Puncak Prestasi: Daya Tembus dan Daya Tolak

Keduanya sama penting untuk mencapai puncak prestasi Anda: daya tembus dan daya tolak. Dalam perjalanan hidup Anda, tampak, daya tembus terhadap semua penghalang adalah penentu sukses. Anda mampu menembus universitas idaman; Anda mampu menembus persaingan dunia kerja, persaingan CPNS, atau persaingan politik untuk menjadi pejabat. Tetapi daya tolak lebih penting di tahap awal dan tahap …

AI (Artificial Intelligence) Mengguncang Peradaban

Kemampauan AI mengguncang peradaban memang berbeda dengan teknologi-teknologi sebelumnya. Kekuatan AI ini memadukan kekuatan media sosial, teknologi digital, hasrat kompetisi, dan lain-lain. Sehingga dunia menjadi jauh berbeda. Mengapa bisa seperti itu? Menganggap teknologi sebagai alat,Adalah anggapan lemah. Menilai teknologi sebagai netral,Adalah penilaian lemah. Meyakini teknologi sebagai berguna,Adalah keyakinan lemah. Teknologi lebih dari alat, ia pembentuk …

Epilog 5

Saatnya berlanjut ke epilog 5. 1. Filsafat Teknologi Usia Dini2. Teori Kambing Hitam: Korban Tak Berdosa 3. Logika Realitas: Memetik Buah Nyata4. Terobos Penghalang menuju Adil Makmur5. Jawara bagi Seluruh Rakyat6. Jebakan AI: Menggunakan Kata “Dapat”7. Filosofi Usia Dini8. Gerbang CH (Continuum Hypothesis)9. AI Mengguncang Peradaban10. Puncak Prestasi: Daya Tembus dan Daya Tolak 11. Teknologi …

Filsafat Teknologi Usia Dini

Anak-anak sudah akrab dengan teknologi sejak kanak-kanak. Mereka sudah main hp sejak dalam gendongan; mereka sudah terhubung dengan internet bahkan ketika belum pernah bertemu kakek atau neneknya. Karena itu, kita perlu mengenalkan filsafat teknologi sejak usia dini. Philosophy for Kids — Filsafat Teknologi (10 Pertanyaan) Mengacu pada tulisan “Makna Filsafat Teknologi” (pamanapiq.com) — mengangkat gagasan …

Teori Kambing Hitam: Korban Tak Berdosa

Kasihan nasib kambing hitam. Ia disalahkan, dituduh, lalu dikorbankan. Padahal kambing hitam itu tidak bersalah. Hanya saja, banyak orang menuduh kambing hitam sebagai salah. Kemudian orang-orang itu besekongkol menghukum kambing hitam. Orang yang salah adalah orang yang bersekongkol itu. Karena sudah ada kambing hitam yang jadi korban, orang yang bersekongkol itu merasa tidak lagi bersalah, …

Logika Realitas: Memetik Buah Nyata Logika Futuristik

AI menggoyahkan kemampuan logika masyarakat luas. Buat apa manusia berpikir bila semua masalah bisa dijawab oleh AI (akal imitasi – artificial intelligence) hanya dalam hitungan detik? Justru ketika AI mengguncang sistem logika maka kita membutuhkan solusi logika. Tetapi logika umum seperti masa lalu tidak lagi memadai. Kita membutuhkan logika realitas. Logika lama tidak cukup karena …

Terobos Penghalang Menuju Adil Makmur

Banyak penghalang yang menghadang warga untuk menuju adil makmur. Tulisan ini akan mengenali beragam penghalang (barrier) kemudian untuk menerobosnya; agar adil makmur. Ternyata kita harus ke jalanRobohkan setan yang berdiri mengangkangWo o ya o ya o ya bongkar Jokowi adalah anak orang miskin yang hidup di pinggiran sungai; ia berhasil menerobos penghalang sehingga kuliah di …

Jawara Bagi Seluruh Rakyat

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah puncaknya Pancasila. Kini kita sedang berjuang mewujudkan jawara bagi seluruh rakyat Indonesia. Apakah bisa setiap warga menjadi juara? Ketika Persib jadi juara Liga Indonesia maka semua yang lain tersisih. Agustus 2026 ini, Persebaya juara Piala Presiden maka semua yang lain tersisih; bahkan Persib ikut tersisih. Juara itu mengalahkan …

Jebakan AI: Menggunakan Kata “Dapat”

Kita perlu waspada dengan AI (artificial intelligence – akal imitasi). Performa AI memang menggoda bagai rayuan narkoba. Tetapi jebakan AI sangat lembut. Beberapa kali AI menggunakan kata “dapat”. Saya mengoreksinya agar menggunakan kata “selalu”. Berikut dialog saya dengan AI Chatgpt. Chatgpt menjelaskan: Saya (paman APiQ): Bukan “dapat” tetapi “selalu” berdampak etika. Saya (paman APiQ): Di …

Filosofi Usia Dini: Berfilsafat sejak Kanak-Kanak

Setiap anak adalah filsuf, pemikir, dan ilmuwan. Ia bertanya tentang apa itu langit, dari mana ia dilahirkan, mengapa ada dunia ini yang ditempati manusia, ke mana kakek nenek pergi setelah mati, dan sebagainya. Pertanyaan filosofi dari anak-anak ini benar-benar indah. Lalu mengapa kemudian, setelah dewasa, mereka takut dengan filsafat? Kita perlu kembali bersama anak-anak berpetualang …