Sains Tingkat Tiga

Sains saat ini baru berada pada tingkat satu. Meski, sains makin canggih menjelajahi ruang antariksa, membongkar fenomena quantum, mendesain artificial intelligence ChatGPT, dan rekayasa genetika, tetap saja, sains baru berada di tingkat pertama. Lebih tepatnya, para ilmuwan membatasi diri hanya di tingkat satu. Ketika akan melangkah ke tingkat dua, mereka mundur lagi ke tingkat satu. …

Kaca 7: Sejarah

Berawal dari sejarahMeniti sejarahBerakhir dalam sejarah Manusia terlemparTerbuangTerhempasTertindasDalam sejarah Manusia terpilihTerberkatiTertarikTerarahDalam sejarah Apa sejarahmuApa masa depanmuApa masa depan semestamu Kamu hanya setitik debuDi hamparan laut biruDi putaran bumi ke matahariDi tatasurya pojok galaksi Titik debu jatuh cintaMenggoreskan penaMerangkai kode semestaMempersembahkan maha karyaMenghadap Maha Cinta Apa pedulimuTerhadap sejarah masa laluApa pedulimuTerhadap sejarah masa depan Ada yang …

Kaca 6: Urup

Urip iku urupHidup itu menyala Hidup adalah menghidupiHidup adalah dihidupiHidup adalah perjuanganUntuk saling menghidupkan Hidup adalah nyataHidup adalah realita Nikmati hidup iniNikmati anugerah iniNikmati duka iniNikmati cinta iniKita nikmati yang ada Urip iku urupHidup itu menyala Menebarkan nyala cahayaKe seluruh penjuru semestaMenyinari sudut-sudut hatiMemberi arti kepada sunyi Walau hanya sekejapHidup di dunia fanaTuliskan sebuah namaBumi …

Hisab Rukyat Haraki: Wujudul Hilal Vs Imkan Rukyat

Umat Islam Indonesia selalu penuh dinamika. Setiap menghadapi awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, terjadi perdebatan seru metode hisab dan rukyat. Dari perspektif positif, perdebatan hisab rukyat, membangkitkan umat untuk terus berpikir terbuka tanpa henti. Dalam perspektif negatif, perbedaan hisab rukyat membingungkan umat. Bahkan, ada yang sampai ditangkap oleh aparat. Sungguh, kita perlu berpikir …

Kaca 5: Demokrasi

Aku benarAku adalah kebenaranAku paling benarAku adalah hakekat kebenaran Apa yang akan terjadiJika setiap orang mengakuAku paling benarDitambah lagiPihak lain salah Benturan demi benturan Kita perlu bicaraSaling memahamiKomunikasi dalam demokrasiMenghormati setiap pribadi Bebas ekspresiBebas mengejar mimpiBebas membentuk diriBebas sebagai diri pribadi Aku bisa salahKamu bisa salahMereka bisa salahKarena bisa salahAku butuh berbenahAku butuh tanda arahAku …

Kaca 4: Teknologi

Teknologi digital menjadi nyataKenyataan menjadi digitalManusia menjadi daringDaring adalah hidup manusia Teknologi alat bagi manusiaManusia alat bagi teknologiManusia adalah sumber dayaUntuk kemajuan teknologi Kenyataan beda dengan keharusan Teknologi mencetak manusiaTeknologi memproduksi manusiaTeknologi mengatur manusiaTeknologi menindas manusia Kenyataan beda dengan keharusan Manusia tunduk kepada teknologiManusia memuja tekonologiManusia hamba teknologiManusia adalah teknologi Kenyataan beda dengan keharusan Hanya …

Kaca 3: Waktu

Sungguh masa depan ituLebih baik bagimuDari yang berlalu Waktu akan menjadi saksiWaktu akan menjadi buktiMasa membentangMendatang, terdahulu, terkini Tak perlu memusuhi waktuJadikan waktu berpihak padamuBeri masa depan kesempatanMenyinari masa lalu sampai menghadapmu Masa depan adalah peluangMasa depan adalah kebebasanMasa depan adalah kesungguhanMasa depan menyapu segala keadaan Masa lalu adalah hikmahMasa kini adalah amanahMasa depan adalah …

Pintu Kaca 0: Tembus Memandang

Membuka diri kepada duniaDunia membuka diri kepada manusiaMembuka diri kepada masaMasa membuka diri mengalir Teknologi adalah pastiMenemani setiap hariDemokrasi menghampiriUmat manusia menari serasi Menatap masa depan cemerlangMasa lalu tetap mengikutiUntuk menapaki masa kiniBertabur cahaya masa nanti Bukalah mata hatiSelalu ada solusiMemang rindu menderuMengajak untuk berpacu Ajal pasti datangMenjajakan realita membentangAkankah jadi pemenangMari terbang tembus memandang …

Kaca 2: Peduli

Mata sehatSemua jelas terlihatMata rabunSemua berkabut embun Hati terbukaSemua karunia nyataHati membekuSemua pilu Cahaya dan gelapBerjalin kelindanMenatap cahaya mandi berjuta warnaMenatap gelap memang gulitaDari gelap menuju cahayaDari cahaya meniti cahaya Bukannya tidak ada cahayaTetapi mata membelakanginyaBukannya gelap berbahayaTetapi mata yang menatapnyaCahaya membimbing mataGelap mendorongnya Cahaya adalah anugerahBagi yang mengenalnyaGelap adalah karuniaBagi yang berangkat darinya Ringkasan …