Cinta Pertama

Cinta pertama begitu mempesona. Cinta pertama memberi bahagia kepada kita semua. Cinta adalah yang paling utama dan pertama. Kita datang dari cinta dan pulang kembali kepada cinta. Menelusuri jalan cinta.

Jalan Cinta Masa Depan - Foto gratis di Pixabay

Setiap menghela nafas adalah nafas cinta. Setiap mata memandang adalah pandangan cinta. Setiap hati berbisik adalah bisikan cinta.

Ketika cinta begitu mempesona, mengapa banyak orang melupakannya?

1. Pertama dan Utama
2. Filosofi Cinta Mendua
3. Tanpa Cinta untuk Apa

Cinta tidak pernah sirna. Cinta tak pernah musnah. Cinta tak akan retak. Tapi, cinta bisa meredup, bisa melemah, dan bisa salah arah. Pada tulisan ini, kita akan membahas cinta secara filosofi, dengan harapan, bisa lebih mencerahkan cinta di setiap detik hidup kita.

1. Pertama dan Utama

Pertama, kita hadir di dunia karena cinta kedua orang tua kita. Ayah cinta kepada ibu. Ibu cinta kepada ayah. Hadirlah buah cinta mereka yaitu diri kita. Ayah-ibu penuh cinta menyambut hadirnya si kecil kita. Kita, sejak lahir itu, juga cinta kepada ayah-ibu. Segalanya, hanya ada cinta.

2. Filosofi Cinta Mendua

Cinta tidak bisa dibagi dua. Cinta hanya bisa berlipat menjadi dua. Dengan adanya dua cinta ini maka kita menemukan tak terhingga banyaknya cinta. Perhatikan ketika ada dua lambang bilangan 0 dan 1, misalnya, maka kita bisa menyusun banyak bilangan hanya dengan angka 0 dan 1 itu. Teknologi digital adalah teknologi yang hanya menggunakan angka 0 dan 1.

Demikian juga dengan filosofi cinta, berlipat menjadi dua: falsafah dan hikmah. Falsafah memberi cinta sayap rasional penuh ketelitian. Sedangkan, hikmah memberi cinta sayap spiritual penuh keluasan. Kombinasi falsafah dan hikmah melahirkan lebih banyak filosofi cinta tak terbatas.

3. Tanpa Cinta untuk Apa

Hanya cinta yang memberi makna. Bahkan, di surga, juga berlimpah cinta. Atau, cinta mencipta dunia menjadi surga. Tanpa ada cinta, untuk apa semua yang ada?

Pada bagian akhir tulisan ini, saya akan merumuskan filsafat dari yang abstrak sampai yang kongkrit dengan meminjam konsep 3P: Perempuan, Parfum, Pengeran.

Ibnu Arabi (1165 – 1240) mengakhiri karya filsafat terbaiknya, The Bezel of Wisdom, dengan konsep metafisika cinta yang jelas. Berfilsafat adalah jatuh cinta. Hidup yang penuh cinta adalah hidup dalam hikmah filsafat. Filsafat adalah jatuh cinta kepada perempuan, parfum, dan Pengeran.

3.1 Perempuan

Ingatkah ketika Anda jatuh cinta? Hidup terasa berbunga-bunga. Hanya ada bahagia. Hanya ada cinta.

Filsafat adalah jatuh cinta kepada perempuan Anda. Filsafat adalah mencintai istri Anda sepenuh hati. Bukan hanya jatuh cinta pada pandangan pertama waktu itu, tetapi, jatuh cinta dalam abadi. Filsafat adalah hidup, dari cinta menuju cinta, bersama cinta.

Istri Anda adalah perempuan. Ibu Anda adalah perempuan. Barangkali, anak Anda juga perempuan. Filsafat mengajak Anda mencintai mereka. Di saat yang sama, mereka mencintai Anda. Cantiknya perempuan adalah simbol cantiknya semesta. Mencintai perempuan adalah mencintai semesta. Memberikan yang terbaik untuk semesta. Dan, menerima yang terbaik dari semesta.

Apa pun mazhab filsafat yang Anda pegang, harus mengajak Anda mencintai, dan dicintai, perempuan. Jika tidak, barangkali, Anda perlu melakukan kritik tajam terhadap filsafat Anda atau silakan berganti madzhab filsafat.

Perempuan bisa bermakna pasangan. Jika Anda seorang istri, maka filsafat mengajak Anda untuk jatuh cinta kepada suami abadi. Filsafat adalah cinta suci yang abadi. Filsafat ada di sini.

3.2 Parfum

Harum semerbak mewangi. Tak terlihat. Tak tersentuh. Tak terduga. Parfum menebarkan aroma wangi ke alam sekitar.

Filsafat, barangkali, tak terlihat, tak tersentuh, dan tak terpikirkan. Tetapi, aroma harum filsafat harus semerbak memenuhi semesta. Jika Anda mengkaji filsafat tapi tidak menebarkan aroma wangi maka Anda perlu kritik filsafat yang tajam. Atau, Anda bisa mempertimbangkan pindah madzhab filsafat. Karena, filsafat sejati senantiasa menebarkan aroma wangi.

Filsafat mengarahkan sains untuk terus tumbuh berkembang. Filsafat mengarahkan teknologi menyuburkan bumi. Filsafat mengarahkan ekonomi lebih manusiawi. Filsafat bersahabat dengan agama. Filsafat berteman dengan logika. Filsafat menebarkan aroma cinta bagi seluruh semesta.

Parfum adalah benda padat atau cair yang kasat mata. Aroma wanginya menyeruak tanpa terlihat mata. Filsafat mengkaji segala sesuatu yang ada di depan mata. Di saat yang sama, filsafat terbang tinggi melebihi penglihatan dua bola mata.

3.3 Pengeran

Dalam bahasa Jawa, Pengeran bermakna sebagai Tuhan. Filsafat mengajak kita jatuh cinta kepada perempuan, parfum, dan yang sangat pentig, kepada Pengeran, Tuhan.

Pengeran, adalah Sang Maha Cinta, yang bermanifestasi di seluruh penjuru semesta. Perempuan adalah manifestasi cinta. Parfum adalah manifestasi cinta. Pengeran adalah Maha Cinta.

Bagaimana dengan orang ateis yang tidak percaya Tuhan? Misal, Richard Dawkins tidak percaya Tuhan. Dia lebih percaya kepada probabilitas. Maka, tugas dia untuk merumuskan probabilitas agar layak, dia, jatuh cinta padanya.

Jika filsafat tidak mengantar Anda jatuh cinta kepada Pengeran maka Anda boleh melakukan kritik tajam terhadap filsafat. Atau, seperti sebelumnya, Anda bisa pindah ke filsafat madzhab cinta.

Filsafat mengantar kita jatuh cinta kepada Pengeran. Sejatinya, Pengeran senantiasa mencintai kita. Pengeran mencintai alam raya. Kita, selamanya, ada dalam naungan cinta Sang Maha Cinta.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: