Kasus Israel, Sekolah Tatap Muka

Asyik… boleh sekolah tatap muka. Bergembira!

Zona kuning (dan hijau) diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Indonesia bersuka ria!

Apakah pandemi covid di Indonesia sudah aman?
Apakah sekolah tatap muka tidak bahaya?
Apakah resiko lonjakan kasus baru sudah diantisipasi?

Masyarakat bisa saja menyimpulkan kondisi sudah membaik. Nyatanya sekolah sudah diijinkan belajar tatap muka. Semoga membawa kebaikan untuk semua.

Israel lebih pengalaman. Mereka sudah pernah membuka kelas sekolah tatap muka pada Mei 2020 yang lalu. Ketika kasus covid mulai mereda di Israel. Hanya ada tambahan kasus baru 10 atau belasan tiap harinya.

Beberapa hari setelah sekolah dibuka, terjadi lonjakan kasus baru. Siswa tertular corona covid. Guru-guru dan tenaga pendidik saling tertular corona covid. Sekolah ditutup lagi tidak lama kemudian.

Israel menyesal telah membuka sekolah tatap muka. Mereka berharap hanya Israrel saja yang mengalami itu. Negara lain jangan sampai mengalami hal yang sama.

Tetapi ledakan kasus baru benar-benar tidak bisa dikendalikan. Bulan Agustus ini penambahan kasus baru bisa 2000 orang satu hari. Padahal penduduk Israel hanya sekitar 10 jutaan orang.

Bulan Mei, Israel barangkali sudah masuk zona hijau atau menuju hijau.

Ada baiknya kita belajar dari Brunei, tetangga kita, yang sudah 3 bulan tidak ada kasus baru. Benar-benar hijau. Atau kita juga bisa belajar dari Timor Leste yang begitu dekat dengan Indonesia. Bagaimana membuka sekolah di zona yang sudah hijau itu.

Tapi kondisi Indonesia beda dengan Brunei atau Timor yang sudah zona hijau. Indonesia lebih dekat dengan Israel, saat ini, yang sama-sama merah.

Israel urutan 116, disusul Saudi di 117, dan Indonesia di 118. Zona merah menuju hitam gelap.

Jika Israel yang waktu itu, Mei 2020, sudah reda lalu buka sekolah berakibat terseret jadi zona merah gelap maka resiko apa yang akan dihadapi Indonesia?

Barangkali memang tidak ada resiko bagi Indonesia. Saat ini Indonesia sudah merah gelap maka hanya bisa jadi merah gelap lagi atau bahkan jadi hijau bila beruntung.

Semoga segala usaha baik kita membawa kebaikan bagi seluruh Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: