AI (Artificial Intelligence) Mengguncang Peradaban

Kemampauan AI mengguncang peradaban memang berbeda dengan teknologi-teknologi sebelumnya. Kekuatan AI ini memadukan kekuatan media sosial, teknologi digital, hasrat kompetisi, dan lain-lain. Sehingga dunia menjadi jauh berbeda. Mengapa bisa seperti itu?

Menganggap teknologi sebagai alat,
Adalah anggapan lemah.

Menilai teknologi sebagai netral,
Adalah penilaian lemah.

Meyakini teknologi sebagai berguna,
Adalah keyakinan lemah.

Teknologi lebih dari alat, ia pembentuk pikiran.
Teknologi lebih dari netral, ia metafisika perkasa.
Teknologi lebih dari berguna, ia pemusnah alam raya.

1. Enigma AI Mengguncang Peradaban
2. Metamorfosa AI
3. Filsafat Teknologi
4. Diskusi
5. Ringkasan

Sangat mudah bagi kita menilai teknologi AI sebagai alat yang netral. Tetapi teknologi AI jauh lebih besar dari sekadar alat yang netral. Meski orang bisa mempromosikan AI sebagai berguna, kita tahu risikonya bisa lebih berbahaya.

Jika Anda tidak kagum dengan kehebatan AI maka Anda belum memahaminya. Jika Anda tidak takut dengan kekuatan AI, Anda lebih belum paham lagi.

1. Enigma AI Mengguncang Peradaban

Tiga enigma besar dari AI (artificial intelligence – akal imitasi) adalah: performa super, sentralisasi ekstrem, dan determinasi futuristik.

Performa AI akan melebihi semua performa (kinerja, hasil) teknologi lain. Bahkan, performa AI melebihi manausia. Performa AI menjadi hebat bukan dengan membuang teknologi lain tetapi dengan AI mampu memanipulasi teknologi lain termasuk memanipulasi manusia.

Tentu saja performa kalkulator lebih hebat dari manusia untuk menghitung cepat perkalian ribuan atau jutaan misalnya. Performa kalkulator terbatas hanya itu. Sementara AI bisa sedikit berhitung kemudian memanfaatkan kalkulator dan mengemasnya untuk menggoda manusia. Kemasan oleh AI ini menjadi pesona tiada tara.

Sentralisasi ekstrem terjadi ketika AI menerapkan LLM seperti Chatgpt, Claude, Gemini, dan lain-lain.


2. Metamorfosa AI

Teknologi selalu berubah seiring waktu. AI juga berubah. Mengapa perubahan AI bisa mengguncang peradaban berbeda dengan teknologi lain?

AI merupakan hasil metamorfosa panjang dari teknologi. Awalnya, teknologi untuk mendukung kehidupan praktis dan pemujaan kepada Tuhan atau para dewa ( Candi Borobudur dan Piramida Mesir). Kemudian berkembang teknologi untuk memahami alam semesta bersama matematika misal lensa yang dikembangkan Al Haytham (Alhazen).

Memasuki era modern, teknologi berkembang menjadi mesin produksi dan eksploitasi. Ketika teknologi AI berkembang, pada abad 21, teknologi telah bermetamorfosa bersifat artifical dan kapitalis.

Pertanyaan masih ada: mengapa metaformosa AI itu bisa mengguncang dunia?

Karena manusia mampu berbicara dengan AI memakai bahasa alami manusia setelah metamorfosa. Sehingga teknologi AI menjadi teman manusia mengembangkan peradaban dunia; yang tentu saja mengguncang peradaban dalam arti negatif mau pun positif.

3. Filsafat Teknologi

Kita membutuhkan filsafat teknologi. Lebih dari teori teknologi. Lebih dari konsep teknologi. Filsafat teknologi membahas: histori teknologi, esensi teknologi, fenomenologi, eksistensi teknologi, dan aksiologi teknologi.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?


5. Ringkasan

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar