Pintu 3: Logika Masa

Masa depan, future, adalah yang paling utama. Future memberi makna terhadap masa kini dan masa lalu. Karena future adalah bebas, maka, Anda bebas untuk memilih hidup Anda bahagia. Pilihan hidup Anda untuk masa depan, future, akan memberi makna kepada masa lalu, past. Kemudian, arahan future dan bekal past, mendorong Anda untuk memodifikasi masa kini menuju masa depan. Bahagia adalah hak kita. Sukses adalah hak kita. Masa depan bahagia adalah anugerah untuk kita semua.

Yang menarik, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, saya tidak menemukan pembagian masa menjadi menjadi past (masa-lalu), present (masa-kini), dan future (masa-depan). Bahasa kita, juga, tidak mengenal tenses (pembedaan waktu). Barangkali, leluhur kita memandang masa sebagai satu kesatuan. Saya menyebutnya sebagai bentangan waktu: future-past-present. Sehingga, ketika saya menyebut future (masa-depan), maka, bisa berarti kesatuan bentangan waktu. Konteks penggunaan kata akan menjadikannya lebih jelas.

Kita penting, bahkan sangat penting, untuk membahas logika masa. Karena berdampak ganda: teoritis dan praktis. Secara teoritis, filosofis, logika masa adalah yang membentuk semua logika berpikir manusia. Secara praktis, logika masa menentukan konsep dan penerapan manajemen waktu.

1. Masa Membentuk Logika
2. Manajemen Waktu Kerja
3. Kuadran Waktu
4. Pronam Waktu
5. Waktu adalah Segala

Dalam logika umum, logika klasik, seakan-akan logika terpisah oleh waktu. Sehingga, nilai kebenaran logika tampak tidak lekang oleh waktu. Misal, pernyataan matematika (M): 12 + 1 = 13, dianggap, selalu benar kapan pun dan di mana pun. Pembahasan logika masa, kali ini, akan menunjukkan peran kuat dari waktu, aspek temporal, termasuk dalam pernyataan matematika (M).

Manajemen kerja atau manajemen waktu? Umumnya, orang mengira bahwa waktu mengalir dengan konsisten. Sehingga, tidak perlu manajemen waktu. Mereka mengira yang lebih tepat adalah manajemen kerja. Tujuannya, agar semua perkerjaan bisa dikerjakan dengan baik. Sayangnya, sering terjadi, bukan seseorang mengerjakan perkerjaan, tetapi, seseorang dikerjai oleh pekerjaan. Manusia menjadi hanya bagian kecil dari suatu pekerjaan besar. Manusia menjadi sekedar sebuah komponen. Bagaimana solusinya?

Kuadran waktu. Barangkali Anda sudah mengenal 4 kuadran waktu. Kriteria kepentingan (penting dan tidak penting) dipasangkan dengan kriteria urgensi (mendesak dan tidak mendesak) sehingga terbentuk kuadran. Umumnya, bagian kuadran tidak penting menjadi benar-benar tidak penting. Sehingga, mana lebih utama, antara penting-dan-mendesak dengan penting-dan-tidak-mendesak? Kuadran kedua adalah paling utama. Bagaimana bisa begitu?

Pronam waktu. Kita bisa membagi wilayah kerja menjadi 6 pronam. Tiga karakter future (posibilitas, freedom, dan komitmen) dipasangkan dengan derajat kepekaan (peka atau tidak peka) maka menghasilkan 6 macam pronam. Sejatinya, kita bisa menghasilkan wilayah kerja lebih banyak lagi karena derajat kepekaan bisa dibagi lebih banyak lagi. Bila kuadran bermakna per-empat-an, maka, pronam bermakna per-enam-an.

Waktu adalah segalanya. Jangan pernah mencela waktu karena waktu adalah Tuhan. Ungkapan orang bijak di atas sering ditambahkan menjadi “waktu adalah ciptaan Tuhan.” Bagaimana pun, kita menjadi sadar bahwa waktu adalah tema yang harus kita bahas dengan tuntas – andai bisa tuntas. Konsep waktu sebagai ukuran gerak matahari, atau gerak eksistensial, perlu kita bahas. Alternatifnya, kita bisa memahami waktu sebagai yang “menggerakkan” matahari. Waktu memberi waktu kepada matahari untuk bergerak. Sehingga, matahari memiliki waktu untuk eksis. Matahari bersedia menerima pemberian waktu, sehingga, waktu terdeteksi melalui gerak matahari. Waktu menjadi eksis. Jadi apa itu waktu sejati?

1. Masa Membentuk Logika
2. Manajemen Waktu Kerja
3. Kuadran Waktu
4. Pronam Waktu
5. Waktu adalah Segala

Iklan

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: