender, ekonomi, kota komunitas, bawah air, keadilan)
7 Merah : masih ada tantangan besar (kelaparan, kesehatan, air sanitasi, industri inovasi, ketimpangan, bumi, partnership)

Potret Indonesia seperti di atas tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh warga Indonesia. Lebih-lebih, masalah ini menjadi tugas berat bagi para pemimpin Indonesia yang peduli dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: