Kampanye MBDK Basmi Covid

Saat ini kita menghadapi, lagi, lonjakan pandemi. Hari kemarin, penambahan kasus baru melebihi 13 000 orang sakit. Menjadi yang tertinggi sejak Februari 2021 ini.

Apa solusinya?

Kampanye MBDK untuk membasmi pandemi covid.

MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras

Nilai Reproduksi R

Saya meneliti nilai R, reproduksi, covid-19. Nilai R tidak pernah konsisten di bawah 1. Artinya, virus corona masih terus menyebar dan melonjak. Bahkan nilai R sejak awal Juni sampai akhir Juni 2021 ini terus menanjak. Mencapai R = 1,25 yang sangat tinggi. Waspada.

Nilai magnitude M = 260 hari menunjukkan bahwa kita perlu waktu 260 hari untuk meredakan pandemi – dengan catatan konsisten mereda. Hampir 9 bulan waktu yang kita butuhkan. Waktu yang terlalu lama untuk bisa konsisten. Maka saya menduga pandemi ini sulit mereda dalam waktu 1 atau 2 tahun ke depan. Kita perlu beradaptasi. MBDK bisa kita kampanyekan – ditambah prokes tentunya.

Vaksinasi terus berjalan. Saat ini kisaran 12 juta orang yang telah divaksin. Dengan kecepatan seperti sekarang ini, barangkali perlu waktu 5 tahun untuk meyelesaikan vaksin di Indonesia. Perlu inovasi serius. Sementara, penularan virus disertasi mutasi terus melaju.

Mengapa MBDK?

Kampanye MBDK menjadi andalan kita. Tugas sederhana tapi tidak mudah – MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras.

Seperti saya tulis pada tulisan saya sebelumnya bahwa makan bersama melanggar semua prokes. Di saat yang sama, makan bersama, sangat bahaya terjadi penularan virus corona. Droplet virus corona bertebaran di mana-mana.

Pertama, makan bersama pasti tidak pakai masker. Melanggar prokes untuk pakai masker.

Kedua, makan bersama tidak menjaga jarak. Mereka berdekatan akrab. Melanggar prokes jaga jarak.

Ketiga, makan bersama tidak cuci tangan berulang kali. Sebelum makan bisa saja cuci tangan. Tetapi ketika makan satu sendok bisa saja droplet berhamburan. Sendokan kedua dan seterusnya tidak cuci tangan. Maka melanggar prokes cuci tangan.

Singkatnya, makan bersama harus dihindari. Makan bersama adalah kejadian “tipping point” yang membuka lonjakan kasus di mana-mana.

Beberapa hari lalu saya baca berita. Di jatim, Madiun, ada hajatan nikahan yang menerapkan prokes. Harus pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, bahkan semua dicek dengan termo gun – cek suhu badan. Tetapi apa artinya bila ada makan bersama di hajatan nikahan itu?

Dari 240 orang yang hadir di hajatan itu 60 orang di antaranya dinyatakan positif covid-19. Beberapa hari kemudian, yang positif masih bisa bertambah lagi.

Mari kampanyekan MBDK: Makan Bersama Dilarang Keras!

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: