Kampanye MBDK Lagi

Lonjakan pandemi covid kembali mengancam Indonesia. Beberapa hari terakhir peningkatan kasus positif baru sangat tinggi. Mendekati 10 ribu kasus baru dalam sehari.

Saya mengusulkan lagi “Kampanye MBDK” untuk meredakan pandemi. MBDK adalah Makan Bersama Dilarang Keras.

Melanggar MBDK adalah melanggar semua protokol kesehatan. Dampaknya, resiko penyebaran corona menjadi menggila. Mari kampanyekan MBDK, prokes, dan meningkatkan imunitas.

Kita perlu mempertimbangkan resiko yang bisa terjadi seperti di India misalnya. Satu hari, waktu itu, penambahan kasus baru bisa melebihi 400 ribu orang. Tentu rumah sakit tidak cukup. Dokter tidak memadai. Layanan kesehatan gagal jalan. Korban meninggal ribuan nyawa melayang. Kita tidak ingin pandemi yang ngeri terjadi.

Perhatikan juga negara tetangga kita, Malaysia. Saat ini, mereka terpaksa lock down total. Pandemi mengamuk tak terkendali. Malaysia benar-benar bersebelahan dengan kita, Indonesia.

Ayo lindungi diri, lindungi keluarga, dan lindungi negara dari pandemi. Ayo kampanyekan MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras.

Solusi Pandemi

Solusi pandemi ada 3 fokus – seperti pernah saya tulis setahun yang lalu. Solusi ini tampak mudah saja tapi, nyatanya, tidak semudah yang dikira.

A. Manajemen Perilaku

Solusi manajemen perilaku adalah solusi terbaik. Semua orang bisa melakukan manajemen perilaku bagi dirinya sendiri dan membantu orang terdekatnya. Pemerintah sudah meng-kampanyekan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Atau lebih lengkap kita perlu taat sesuai prosedur kesehatan – prokes.

Kampanye MBDK adalah kampanye prokes sesuai anjuran pemerintah dan para pakar. Melanggar MBDK berdampak melanggar prokes dengan resiko tertular corona sangat besar.

Orang yang makan bersama, tentu, melanggar prokes maka harus dilarang keras.

Pertama, tidak memakai masker. Orang yang makan bersama melepas maskernya ketika makan.

Kedua, tidak menjaga jarak. Orang yang makan bersama ingin akrab dengan berdekat-dekatan.

Ketiga, tidak mencuci tangan secara berulang. Sebelum makan, mereka bisa cuci tangan. Tapi ketika makan bersama, droplet bertebaran ke mana-mana. Mereka tidak cuci tangan. Berulang-ulang suapan, mereka tidak cuci tangan.

Patuhi MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras.

B Inovasi Percepatan Kesembuhan

Para ahli kesehatan – dan terapis – bisa mengembangkan inovasi untuk mempercepat kesembuhan para pasien yang terinfeksi covid. Berbagai jenis obat, terapi, dan vaksin terus dikembangkan.

Vaksin mempunyai peran ganda. Di satu sisi menguatkan perilaku masyarakat untuk tidak mudah tertular covid. Di sisi lain, diharapkan, bisa menyembuhkan orang yang sakit. Setidaknya, meringankan gejala bagi mereka yang terinfeksi.

C Kepemimpinan Efektif

Pandemi bukan sekedar urusan pribadi. Pandemi adalah tanggung jawab sosial. Maka kita perlu pemimpin yang efektif. Di saat yang sama, kita perlu rakyat yang bersikap patuh kepada pemimpin. Kita perlu kepemimpinan yang efektif.

Pandemi tidak bisa diselesaikan oleh seorang diri. Bahkan superman tidak akan mampu menyelesaikan pandemi. Meski pun dibantu batman, ironman, sampai spiderman tidak akan bisa menyelesaikan pandemi. Kita perlu bergerak selangkah seirama dalam kepemimpinan yang efektif untuk membasmi pandemi.

Dan solusi sederhana bagi kita: mari kampanyekan MBDK lagi!

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: