Realitas Kebenaran Sejati Terbukti

Apa realitas kebenaran sejati? Tuhan adalah kebenaran sejati. Begitu, kira-kira, jawaban dari perspektif agama. Sementara, orang-orang yang materialis, orang yang memandang realitas adalah materi, maka realitas kebenaran sejati adalah partikel-partikel fundamental pembentuk materi alam raya. Benarkah begitu? Masih ada banyak alternatif jawaban. Realitas sejati hanyalah ilusi. Di dunia ini tidak ada apa-apa. Yang tampak di …

Bukti Nyata Tuhan ADA

Membuktikan bahwa Tuhan ada adalah tugas paling mudah, di saat yang sama, paling sulit. Paling mudah karena bukti Tuhan sudah ada secara apriori, secara fitri, dalam setiap diri manusia. Sehingga, sejatinya, setiap manusia punya keyakinan akan eksistensi Tuhan. Kita, sebagai orang tua misalnya, cukup mengatakan bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta maka anak kita akan …

Critical Philosophy: Berpikir Kritis Produktif

Immanuel Kant (1720 – 1804) menulis trilogi kritik dengan sukses luar biasa. Saya ingin membuat catatan tentang trilogi kritik itu. Untungnya, Deleuze (1920 – 1995) sudah membuatkan catatan itu untuk kita. Berpikir kritis tentu berbeda dengan berpikir praktis. Jika dengan berpikir praktis kita berharap mendapat hasil terbaik dari suatu “pemikiran” maka berpikir kritis, justru, kita …

Bagian 2: Ontologi Cinta dan Cantik

Bagian 2 ini hanya terdiri dari 3 bab. Namun, tiap-tiap bab secara lebih mendalam membahas masing-masing tema dengan tajam. Bab “14. Batas-batas” merupakan batas sekaligus penghubung antara epistemologi cinta dengan ontologi cinta. Kita bertanya di manakah batas-batas dari kajian filsafat. Russell berargumen bahwa batas dari filsafat adalah sains. Maksudnya, ketika sains membahas suatu masalah secara …

Anthrocosmos Ethic & Politic Philosophy

Kita bisa membedakan filsafat menjadi dua: mengutamakan metafisika atau mengutamakan moral. Filsafat Barat, misal Yunani Kuno – Aristoteles, Plato, dan Socrates – tampak lebih mengutamakan metafisika. Sementara filsafat Timur lebih dominan mengutamakan moral semisal Gautama, Konghucu, Empu Gandring, dan para Nabi. Moral dan metafisika, pada akhirnya, bertemu juga. Timur dan Barat sama-sama alam semesta. Mereka …

Bagian 1: Epistemologi Cinta

Di bagian ini, kita akan menyelidiki apa itu cinta sejati. Epistemologi cinta adalah pendekatan filosofis untuk mengetahui, memahami, dan memaknai cinta. Untuk mengetahui cinta dengan lebih mudah, kita perlu, lebih awal mengetahui apa itu cantik. Tampaknya, cantik lebih jelas di depan mata. Maka di bagian ini, juga, kita akan membahas epistemologi cantik. Penyelidikan lebih lanjut, …

Ekonomi Cinta

Setiap sisi kehidupan manusia adalah cinta. Setiap butir debu adalah debu cinta. Setiap hembusan nafas adalah nafas cinta. Ekonomi adalah ekonomi cinta. Saya memberi uang kepada Rara yang cantik adalah ungkapan cinta. Saya mengasuh Rara sejak bayi adalah manifestasi cinta. Saya cinta Rara adalah ungkapan cinta. Rara telah menyemai cinta di hatiku bahkan ketika dia …

The Death of God other than God: Nietzsche Philosophy

Anakku bertanya tentang Nietzsche. Lalu aku jawab, “Dia adalah pemikir jenius yang sulit dipahami tapi mudah disalahpahami.” Saya setuju dengan Iqbal (1877 – 1938) yang menempatkan Nietzsche sebagai pemikir tingkat tinggi. Iqbal mengetahui itu dari pembimbingnya yaitu Rumi. “This is the German genius whose place is between these two worlds…his words are fearless, his thoughts …

Materialisasi Cinta dan Kecantikan

Cinta itu indah. Cinta itu suci. Cinta itu putih. Membahagiakan setiap orang. Membahagiakan kehidupan sekitar. Dan membahagiakan alam semesta. Cinta adalah segalanya. Di sisi lain, cinta bisa saja berlumur dusta. Bahagia menjadi derita. Cinta hanya di bibir saja. Cinta bukan lagi cinta. Karenanya, jadi sumber bencana. Di bagian ini, kita akan membahas penyelewengan cinta dan …

Hermeneutics Philosophy: Pecahnya Persatuan

Hermeneutika adalah disiplin filsafat paling canggih di abad 21 ini. Ketika beriring dengan filsafat analitik maka dunia filsafat nyaris meraih titik puncak kematangan. Harapan seperti itu bisa musnah karena yang terjadi bisa sebaliknya. Hermeneutik, yang seharusnya, bisa menyatukan beragam perbedaan justru, bisa ironis, memecah-belah segala yang sudah bersatu. Bagaimana pun, hermeneutika adalah madzhab filsafat yang …