Pandemi Segera Usai: Kampanye MBDK

Di tengah lonjakan covid di Indonesia yang lebih dari 20 ribu kasus baru per satu hari kemarin, kita bisa menyelesaikan pandemi ini dalam 270 hari ke depan. Kita perlu bertindak segera, terarah, dan konsisten.

270 hari sama artinya dengan 9 bulan – terlalu lama. Mana bisa kita konsisten selama itu?

Saya menghitung pandemi selesai dalam 270 hari itu pun dengan asumsi bila kita bisa menurunkan R = 0,80 dengan konsisten. Nyatanya, hari ini R = 1,288, terlalu besar, untuk bisa usai. Bagaimana pun, kita, manusia selalu punya cara menghadapi setiap bencana. Satu tambahan fokus solusi corona adalah: kampanye MBDK!

MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras

Manusia Bermutasi

Kita sudah mendengar bahwa virus bermutasi sampai delta yang lebih ganas dalam penularan. Yang terbaru, bahkan sudah mutasi delta plus.

Kapan manusia juga bermutasi?

Manusia tidak bisa bermutasi secepat virus. Manusia jauh lebih besar. Terdiri dari jutaan sel. Beranak-cucu perlu waktu puluhan tahun. Sementara virus hanya terdiri dari 1 sel, bahkan hanya setengah sel. Mereka beranak-pinak, reproduksi, bisa dalam tiap detik. Hanya karena panas dan dingin, sedikit tertiup angin, virus barangkali bisa bermutasi.

Tetapi manusia lebih hebat dalam mutasi dengan bentuk berbeda: adaptasi.

Kita tambahkan lagi kemampuan komunikasi, komputasi, dan strategi maka manusia menjadi paling cerdas di muka bumi. Tetap saja ada manusia yang tidak beradaptasi. Mereka juga tidak mutasi. Mereka tidak punya strategi. Mereka beresiko mati oleh pandemi.

Mari kita beradaptasi mengatasi pandemi. Giatkan terus kampanye MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras.

Dan, tentu saja, konsisten prokes. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

COVID-19 Bukan Masalah

Covid sendiri, aslinya, bukan masalah. Covid sudah ada puluhan tahun, atau ratusan tahun, dalam tubuh binatang. Baik-baik saja. Ulah perilaku manusia yang bisa memunculkan masalah. Mereka memburu binatang-binatang tersebut sehingga memindahkan covid dari binatang ke tubuh manusia. Bisa dengan cara tanpa sadar, dengan cara memangsa binatang tersebut. Atau, diduga, bisa secara sadar dengan rekayasa laboratorium.

Yang jelas, covid bukan masalah. Perilaku manusia yang jadi masalah.

Mari kembali perbaiki perilaku manusia dengan kampanye MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras.

Dengan pandemi ini bahkan udara di dunia makin sejuk. Pemandangan tanpa polusi makin indah. Semilir angin begitu ramah tanpa suara mesin pecah.

Mari kembali hidup bersama alam. Manusia menjaga alam. Alam menjaga manusia.

Bagaimana menurut Anda?

Kampanye MBDK

Berikut ini beberapa tulisan saya yang lalu tentang kampanye MBDK.

  1. Kampanye MBDK Basmi Covid
  2. Kampanye MBDK Lagi
  3. Kampanye MBDK

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: