Makna Ketiadaan

Ketiadaan punya sejuta makna. Ketiadaan itu tidak ada. Tapi bisa punya makna. Bahkan berjuta makna. Dengan demikian, ketiadaan itu ada. Kita akan bahas ketiadaan dari dua sudut pandang yang mengantarkan berjuta makna itu.

Istilah ketiadaan kita ganti dengan orano yang bermakna tidak ada, nothingness, non-being, bukan wujud, dan sejenisnya. Dengan istilah orano, kita berharap lebih mudah dalam menganalisis.

Angka 0

Yang paling jelas adalah angka 0, yang melambangkan orano, ketiadaan. Angka 0 jelas-jelas bermakna. Maukah uang di rekening anda dihilangkan satu angka 0? Tentu tidak mau. Uang kita berkurang banyak dengan menghilangkan angka 0. Yang kita mau justru menambahkan angka 0 di saldo rekening kita. Berlipat sepuluh kali lipat.

Lebih dari itu, angka 0, sebagai orano juga berperan dalam operasi penjumlahan atau pengurangan. Angka 0, sebagai bilangan, adalah identitas dari operasi penjumlahan atau pengurangan. Berapa pun bilangan bila ditambah dengan 0 maka akan menghasilkan bilangan itu sendiri. Yang lebih dahsyat, angka 0 adalah “super penyerap” dalam perkalian. Berapa pun besarnya suatu bilangan bila dikali 0 maka akan diserap habis, hasilnya menjadi 0.

Orano, yang dilambangkan sebagai angka 0, benar-benar penuh makna.

Dua Macam Ketiadaan

Sartre, pemikir abad 20, menyebut ada dua macam ketiadaan yaitu orano abstrak dan orano konkret. Orano abstrak, yang bersifat absolut, benar-benar tidak bisa kita bahas sama sekali. Orano abstrak ini menyatakan ketiadaan sama sekali. Tidak ada apa pun. Maka tidak ada yang bisa kita bicarakan. Orano mutlak benar-benar tidak ada sama sekali.

Sedangkan orano konkret, seperti angka 0, berjuta makna.

Ketiadaan virus adalah contoh orano konkret, orano nyata. Dengan tidak adanya virus maka hidup menjadi sehat. Masyarakat bebas aktivitas. Peradaban tumbuh maju. Roda ekonomi terus menggelinding. Orano berdampak nyata bagi kemanusiaan.

Barangkali yang paling dekat dengan kita adalah dinding rumah. Ketika disisakan sebagian, atau dilubangi sebagian, untuk menjadi pintu – lubang pintu bukan daun pintu. Menyediakan jalan bagi kita untuk keluar masuk rumah. Bayangkan bila dinding rumah tidak ada lubang pintu seperti apa jadinya. Lubang pintu adalah ketiadaan dinding – orano konkret – yang bermanfaat nyata bagi kita.

Manusia Sejati

Heidegger, pemikir abad 20, memang eksentrik. Dia menulis buku dengan bahasa yang sulit dipahami. Ditambah lagi, Heiddegger menyatakan peran penting dari ketiadaan – yaitu orano. Manusia sejati perlu mengenal orano dengan baik.

Rasa cemas atau gelisah penting bagi manusia. Rasa gelisah melihat kondisi alam. Rasa gelisah terhadap kondisi ekonomi. Rasa cemas akan berbagai macam hal. Rasa cemas akan kematian. Rasa gelisah itu memanggil jati diri kita sebagai manusia sejati – hana. Orang yang gelisah sedang dihadapkan suatu kehidupan yang bermakna. Sementara orang yang tidak pernah gelisah justru terombang-ambing tanpa arah. Dia mengalir kemana arah angin bertiup. Dia tenggelam dalam kerumunan. Dia adalah manusia tidak otentik.

Gelisah berbeda dengan takut. Gelisah tidak jelas terhadap apa. Jika takut jelas, takut kepada ular misalnya. Tetapi gelisah memang tidak jelas. Karena gelisah adalah semacam takut kepada ketiadaan, takut kepada orano. Takut tidak adanya keamanan. Takut tidak adanya perlindungan. Takut tidak adanya ampunan. Gelisah adalah panggilan untuk menjalani hidup yang lebih hakiki.

Dan masih banyak contoh orano lain yang bisa terus kita kaji, berjuta makna.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: