Amar Makruf Nahi Munkar: Wajib untuk Semua

Siapa pun Anda, apa pun agama Anda, semua wajib menjalankan amar makruf nahi munkar. Bahkan orang yang tidak beragama pun, wajib melaksanakan amar makruf nahi munkar. Tapi bukankah itu ajaran untuk umat Islam saja? Benar! Ajaran amar makruf nahi munkar bersumber dari Islam tapi bernilai universal.

Amar makruf = mengajak kebaikan
Nahi munkar = mencegah keburukan

Barangkali ada yang keberatan bila setiap orang harus menjalankannya. Tetapi mudah kita pahami bahwa memang benar seharusnya setiap orang menjalankannya. Mari kita mulai dengan contoh agar lebih mudah.

Contoh amar makruf, amar ma’ruf, mengajak kebaikan: “Ayo bersikap adil!”

Siapa pun Anda harus bersikap adil. Bahkan kita perlu mengajak, mempromosikan sikap adil. Baik adil kepada diri sendiri, keluarga, negara, dan bahkan ke seluruh dunia. Negara menanggung beban besar untuk mewujudkan masyarakat adil untuk semua.

Contoh nahi munkar, nahi mungkar, nahy munkar, mencegah keburukan: “Jangan korupsi!”

Siapa pun Anda tidak boleh korupsi. Bahkan harus mencegah korupsi. Mengajarkan anti korupsi sejak dini. KPK punya tugas besar untuk mencegah dan menindak korupsi. Anggaran sekitar 1 trilyun rupiah per tahun, hanya untuk KPK. Belum lagi untuk polisi, hakim, dan lain-lain.

Kriteria makruf vs munkar

Pertanyaan dasar bisa muncul: apa definisi makruf dan munkar itu? Bila makruf seperti “bersikap adil” maka semua setuju untuk mendukungnya. Dan jika munkar seperti “jangan korupsi” maka semua setuju untuk mencegahnya. Bagaimana dengan sweeping restoran yang menjual minuman keras apakah itu termasuk nahi munkar? Apakah menyuruh wanita pakai cadar di tempat umum adalah amar makruf?

Kita bisa menjawab pertanyaan di atas dengan beragam cara. Menurut saya, salah satu jawaban terbaik adalah dari Immanuel Kant, pemikir abad 18 – 19. Kant merumuskannya dengan categorial imperative yang harus lolos dari 4 ujian penting. Bagi yang tidak lulus maka bisa masuk ke dalam conditional imperatif – perintah bersyarat atau tidak selalu wajib.

  1. Bisa dilakukan sepanjang waktu

Perintah kebaikan (amar makruf) dan mencegah keburukan (nahi munkar) harus bisa diterapkan sepanjang waktu. Sejauh orang-orang berakal dapat memikirkannya, perintah makruf harus bisa diterapkan.

“Ayo berbuat adil!” lolos ujian ini karena dapat berlaku kapan saja. Adil bisa dilakukan dari jaman kuno, jaman sekarang, sampai jaman masa depan yang kita belum tahu itu. Maka berpeluang untuk menjadi salah satu contoh kebaikan atau “makruf”.

“Wanita harus pakai cadar” tampaknya tidak lolos tes kesatu ini, tes sepanjang waktu. Karena ada waktu-waktu tertentu ketika wanita boleh tidak pakai cadar misal ketika dia masih kanak-kanak atau sudah tua renta. Sehingga keharusan pakai cadar gagal masuk sebagai makruf tetapi masih berpeluang menjadi kebaikan yang bersyarat. Meski, misalnya, hal ini baik maka harus mempertimbangkan beragam situasi dan kondisi.

2. Bisa dilakukan di setiap tempat

Di mana pun Anda berada maka, seharusnya, Anda dapat menjalankannya.

“Jangan korupsi!” lolos ujian ini. Di mana pun Anda berada maka Anda bisa mencegah untuk tidak korupsi. Maka larangan ini berpotensi menjadi “nahi munkar.”

“Dilarang menjual minuman keras!” tampaknya tidak lolos tes lokasi ini. Karena di tempat-tempat tertentu barangkali diperlukan minuman keras. Misal di tempat yang secara legal dibolehkan. Atau di situasi pelayaran super dingin di laut dekat kutub barangkali diperlukan minuman keras. Meski tidak lolos tetapi berpeluang menjadi larangan bersyarat. Misal dilarang menjual minuman keras di tempat umum.

3. Disetujui semua orang

Semua orang yang berakal sehat dan jujur bisa menyetujui amar makruf dan nahi munkar itu. Seperti contoh di atas “ayo berbuat adil” dan “dilarang korupsi.”

4. Bisa dilakukan oleh warga

Setiap warga punya kemampuan untuk menjalankan amar makruf dan nahi munkar itu. Lagi-lagi kita sudah memberi contoh yang lolos semisal “ayo berbuat adil.” Dan beberapa contoh yang tidak lolos seperti di atas.

Penutup

Kewajiban amar makruf nahi munkar benar berlaku untuk setiap manusia. Juga berlaku untuk setiap organisasi mau pun setiap negara. Meski demikian kriteria makruf dan munkar perlu kita cermati dengan baik. Begitu juga metode pelaksanaan amar makruf dan nahi munkar juga perlu mempertimbangkan berbagai macam sudut pandang.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: