Krisis Sains Metafisika

Sains, pada analisis akhir, adalah narasi. Tetapi, sains meng-klaim dirinya adalah meta-narasi. Sebuah narasi yang paling kuat di antara narasi-narasi lainnya. Sehingga, sains dianggap sebagai penentu akhir nilai kebenaran. Lyotard (1924 – 1998) menolak meta-narasi: runtuhkan meta-narasi! Hanya ada narasi-narasi kecil.

Di sisi lain, Feynman (1918 – 1988) menyatakan bahwa filsafat tidak penting, metafisika tidak penting. “Kebutuhan sains kepada filsafat seperti kebutuhan seekor burung terhadap ilmu perburungan.” Lebih jauh, Hawking (1942 – 2018) menyatakan, “Filsafat sudah mati.”

Memang ada masalah besar antara sains dengan filsafat metafisika. Ada krisis antara sains dengan metafisika. Selamanya, akan selalu ada masalah, sejauh, manusia terus berpikir. Bagaimana solusi dari masalah-masalah itu?

1. Sains Obyektif
2. Narasi Sains
3. Metafora Metafisika
4. Nothing
5. Question of Being
6. Analisis Akhir

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: