POWER: Bicara Efektif

Saya mendapat silver play button dari Youtube Amerika, beberapa tahun lalu, sebagai tanda canel youtube saya sudah meraih 100 ribu subscriber lebih. Ketika anak-anak muda berebut menjadi youtuber terkenal, di saat yang sama, saya menerapkan jurus “trik 7 detik” sebagai youtuber. Beberapa waktu kemudian, saya mendapat silver button dari youtube untuk canel yang kedua. Lengkap, saat ini, saya mendapat dua silver play button youtube. Dengan total subscriber lebih dari 700 ribu orang.

Bagaimana caranya untuk sukses di youtube? Kunci paling penting adalah “POWER: Bicara Efektif.”

POWER adalah Punch, Oneness, Window, Ear, Retention. Dengan fokus hanya ke POWER, kita menjadi mudah untuk berbicara efektif. Tentu saja, kita bisa memanfaatkan POWER secara luas: untuk mengajar, berbicara di seminar, atau untuk konsultasi.

1. Punch

Awali pembicaraan Anda dengan punch, sesuatu yang paling menarik, sesuatu yang paling mengagetkan pendengar. Waktu 8 sampai 32 detik pertama, pendengar sedang memperhatikan Anda sebagai pembicara. Begitu Anda memulai dengan punch, sesuatu yang menarik, maka pendengar akan sepenuhnya memberi perhatian kepada Anda.

Sebaliknya, jika dalam 30 detik pertama tidak ada suatu pembicaraan yang menarik, maka, pendengar akan pesimis atau malas untuk mendengarkan. Tidak mudah bagi pembicara untuk menarik perhatian setelah terjadi kebosanan beberapa menit. Langkah lebih efektif adalah berikan punch, sejak awal, untuk menarik perhatian pendengar. Kemudian kita bisa melakukan beragam improvisasi di waktu selanjutnya.

Contoh punch adalah: pengalaman pribadi yang menarik, pengalaman membaca buku spesial, kutipan dari orang terkenal, kisah singkat, atau kadang humor ringan. Tentu saja, konten dari punch perlu punya hubungan relevan dengan tema pembicaran, baik secara langsung atau tidak.

2. Oneness

Kesatuan tema, atau oneness, menjadi penting agar pesan kita dipahami secara utuh. Oneness memberi pendengar panduan memahami alur pembicaraan kita secara bertahap. Selesai berbicara dengan kita, pendengar dengan mudah bisa mengingat tema utama pembicaraan kita melalui oneness. Meski, untuk data lebih detil, barangkali, kita perlu melihat data dan catatan.

Contoh onenes: jembatan keledai POWER, bagan, mind map, pembagian 3 babak, dan sebagainya.

3. Window

Beri kesempatan pendengar untuk memahami tema dengan membuka beragam jendela pemahaman: window. Barangkali inti pembicaraan kita sudah lengkap dengan oneness. Tetapi, pendengar perlu informasi lebih detil agar mampu memahami tema yang kita sampaikan. Window adalah beragam jendela pemahaman yang memudahkan bagi pendengar kita.

Beberapa window yang bisa kita manfaatkan: contoh nyata, studi kasus, ilustrasi, simulasi, cerita, humor, grafik, tabel, wawancara, dialog, praktikum, dan lain-lain.

Secara umum, window adalah yang menjadikan suatu pembicaraan lebih menarik dan mudah dipahami. Sementara, oneness mengikat erat seluruh tema pembicaraan menjadi satu kesatuan. Kita perlu menghabiskan waktu lebih banyak membahas window dan hanya sedikit untuk oneness.

4. Ear

Kita perlu sadar bahwa kita sedang berbicara kepada orang-orang bukan kepada mesin. Maka, kita perlu menggunakan bahasa yang mudah didengar oleh telinga pendegar: ear. Secara umum, gunakan bahasa sehari-hari. Dan, batasi penggunaan istilah-istilah kompleks yang membingungkan pendengar.

Cara mudah menggunakan bahasa sehari-hari, atau ear, adalah mengungkapkan ide dalam bentuk percakapan.

“Berapa diskon belanja online yang pernah kamu dapatkan?” tanya Ani.
“Diskon 100%,” jawab Budi.
“Gratis dong kalau begitu?”
“Benar. Aku beli bakso online 200 ribu rupiah diskon 100%, gratis. Lalu, baksonya aku bagi-bagi ke teman kos.”
“Lha, kamu kok tidak kasih aku baksonya?”
“Untuk kamu, tidak cukup bakso. Untuk kamu adalah hatiku 100%.”

5. Retention

Pesan kita perlu menempel di pikiran, dan ingatan, pendengar sampai dalam waktu yang lama: retention. Dengan demikian, kita berhasil memastikan pembicaraan kita berhasil sebagai efektif karena pesan diingat terus dalam jangka panjang.

Beberapa cara retention bisa kita kembangkan. Saran saya adalah kombinasi oneness disusul dengan punch yang baru sebagai penutup. Oneness mengingatkan pendengar kesatuan tema terpenting. Dan punch versi baru memberi kesan akhir yang kuat bagi pendengar.

6. Bonus STIKER

Berikut adalah tips bonus yang akan menjadikan pembicaraan kita menarik dan menempel kuat di benak para pendengar bagai stiker: STIKER.

STIKER adalah: Sederhana, Tak terduga, Ilmu, Konkret, Emosi, Roman.

Sederhana

Pilih bahasa yang sederhana. Cara mudah memilih bahasa sederhana adalah dengan cara mengungkapkan ide dalam bahasa percakapan atau cerita.

Tak Terduga

Pastikan ada unsur tak terduga dalam ide anda. Jika semua ide Anda sesuai dugaan, maka, buat apa didengarkan? Siapkan beberapa kejutan yang membuat penasaran.

Ilmu

Kita mempercayai suatu pesan bila pesan tersebut dijamin benar. Hasil penelitan ilmiah, rujukan narasumber, atau analisis keilmuan memberi kekuatan kepada setiap orang untuk percaya.

Emosi

Libatkan emosi, atau suatu perasaan, dalam pesan Anda. Maka, pesan menjadi lebih hidup dan mudah melekat erat ke pikiran dan hati.

Roman

Siapa yang tidak suka kisah roman? Semua orang suka terhadap kisah-kisah inspiratif. Bumbui, atau rangkailah, ide-ide Anda dalam bentuk kisah. Tentu saja, kisah cinta adalah abadi.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: