Peka, Peduli, dan Mengabdi

Solusi untuk setiap masalah: peka, peduli, dan mengabdi. Peka bahwa ada masalah di sekitar kita. Bila seseorang menganggap tidak ada masalah maka memang seperti tidak ada masalah. Hanya karena ia tidak mampu melihat masalah yang bertumpuk itu. Ketika, kemudian, ia bisa melihat masalah kerena menjadi peka maka peka itu akan menyiksa dirinya. Wajar ada orang yang mengatakan, “Jangan katakan berita buruk ke Bapak karena ia bisa sakit; sampaikan saja berita yang baik-baik saja.”

Peka menjadi berguna ketika berlanjut dengan sikap peduli. Anda peduli dengan segala situasi. Memang peka mengenali masalah itu terasa sakit. Kemudian Anda peduli kepada situasi lingkungan dan kepada diri Anda sendiri. Pada tahap ini Anda sudah bertumbuh menjadi manusia yang lebih tinggi secara hakiki. Peduli ini menuntut Anda untuk mengembangkan beragam solusi.

1. Terlalu Sensitif
2. Peduli terhadap Banal
3. Mengabdi
4. Diskusi
5. Ringkasan

Solusi apa yang Anda pilih? Yang mereka pilih? Yang kita pilih?

Solusi terbaik adalah solusi untuk mengabdi. Tetapi banyak godaan di di perjalanan. Solusi yang lebih tampak mudah adalah solusi untuk menang. Hampir semua orang setuju dirinya perlu untuk menang. Kemenangan inklusif, terbuka untuk semua orang, adalah baik-baik saja. Sayangnya, banyak orang memahami menang sebagai menang dalam kompetisi; menjadi juara; sementara pihak lain kalah dalam kompetisi. Menang sebagai juara kompetisi sering berbahaya meski tidak selalu.

Untuk bisa memahami banyak hal yang tipis seperti itu kita memerlukan kemampuan untuk peka atau sensitif bahkan terlalu sensitif.

1. Terlalu Sensitif
2. Peduli terhadap Banal
3. Mengabdi
4. Diskusi
5. Ringkasan

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar