Jabatan Menteri itu Kecil, Apalagi Kursi Presiden

Benar begitu?

Jarang-jarang guru membahas politik. Sekali membahas politik, guru malah memberi pernyataan yang mengejutkan saya.

“Apa maksudnya itu guru?” tanya saya.
“Jabatan menteri itu memang urusan kecil,” jawab guru.
“Yang urusan besar apa guru?”

Yang urusan besar adalah mengabdi kepada tuhan dengan jalan berbuat baik kepada seluruh alam semesta – ikhlas hanya untuk Dia.

Maka bersihkan niatmu hanya untuk mempersembahkan yang terbaik kepadaNya. Pantang menyerah memberikan yang terbaik kepada seluruh manusia. Kuasai ilmu untuk membangun masyarakat. Berikan kontribusi unikmu untuk negeri.

Rela berkorban untuk kebaikan bersama.

Jabatan menteri tidak perlu diperebutkan. Itu hal kecil. Jika kamu tidak jadi menteri maka ada orang lain yang bisa jadi menteri. Bila kamu tidak jadi presiden maka ada orang lain yang siap antri untuk jadi presiden.

Tetapi jati dirimu adalah unik. Maka jadilah dirimu sendiri menjadi diri terbaik. Tidak ada orang lain yang bisa menjadi dirimu. Hanya kamu yang bisa menjadi dirimu. Jadilah dirimu yang terbaik di hadapan tuhan dan di hadapan nuranimu sendiri.

“Tetapi bagaimana bila seseorang terpilih jadi pejabat, guru?” tanya saya.

“Jabatan itu hal kecil tapi tanggung jawabnya sangat besar. Kamu perlu menemukan sendiri jawaban dari pertanyaanmu itu.”

Mengapa Karir Kedua Lebih Penting dari Karir Pertama Anda?

Menjadi yang kedua lebih penting dari yang pertama! Kok bisa?

Ini berlaku untuk karir. Anda lebih baik memiliki dua karir dari hanya satu karir dalam hidup Anda. Jelas karena dengan karir kedua maka Anda jadi memiliki dua karir tidak hanya satu karir – khususnya karir profesional di sini.

“Jangankan dua karir, satu pekerjaan saja saya tidak punya!” celetuk seorang pengangguran.

Karir berbeda dengan perkerjaan. Di sini letak masalahnya. Banyak orang mengira bahwa karir adalah memperoleh pekerjaan. Tapi lapangan kerja terbatas. Maka sebagian angkatan kerja menganggur. Akibatnya mereka tidak punya karir sama sekali.

Karir menunjukkan suatau perkembangan atau kemajuan kehidupan profesional Anda. Orang yang punya pekerjaan mungkin saja tidak punya karir karena pekerjaannya mandeg. Tapi orang yang punya karir maka ia pasti punya pekerjaan yang makin maju berkembang. Bahkan jika tidak ada pekerjaan, orang yang punya karir, justru bisa menciptakan pekerjaan baru.

Kabar baiknya, di jaman digital ini, kita lebih mudah untuk mendapatkan dua karir: karir dunia nyata dan karir dunia digital.

  1. Karir dunia nyata. Saya misalnya berkarir untuk menjadi guru matematika plus (lain-lain). Dari awal saya menyusun rencana untuk menjadi guru terbaik tingkat RT atau kampung. Karir selanjutnya adalah saya menciptakan beragam metode belajar matematika yang kreatif dengan balutan nama paman APIQ. Karir bertumbuh meluas lebih dari guru kelas kampung saja.
  2. Karir dunia digital. Karir kedua ini mudah tapi membutuhkan konsistensi. Saya tetap berkarir menjadi guru tetapi di dunia digital. Awalnya saya mengajar melalui tulisan-tulisan yang saya buat di blog gratisan. Internet makin berkembang maka saya menjadi guru matematika digital sebagai youtuber. Karir digital ini tampaknya terus makin berkembang, semoga.

    Bila saya mengajar di dunia nyata biasanya hanya bisa mengajar siswa puluhan orang saja dalam satu hari. Sedangkan melalui dunia digital saya bisa mengajar ratusan ribu siswa setiap harinya. Wow…dampak kemajuan teknologi.

Jadi, apa karir kedua Anda?

Apa Manfaat Matematika dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Tidak ada!

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu, “Apa guna matematika dalam kehidupan nyata?”

“Tidak ada,” saya jawab singkat,”kecuali Anda ingin jadi orang sukses luar biasa!”

Dari sudut yang lain, sebagai guru matematika saya juga dapat pertanyaan,” Bagaimana rumus matematika untuk memenangkan undian togel?”

Saya menjawab dengan mudah, “Wani piro?”

Ironis memang. Beberapa orang yang terlibat dengan dunia pendidikan meragukan apa manfaat matematika. Sementara beberapa orang yang jauh dari dunia pendidikan, pemain judi, justru yakin ada solusi matematika untuk memenangkan judi.

Saya beruntung karena bisa berhubungan dengan banyak orang melalui internet. Misal salah seorang mengirimi saya pertanyaan. Saya adalah seorang tukang. Mendapat pekerjaan membuat kuda-kuda bangunan dengan ukuran alas 12 meter dan tinggi 5 meter maka berapa meter yang harus saya siapkan untuk bagian sisi miringnya?

Tentu saja dengan matematika mudah sekali menghitung sisi miringnya adalah 13 meter.

Bila tukang tersebut membuat 1 kuda-kuda maka tidak masalah dia sedikit salah hitung. Tetapi bila dia dapat pesanan 100 kuda-kuda? Salah hitung bisa menyebabkan dia buntung. Tepat berhitung membuat dia jadi untung.

Masih banyak kiriman pertanyaan dari warga ke saya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan matematika.

Mari bangun jiwa raga dengan matematika.

Bagaimana menurut Anda?

Cara Kreatif Mendikbud Nadiem Meningkatkan Kualitas Guru

Kualitas guru paling penting untuk meningkatkan pendidikan Indonesia. Bisakah Mendikbud Nadiem meningkatkan kualitas guru? Berkaca dari masa-masa sebelumnya sudah dilakukan beragam program peningkatkan kualitas guru. Tapi kita tidak melihat ada peningkatan kualitas guru yang signifikan.

Cara sederhana adalah meningkatkan kualitas sejak rekrutmen awal guru. Hanya mereka yang berkualitas tinggi yang bisa lolos sebagai calon guru. Ideini bagus tetapi terdapat tantangan yang cukup besar. Apakah mereka yang bertalenta terbaik berminat memilih jadi guru? Mereka punya alternatif karir yang banyak, yang bahkan secara finasial barangkali lebih mengagumkan. Beruntunglah kita bila memiliki guru-guru berkualitas yang idealis, yang tetap memilih jadi guru meski mereka punya pilihan karir lebih cemerlang di tempat lain.

Berikut ini beberapa ide kreatif agar kita dapat meningkatkan kualistas guru.

  1. Menaikkan gaji merupakan cara mudah untuk meningkatkan kualitas guru. Tapi juga tidak terlalu mudah karena perlu tepat sasaran agar kenaikan kesejahteraan efektif.

    a) Menawarkan gaji tinggi kepada calon guru baru yang memiliki kualitas tinggi. Hal ini bisa menarik talenta-talenta terbaik sesuai ide mendikbud. Tetapi kualitas guru tidak bisa hanya dilihat dari catatan masa lalu. Maka perlu program berkelanjutan agar talenta terbaik menjadi pelopor kualitas guru.
    b) Memberikan insentif bagi guru yang berprestasi. Saat ini kita sudah punya program sertifikasi. Kita perlu lebih fokus bahwa insentif “gaji” ini mengarah pada peningkatan kualitas guru bukan pada bukti administrasi berupa punya sertifikat dan memenuhi beban administrasi.
    c) Menambah “gaji” bagi prestasi “un-structured”. Berbeda dengan sertifikasi yang cenderung terstruktur maka kita perlu mengapresiasi guru-guru yang berkualitas tinggi secara tidak terstruktur. Guru-guru dapat mengembangkan kreativitas mereka tanpa batas. Teknologi digital memudahkan kita untuk mengukur yang tidak terstruktur ini. Dan kabar baiknya mendikbud, yang bos gojek, sangat mahir dalam hal data “structured” dan “un-structured”.

  2. Beri pelatihan atau training yang tepat. Pelatihan sudah sejak dulu kala kita lakukan tetapi bagaimana hasilnya? Maka kita perlu merumuskan pelatihan yang efektif.

    a) Berikan pelatihan praktis ilmu-ilmu yang bisa diterapkan oleh para guru dalam proses belajar mengajar. Saya berpengalaman memberikan pelatihan guru-guru di penjuru negeri ini. Masalah utama pelatihan adalah konten pelatihan bersifat normatif tidak berdampak meningkatkan kualitas guru. Begitu saya berikan konten praktis maka guru-guru menjadi semangat untuk menerapkan di kelas.
    b) Pelatihan guru yang terus-menerus memotivasi memberikan pengabdian terbaik untuk generasi Indonesia. Perlu dijaga bahwa menjadi guru bukan untuk mengumpulkan kekayaan tetapi untuk mengabdi di saat yang sama mendapat penghidupan selayaknya.
    c) Pelatihan secara online digital yang menarik dan dapat diakses oleh guru kapan saja di mana saja.

  3. Memberikan teknologi digital pendidikan yang tepat sasaran. Saya sendiri membuat apk free myapiq. Beberapa guru memanfaatkan myapiq untuk belajar di kelas. Maka kualitas guru meningkat sesuai standar myapiq. Potensi teknologi digital untuk pendidikan sangat besar. Dan lagi kita beruntung mendikbud Nadiem sangat mahir dalam hal teknologi digital.

Bagaimana menurut Anda?

Mendikbud Nadiem Perlu (Tidak) Mengubah Kurikulum

Ganti menteri maka ganti kurikulum. Orang-orang sering berkelakar begitu. Apakah mendikbud Nadiem juga perlu mengubah kurikulum yang berlaku 2019 ini?

Bila kita meninjau kurikulum yang berlaku saat ini adalah dibuat pada tahun 2013. Baru 6 tahun yang lalu. Dari sisi waktu kurikulum baru berumur 6 tahun maka tidak perlu diubah, tidak perlu membuat kurikulum baru. Bahkan kurikulum 2013 juga sudah direvisi beberapa kali mengikuti perubahan jaman.

Namun bila kita mengamati kurikulum saat ini dari sisi konten maka kita menemukan banyak hal yang perlu pembaharuan. Tahun 2013 teknologi digital belum berkembang seperti saat ini. Barangkali kita perlu kurikulum yang mengajarkan “cerdas digital”. Siswa perlu mendapat pendampingan bagaimana menyikapi internet yang selalu ada di mana saja.

Melek data atau literasi data tentu harus menjadi perhatian setiap pendidik. Bagaimana para siswa bisa menjaga diri dari berita hoax? Bagaimana siswa tidak jadi korban hoax? Bagaimana agar siswa tidak menciptakan hoax? Dan lain-lain. Dari sisi positif siswa juga perlu mahir bagaimana menggunakan data dan media digital untuk belajar? Bagaimana siswa memanfaatkan internet untuk meraih prestasi? Bagaimana siswa memanfaatkan media digital untuk berbagi?

Kesimpulannya: perlukah mendikbud Nadiem mengubah kurikulum?

  1. Sebaiknya TIDAK mengubah kurikulum yang berlaku untuk menghindari kompleksitas yang tidak perlu. Sehingga mendikbud bisa lebih fokus memperbaiki pendidikan Indonesia.
  2. Karena kurikulum 2013 tidak mengakomodasi perkembangan digital yang begitu pesat di tahun 2019 maka kiranya cukup dilakukan revisi substansial. Rekomendasi saya adalah menyusun beberapa paket pilihan dari kurikulum 2013 sehingga sekolah dapat memilih paket yang paling sesuai dengan situasi sekolah dan sekitarnya. Paket paling penting adalah paket kurikulum dalam bentuk paling sederhana agar siswa masih punya waktu untuk berkreasi.
  3. Bila perlu menambahkan pelajaran baru misal “pendidikan literasi data” maka bisa langsung disisipkan tanpa harus mengubah kurikulum. Kita pernah mengalami penyisipan pelajaran semacam ini tahun 80an berupa PSPB: Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Semoga pendidikan Indonesia makin maju. Bagaimana menurut Anda?

Tugas Mendikbud Nadiem yang Luar Biasa

Sudah pasti tugas seorang menteri besar luar biasa. Apalagi menteri pendidikan yang termuda dan berpengalaman melejitkan gojek sampai menjadi decacorn terbesar Indonesia. Besar pula harapan rakyat Indonesia ke menteri kita.

Berikut saya rangkum 3 tugas mendikbud yang luar biasa. Barangkali bisa jadi tugas utama mungkin bukan paling penting, bukan tersulit, bukan pula terhebat. Tapi tugas utama yang luar biasa.

  1. Menjamin setiap warga yang semangat belajar maka sukses. Seperti tugas utopis? Tidak juga. Ini tugas yang sudah dijalankan kementerian saat ini hanya perlu sentuhan digital. Perlu agar setiap warga tahu kesempatan ini sehingga warga dapat memanfaatkan dengan baik.

    Sudah sebagus itukah kondisi pendidikan kita? Ya, memang sudah bagus dan perlu ditingkatkan. Penduduk miskin bisa sekolah dengan gratis dari SD, SMP, SMA. Bahkan sampai kuliah juga tersedia beasiswa bidik misi. Jadi setiap orang bisa sekolah setinggi-tingginya tanpa dihantui mahalnya biaya.

    Bagaimana dengan kelas menengah? Tidak termasuk penduduk miskin tapi masih keberatan bila harus membayar biaya kuliah yang mahal. Pemerintah menyediakan beasiswa prestasi semisal beasiswa unggulan yang terbuka untuk semua kalangan tidak harus mempersyaratkan dari keluarga kurang mampu.

    Ditambah lagi masih banyak beasiswa dari swasta dan LPDP untuk program pasca sarjana.

    Lalu, apa masalahnya? Masalahnya adalah banyak penduduk yang tidak tahu informasi tentang beasiswa ini dan tidak tahu bagaimana cara memperoleh beasiswa tersebut.

    Tugas mendikbud adalah mensosialisasikan sedemikian hingga setiap warga jadi tahu bahwa tersedia program beasiswa yang berlimpah untuk semua. Warga hanya perlu gigih, semangat, dan disiplin mengikuti pendidikan maka biaya sudah terjamin. Dengan pengalaman Pak Menteri yang berhasil mengantarkan gojek sebagai start up nasional bahkan internasional tampaknya tugas ini tidak terlalu sulit. Tentu media digital akan berperan besar dalam tugas ini – sesuai harapan kita.

  2. Mendorong warga yang malas belajar mau belajar. Banyak yang mengatakan bahwa siswa-siswa kita malas belajar. Apa lagi orang dewasa: buat apa belajar?

    Di sini memang tidak mudah memotivasi orang malas menjadi semangat. Tetapi malas bisa saja disebabkan oleh kondisi yang tidak menguntungkan – tidak ada kesempatan, tidak ada media yang tepat, tidak ada fasilitas memadai, tidak ada metodologi yang menarik, dan lainnya.

    Pengalaman saya mengajar matematika menunjukkan bahwa orang yang malas bisa berubah menjadi semangat belajar bila menemukan metode yang menarik misal metode belajar matematika apiq yang asyik. Saya mengembangkan metode matematika yang mudah, mengagetkan, dan memunculkan rasa penasaran.

    Metode apiq yang asyik ini saya kemas dalam bentuk ragam trik dan game matematika. Terbukti berhasil mengubah yang malas belajar menjadi semangat belajar, mengantar yang rajin belajar menjadi berprestasi.

    Dengan pengalaman Pak Menteri di bisnis digital gojek saya yakin Pak Menteri akan berhasil menciptakan beragam terobosan untuk mendorong masyarakat semangat belajar. Lagi-lagi media digital akan berperan besar di sini.

    Kita bisa berasumsi bahwa semangat belajar masyarakat bisa naik turun. Maka tugas mendikbud memotivasi warga adalah tugas terus menerus tanpa henti.

  3. Menjamin kesejahteraan yang berprestasi. Ujung-ujungnya adalah urusan uang. Setelah semua berjuang bagaimana kesejahteraan seluruh aparat dan tenaga pendidikan?

    Teknologi digital akan berperan lebih penting lagi di sini. Kita dengan mudah merekam jejak digital. Siapa orang yang berprestasi maka dapat reward yang tinggi dalam kesejahteraan. Mereka yang tidak berprestasi maka disiapkan program-program pengembangan.

    Teknologi digital memungkinkan sistem merekam prestasi seseorang secara otomatis (log system) tanpa harus orang tersebut membuat laporan. Mudah tanpa beban administrasi. Big data ( data sains) memudahkan pak Menteri untuk menilai prestasi dari seluruh anggota secara adil. Dan kabar baiknya, menteri kita sangat berpengalaman dalam hal ini.

Bagaimana menurut Anda?

Harapan Baru ke Mendikbud Termuda: Nadiem Makarim

Besar harapan kita bahwa pendidikan nasional segera maju. Apakah mendikbud yang baru akan berhasil memajukan pendidikan nasional? Latar belakang Pak Menteri menjadi sorotan yang sangat menarik: bos Gojek yang sukses luar biasa di bidang bisnis digital.

Nadiem Makarim resmi menjadi mendikbud periode 2019 – 2024 sekaligus menjadi menteri termuda sepanjang masa. Barangkali dengan mendikbud generasi digital kita berharap bisa memajukan pendidikan berbasis teknologi digital.

  1. Pemerataan pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan adalah yang terbesar di negeri ini. Masyarakat di daerah terpencil sulit mendapatkan pendidikan bahkan untuk tingkat dasar sekalipun. Pengalaman Pak Menteri di dunia digital akan mampu melakukan pemerataan pendidikan ke seluruh penjuru dengan memanfaatkan teknologi digital.

    Masih terdapat beberapa kendala untuk pemerataan pendidikan ini di antaranya adalah infrastruktur digital tidak tersedia di beberapa pedalaman negeri ini. Namun dengan pendekatan “kolaborasi” oleh Pak Menteri kendala ini bisa diatasi. Pembangunan infrastruktur digital di daerah bisa saja menguntungkan secara ekonomi yang sekaligus memajukan pendidikan.

    https://www.slideshare.net/agusyes/edutuber-nasional-proposal-detil-workshop-3-hari
  2. Peningkatan kualitas pendidikan. Lagi-lagi teknologi digital menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya sendiri aktif meningkatkan kualitas pendidikan melalui media digital: edutuber nasional. Terbukti para siswa berhasil meningkatkan kualitas pendidikan melalui youtube saya. Guru-guru memanfaatkan youtube saya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

    https://www.slideshare.net/agusyes/myapiq-bimbel-online-edukasi-40-gratis

    Mendikbud kita tentu punya banyak cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Untuk kemudian pendidikan yang berkualitas kita sebarkan ke seluruh penjuru negeri.

  3. Pendidikan sejati. Tidak hanya masalah kurikulum tercapai. Pendidikan nasional memiliki tugas membangun manusia sejati. Misalnya membentuk generasi muda yang memiliki karakter pembelajar. Penasaran akan ilmu baru, mengembangkan kreativitas, jujur terhadap ilmu dan lain sebagainya.

    Untuk pendidikan sejati, saya kira medikbud memiliki tim yang kompeten untuk menangani ini. Pak Menteri dapat memimpin langsung membangun negeri dengan pendidikan sejati.

Semoga Indonesia makin maju. Bagaimana menurut Anda?

Sekarang Saatnya Kita Sukses, Indonesia Maju

Betul, sekarang saatnya kamu sukses. Dan saatnya Indonesia maju. Itu sudah pasti. Hanya menunggu langkahmu. Ayo…!

Terlalu optimis!? Barangkali benar tapi kita memang di saat terbaik untuk sukses dan membangun Indonesia menjadi negara maju.

A. Saat ini siapa pun bisa jadi sukses. Baik melalui usaha sektor riil bahkan melalui bisnis digital. Khususnya untuk bisnis digital sekarang terbuka lebar untuk sukses: siapa pun kamu, apa pun pendidikan kamu, apa pun latar belakang kamu, kamu bisa sukses.

Setiap kita bisa sukses dengan bergabung bisnis digital semisal bukalapak, tokopedia, shopee, lazada, gojek, dan lain sebagainya. Saya sendiri mencoba ikut meramaikan wirausaha digital dengan inisiatif program edutuber nasional. Silakan bergabung…!

B) Saat ini siapa pun bisa sekolah setinggi-tingginya. Pendidikan adalah modal penting untuk kemajuan suatu bangsa. Kita beruntung saat ini terbuka beragam program beasiswa sehingga siapa pun bisa menyelesaikan sekolah sampai program doktoral tanpa kesulitan biaya. Tentu ada syarat-syarat tertentu untuk dapat meraih beasiswa.

Misal pemerintah meluncurkan beasiswa bidik misi yang terbuka untuk setiap siswa dari kalangan ekonomi lemah dapat menyelesaikan kuliah di seluruh universitas idaman. Untuk tingkat SD SMP SMA juga sudah tersedia keringanan biaya bahkan sampai gratis. Maka setiap anak yang berniat memperbaiki diri dengan menempuh pendidikan maka sudah terbuka jalan lebar.

Bahkan bagi siswa yang tidak tergolong dari kalangan ekonomi lemah, pemerintah juga menyediakan beasiswa unggulan. Memang beasiswa unggulan mensyaratkan siswa untuk meraih prestasi tertentu. Terbuka untuk semua golongan ekonomi: lemah, menengah, bahkan sampai tinggi.

Dari sisi materi pendidikan saat ini juga sudah tersebar luas materi ajar yang bisa kita akses kapan saja di mana saja. Saya sendiri berbagi materi ajar matematika kreatif melalui canel youtube.com/pamanapiq dan apk bit.ly/myapiq .

C) Tetapi kondisi negeri ini masih dilanda korupsi. Benar adanya bahwa negara kita tidak ideal karena terjadi korupsi di berbagai bidang. Namun era reformasi ini kita berkomitmen untuk membersihkan negeri dari korupsi. Semoga negeri tercinta segera terbebas dari korupsi.

Meski kondisi korupsi masih menghalangi namun kita tetap bisa membuka masa depan dengan cara-cara bermartabat. Generasi kita bisa mengukir prestasi masa depan dengan penuh keyakinan.

Mari kita bangun Indonesia…!

Bagaimana menurut Anda?

Cara Kaya Wirausaha: Kamu Bisa

Ingin kaya? Pakai tanya segala! Setiap orang pasti mau kaya. Tapi bagaimana caranya?

Wirausaha mengantar kamu jadi kaya. Tetapi tidak mudah sukses sebagai pengusaha. Meski susah untuk sukses jadi pengusaha, hal itu tetap layak kita perjuangkan.

Sebuah negara yang maju memiliki pengusaha lebih dari 14% total penduduk. Sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 3% sebagai pengusaha. Yang artinya kita perlu 11% tambahan pengusaha setara sekitar 30 juta jiwa. Wow… terbuka peluang besar!

Sukses Anda sebagai pengusaha bukan hanya untuk Anda tetapi sekaligus sukses pengusaha adalah telah ikut membangun negara. Semangat wahai pengusaha muda Indonesia.

Saya ketemu dengan salah satu bos Gojek yang cerita tentang bagaimana awal mulai membangun Gojek sampai sukses menjadi unicorn dan decacorn. Waktu itu, tahun 2010, Nadiem – bos Gojek – suka bepergian menggunakan ojek karena macetnya Jakarta yang luar biasa. Tapi masalah muncul: ojek sering tidak ada saat dibutuhkan. Harus jalan jauh untuk mendapatkan sopir ojek.

Masalah lebih parah muncul dengan ojek – harga atau biaya ojek tidak bisa ditebak. Yang tahu biaya ojek hanya sopir dan tuhan saja katanya.

Dari masalah ojek itu Nadiem lalu membangun solusi berupa aplikasi “Gojek”. Singkat cerita Gojek jadi sukses seperti kita tahu saat ini. Mengantar Nadiem dan kawan-kawan sebagai pengusaha sukses Indonesia. Membuka ribuan lapangan kerja sopir gojek. Dan membuka ribuan lapangan kerja produktif melalui gofood. Pengusaha telah ikut membangun negeri.

Apakah Anda punya masalah? Maka itu adalah peluang jadi pengusaha.

Bagaimana menurut Anda?

Usia Berapa Anak Mandiri Finansial?

Makin tinggi sekolah makin mahal biayanya. Kapan anak bisa mandiri? Jawabnya: sejak SD juga bisa mandiri finansial.

Anak-anak saya sejak SD sudah berlatih dagang. Mulai dari dagang mainan edukasi sampai jualan jajan. Tentu saja sambil main-main dan lucu.

Kartu angka adalah mainan yang asyik dan mudah dijual oleh anak-anak saya. Bahkan mereka bisa memproduksi kartu angka sendiri. Memainkan sulap sendiri. Dan memperoleh untung sendiri.

Ketika sebagian anak saya kini mulai kuliah maka sumber penghasilan beragam: mengajar math, english, sains, dagang makanan, fashion, sepatu, dan yang pasti adalah … youtuber!

Sekali lagi, mereka menghasilkan uang dengan cara yang menyenangkan bagi mereka. Tidak ada paksaan dalam berusaha.

Bagaimana menurut Anda?