Apakah kita bisa mengubah masa lalu? Bisa!
Bukan sulap, bukan sihir. Aku ada yang traktir. Spontan jadi mikir. Benarkah bisa mengubah masa lalu sejak lahir? Tanda tanya justru deras mengalir.

Umumnya orang yakin bahwa kita bisa mengubah masa depan tetapi tidak bisa mengubah masa lalu. Kali ini kita akan diskusi bahwa kita bisa mengubah masa lalu. Ya, masa lalu sejak Anda lahir. Sebagian orang sukses mengubah masa depan; sebagian lain gagal. Demikian juga mengubah masa lalu: sebagian sukses dan sebagian gagal. Anda termasuk yang mana?
1. Performa/Kasil
2. Kompetensi/Paham
3. Ekperensi/Pengalaman
4. Eksistensi
5. Makna
6. Diskusi
7. Peduli
Untuk bisa mengubah masa lalu kita butuh mengembangkan pengetahuan yang diikuti oleh kepekaan peduli. Tanpa rasa peduli, seseorang akan terjebak di masa kini. Dengan rasa peduli, Anda bisa menapaki masa lalu, masa depan, dan masa kini.
1. Performa/Kasil
Performa atau kasil tampak jelas bagi sebagian besar orang. Performa adalah baik-baik saja. Meski terlalu mengandalkan performa akan risiko besar bagi semua pihak.
Prabowo mencapai performa 58% suara sehingga terpilih jadi presiden 2024. Sama halnya, Trump mencapai performa suara lebih banyak sehingga menjadi presiden 2024. Seorang pemudi berhasil lolos CPNS sehingga mendapat gaji bulanan setara UMR dan terus naik.
AI mencapai performa hebat ketikan menjawab semua pertanyaan atau prompt yang diberikan.
AI menunjukkan performa yang sangat mengesankan dalam menjawab berbagai pertanyaan atau prompt yang diberikan, dengan kemampuan memahami konteks, mengolah informasi, serta menghasilkan respons yang relevan, jelas, dan terstruktur. Berkat kemampuannya dalam memproses bahasa alami, AI dapat memberikan jawaban yang cepat dan akurat untuk beragam topik, mulai dari pertanyaan sederhana hingga permasalahan yang lebih kompleks.
Selain itu, AI juga mampu menyesuaikan gaya bahasa dan tingkat detail jawaban sesuai kebutuhan pengguna, sehingga interaksi menjadi lebih efektif dan informatif. Kemampuan ini menjadikan AI sebagai teknologi yang sangat bermanfaat dalam mendukung pencarian informasi, pembelajaran, pemecahan masalah, serta berbagai aktivitas yang memerlukan akses pengetahuan secara cepat dan efisien.
Paragraf di atas adalah contoh performa AI (akal imitasi – artificial) chatgpt yang luar biasa. Sayangnya meski performa itu penting, di bidang teknologi, ekonomi, dan politik; tetapi performa mudah menjadi penjara yang menjebak umat manusia. Mengapa?
2. Kompetensi/Paham
Ketika Prabowo kasil mencapai performa 58% terpilih jadi presiden maka apakah ia memiliki kompetensi untuk memahami jabatan presiden itu? Apakah Gibran memahami jabatan sebagai wakil Presiden? Apakah Trump memahami jabatan presiden adidaya?
3. Ekperensi/Pengalaman
4. Eksistensi
5. Makna
6. Diskusi
7. Peduli
