Tantangan AI: Generator Triple Pythagoras Primitif Intuitif

AI menampilkan kemampuan mempesona. AI tampak cerdas bahkan super cerdas. Sampai muncul istilah ASI: artificial super intelligence. Seberapa cerdaskah AI? Kita akan memberi tantangan AI berupa triple Pythogras. Hasilnya, kecerdasan AI sangat terbatas; jelas AI tidak super cerdas.

Triple Pythagoras memicu kreativitas sejak ribuan tahun yang lalu. Barangkali sudah berkembang puluhan sampai ratusan generator untuk menghasilkan triple Pythogoras; primitif mau pun tidak primitif. Tulisan ini akan mengembangkan generator Pythagoras versi paman APIQ yang lebih intuitif; lengkap untuk primitif dan tidak primitif.

Anda lebih hebat dari AI ketika Anda menguasai triple Pythagoras APIQ. Karena AI (akal imitasi atau artificial intelligence) gagal menguasai triple Pythagoras. Bahkan Meta, Gemini, ChatGpt dan kawan-kawan sudah gagal di tahap-tahap awal triple Pythagoras. Tentu saja, Anda bisa membuat program komputer untuk menghitung triple. Tetapi program ini adalah karya Anda, karya manusia, bukan karya AI.

1. Generator Umum
2. Generator Ganjil
3. Generator Genap
4. Generator Primitif Ganjil
5. Generator Primitif Genap
6. Diskusi

Contoh triple Pythagoras adalah: (3, 4, 5); (5, 12, 13); (7, 24, 25); (8, 15, 17).

Contoh tidak primitif adalah membuat kelipatan dari yang primitif: (6, 8, 10); (10, 24, 26); (14, 48, 50).

Tentu saja jumlah triple tidak primitif lebih banyak, lebih mudah ditemukan, dibanding triple primitif. Kita sedikit membedakan segitiga siku dengan segitiga Pythagoras. Segitiga siku berlaku rumus Pythagoras untuk bilangan real (bulat, pecahan, irasional dll). Sedangkan, segitiga Pythagoras hanya untuk bilangan asli, bilangan bulat positif. Triple Pythagoras, yang merupakan sisi-sisi segitiga Pythagoras, menjadi menarik dan indah karena terbatas hanya boleh bilangan asli saja.

1. Generator Umum

Generator umum berhasil menghasilkan triple Pythagoras secara lengkap: primitif dan tidak primitif.

(a^2)/n = 2b + n

Hasil triple adalah (a, b, c) = (a, b, [b+n])

n = 1, 2, 3, …

Karena n lengkap untuk seluruh bilangan asli maka generator adalah lengkap untuk seluruh triple yang mungkin.

2. Generator Ganjil

Generator ganjil adalah untuk a = 3, 5, 7, 9…

Untuk n = 1, menghasilkan triple primitif seluruhnya:

a^2 = 2b + 1

Contoh:

a = 3; maka

3^2 = 2b + 1
9 = 2b + 1 = 4 + 5 ==> (3, 4, 5).

a = 5 maka

5^2 = 2b + 1
25 = 12 + 13 ==> (5, 12, 13).

Anda bisa mencoba dengan a berupa bilangan ganjil yang besar,

a = 53 maka

53^2 = 2b + 1
2809 = 1404 + 1405 ==> (53, 1404, 1405).

Anda lebih hebat dari AI karena bisa bertanya kepada AI: sebutkan semua triple Pythagoras dengan salah satu sisinya 53.

AI akan gagal menemukan (53, 1404, 1405).

Jawaban Gemini: “Mencari semua triple Pythagoras dengan salah satu sisi 53 membutuhkan pendekatan komputasi. Meskipun tidak ada rumus sederhana, dengan menggunakan program komputer, kita dapat menemukan semua solusi yang mungkin.”

Memang manusia bisa lebih kreatif dari AI.

3. Generator Genap

Generator genap adalah untuk a = 4, 6, 8, …

Untuk n = 2, generator menghasilkan primitif jika a = 4k dengan k = 1, 2, 3,..

(a^2)/2 = 2b + 2
(a/2)^2 = b + 1

Contoh:

a = 4

(4/2)^2 = b + 1
4 = b + 1
b = 3; c = 5 ==> (4, 3, 5).

a = 8

(8/2)^2 = b + 1
16 = b + 1
b = 15; c = 17 ==> (8, 15, 17)

Untuk menantang AI anda bisa memilih a yang cukup besar.

a = 104

(104/2)^2 = b + 1
2704 = b + 1
b = 2703; c = 2705 ==> (104, 2703, 2705).

Hebat, manusia memang bisa lebih kreatif dari AI.

Istilah ganjil dan genap bisa, lentur, kita terapkan terhadap n mau pun a.

4. Generator Primitif Ganjil

Primitif kita peroleh ketika n = p^2 yaitu kuadrat dari bilangan prima.

Untuk n = p atau n = p*q*r… berupa perkalian dari bilangan-bilangan prima maka akan menghasilkan triple yang tidak primitif. Kita perlu fokus, umumnya, untuk menghasilkan primitif.

Contoh:

n = p^2 = 3^2 = 9

(a^2)/9 = 2b + 9

misal a = 15

(15^2)/9 = 2b + 9
25 = 2b +9
b = 8; c = 17 ==> (15, 8, 17).

Untuk menantang AI kita perlu memilih a yang cukup besar.

a = 3*41 = 123

(123^2)/9 = 2b + 9
1681 = 2b + 9
b = 836; c = 845 ==> (123, 836, 845).

5. Generator Primitif Genap

Primitif kita peroleh ketika n = 2(p^2) yaitu berupa kuadrat bilangan prima yang kemudian dikalikan 2.

Contoh

n = 2(2^2) = 8

(a^2)/8 = 2b + 8
(a/4)^2 = b + 4

Misal a = 20

(20/4)^2 = b + 4
25 = b + 4
b = 21; c = 29 ==> (20, 21, 29).

Untuk menantang AI kita memilih a agak besar.

a = 4*41 = 164

(164/4)^2 = b + 4
1681 = b + 4
b = 1677; c = 1685 ==> (164, 1677, 1685).

Apa maksud generator APIQ adalah intuitif?

Intuitif adalah kita bisa menggunakan generator APIQ hanya bermodal pensil dan kertas. Bahkan dalam contoh di atas, saya hanya memanfaatkan imajinasi tanpa pensil dan kertas untuk perhitungan; tentu tanpa kalkulator atau pun komputer.

Contoh terakhir, yang terbesar, hanya 41 x 41 = 1681. Anda tentu bisa menghitungnya, 41 x 41, dengan pensil dan kertas. Bila kita pakai metode Bintang APIQ memang bisa menghitung dengan imajinasi dalam mental saja.

Sementara itu, ketika orang lain ingin verifikasi apakah (164, 1677, 1685) adalah triple Pythagoras primitif, mereka justru membutuhkan kalkulator atau komputer. AI tampaknya tidak bisa membantu untuk verifikasi ini.

Berikut jawaban Gemini:

Memeriksa Teorema Pythagoras:

  • a² + b² = c²
  • 164² + 1677² = 1685²
  • 26896 + 2815529 = 2839825
  • 2842425 = 2839825

Ternyata, persamaan di atas tidak benar. Ini berarti bahwa (164, 1677, 1685) bukan triple Pythagoras.”

Gemini salah dalam melakukan perhitungan dan, akibatnya, salah mengambil kesimpulan di atas.

6. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Saya menduga bilangan prima p = 1, 2, 3, 5, 7… adalah mirip bilangan prima di jaman kuno; yaitu 1 termasuk bilangan prima.

Konsekuensinya, triple primitif menjadi lebih konsisten.

Primitif ganjil maka n = p^2 dengan p = 1, 2, 3, 5,…

Untuk p = 1 primitif ketika a = 1*(2k + 1) dengan k = 1, 2, 3…
Untuk p = p primitif ketika a = p*q dengan q = 3, 5, 7, 11…

Primitif genap maka n = 2p^2 dengan p = 1, 2, 3, 5, …

Untuk p = 1 primitif ketika a = 2*2k
Untuk p = p primitif ketika a = 2p*q

Waspada AI

Kembali ke AI yang mengalami kesulitan menghadapi triple Pythagoras karena, diduga, kurang data latihan. ChatGPT mampu membuat kode, misal dengan Python. Ketika kode ini valid maka AI mampu menghitung triple. Dalam kasus ini, bukan AI yang menghitung triple tetapi kode yang menghitung triple. Jadi, tugas kita adalah belajar kode agar mampu menguji apakah kode dari AI valid?

Lalu, mengapa pakai AI jika kode masih harus kita uji lagi? Lumayan, AI mampu membantu kita menulis kode. Bayangkan jika kode tersebut terdiri 2025 baris. Betapa berat menuliskannya. AI akan menulis kode tersebut kemudian kita tanggung jawab untuk menguji dan koreksi. Bagaimana pun, AI belajar dari kode yang sudah dibuat manusia sebelumnya. Fenomena ini menjadi problem AI yang perlu diwaspadai.

Kembali kepada AI yang mengandalkan LLM memang sulit menangani triple Pythagoras. Sebenarnya, AI juga sulit menangani semua bahasa sehari-hari. Ketika Anda bertanya ke AI: siapa saja anak kandung dari presiden Indonesia? AI sulit menjawabnya. Hanya saja, kita toleran terhadap jawaban AI. Ketika sebagian jawaban valid dan sebagian lain ngawur maka kita toleran. Lebih jauh, jawaban yang valid itu sendiri adalah sekedar kebetulan.

Jadi, kita perlu waspada dengan AI.

Bagaimana menurut Anda?

Spektrum Penolakan AI dan Penerimaan

Tolak AI secara total. AI berbahaya bagi manusia; lebih bahaya lagi bagi generasi muda. AI menyebabkan manusia malas berpikir. AI menyebabkan orang kecil makin terkucil; orang kaya makin kuasa. AI memperparah kesenjangan sosial. Begitulah pandangan orang-orang yang menolak AI. Benarkah?

AI adalah kemajuan teknologi paling canggih. Gunakan AI (akal imitasi atau artificial intelligence) seluas-luasnya untuk kemajuan umat manusia dan semesta. AI adalah solusi yang memudahkan setiap situasi. Hidup menjadi lebih menyenangkan dengan AI di segala bidang. Begitulah pandangan orang-orang yang mendukung AI. Benarkah?

AI adalah alat. Selesai semua masalah. Tempatkan AI sebagai alat saja. Memandang AI sebagai hanya alat adalah cara pandang paling berbahaya. Benarkah?

1. Terima Penuh
2. Terima Bagian
3. Tolak Penuh
4. Tolak Bagian
5. Diskusi

Kita akan membahas spektrum penolakan terhadap AI; termasuk spektrum penerimaan terhadap AI. Anda bisa memperkaya spektrum ini atau menyederhakannya.

Spektrum bermakna saling terhubung antara penolakan dan penerimaan AI; spektrum bukan dikotomi; spektrum adalah kesatuan dalam keragaman sikap. Spektrum adalah respon dari sikap peduli dan tanggung jawab. Orang yang tidak peduli maka bebas mau menerima atau menolak AI. Demikian juga orang yang tidak tanggung jawab bebas untuk menerima atau menolak AI. Tetapi karena kita peduli dan tanggung jawab maka kita perlu memikirkan spektrum penolakan dan penerimaan AI ini.

1. Terima Penuh

Terima AI secara penuh bila Anda menempatkan AI sebagai ide awal; kemudian, Anda mengkaji secara kritis; mempertimbangkan alternatif solusi yang lebih baik. AI adalah pemicu ide bagi Anda. Bagaimana pun, Anda perlu menjaga diri agar selamat dari kecanduan AI.

AI bagai air bening yang menyehatkan; manfaatkan AI sepenuhnya. Karena AI bagai air bening maka kita perlu menjaga wadahnya tetap bersih. Air bening menjadi kotor, berbahaya, bila wadahnya kotor atau tercampur racun. Jadi, tetap waspada kepada AI; jaga agar AI tidak bercampur dengan racun; tidak bercampur dengan penipuan; tidak bercampur dengan serakah; tidak bercampur dengan eksploitasi. Jaga air bening, jangan sampai tercemar, agar tetap bening.

P1, P2, dan P3 berikut adalah beberapa contoh skenario terima penuh AI.

P1: Sudah yakin dengan jawaban akhir.

a) Siapa presiden pertama Indonesia?

b) Hitunglah 5 x 2 =

c) Jelaskan pengertian persegi

AI berperan sebagai mesin tik yang canggih dan praktis.

P2: Jawaban akhir berupa pertanyaan

a) Buatlah lima soal tentang perkalian

b) Ajukan pertanyaan kritis tentang polusi

c) Buatlah 3 pertanyaan tentang HAM

AI berperan sebagai mesin tik yang canggih dan produktif.

P3: Jawaban Akhir jadi Ide Awal

a) Tuliskan 55 ide usaha kuliner

b) Buat kisah fiksi Bandung 100 tahun lagi

c) Buat pro kontra resiko AI

AI berperan sebagai mesin pemicu ide kreatif. Kita perlu waspada agar tetap lebih kreatif sebagai manusia.

2. Terima Bagian

Terima AI sebagian saja. Pelajari AI, kemudian, Anda memilah bagian yang bisa diterima dan bagian yang perlu ditolak. Anda bisa melakukan kajian kritis terhadap AI. Ketika AI memberi saran lebih baik naik kereta dari naik mobil maka terima saran tersebut setelah mempertimbangkan secara kritis; atau menolaknya. Ingat bahwa AI tidak memahami realitas dunia sekitar Anda.

AI bagai vitamin yang menyehatkan; manfaatkan AI sesuai kebutuhan. Bila Anda butuh vitamin C silakan konsumsi vitamin C; tidak perlu vitamin D; karena vitamin D sia-sia sebagai pemborosan. Bila Anda butuh AI untuk menulis iklan maka pakailah AI untuk menulis iklan; tidak perlu belajar matematika pakai AI. Karena pakai AI adalah pemborosan yang sia-sia. Silakan memilah dan memilih.

B1, B2, dan B3 berikut adalah contoh skenario “terima sebagian” AI.

B1: Jawaban Akhir Tidak Yakin

a) Siapa presiden paling sukses?

b) Sebutkan semua nama siswa SMA 1

c) Berapa laba maksimum warung bakso?

Kita hanya bisa menerima sebagain kecil jawaban AI setelah mengkajinya dengan kritis.

B2: Jawaban Akhir berupa Fakta

a) Siapa presiden Indonesia tahun 1966?

b) Sebutkan sebuah nama siswa SMA 1 Bandung

c) Idul Fitri 2020 hari Jumat?

Kita hanya bisa menerima sebagain kecil jawaban AI setelah mengkajinya dengan kritis. Fakta sudah jelas tapi AI bisa halusinasi.

B3: Jawaban Akhir berupa Saran

a) Minum apa di malam dingin ini?

b) Apakah usaha pertanian lebih prospek?

c) Tips memilih pasangan ideal?

AI tidak paham konteks dan tidak paham realitas; saran AI bisa halu tapi ada potensi berguna. Jadi, kita hanya bisa menerima sebagian kecil setelah kritis mengkaji.

3. Tolak Penuh

Tolak AI sepenuhnya karena AI membuat manusia malas berpikir. Resiko ketimpangan sosial dan pengangguran mengancam seluruh dunia dampak dari AI. Pengembangan AI merusak lingkungan karena memerlukan energi listrik yang sangat boros. Penggunaan AI hanya memperkaya para elit penguasa dan pengusaha. Tolak AI dari awal sampai akhir.

AI bagai ganja atau narkoba; tolak sepenuhnya penyalah-gunaan ganja narkoba; biarkan hanya spesialis yang menanganinya.

T1, T2, dan T3 berikut adalah beberapa contoh skenario “tolak penuh” AI.

T1: Resiko Malas Berpikir

a) Malas usaha

b) Malas mencoba

c) Malas berpikir

Tolak AI sepenuhnya bila resiko memicu kemalasan di suatu aspek.

T2: Resiko Merugikan Pihak Lemah

a) Resiko PHK

b) Resiko turun omset

c) Resiko bangkrut usaha kecil

Tolak AI sepenuhnya bila resiko merugikan pihak lain secara langsung atau tidak; meski ada justifikasi keuntungan pada pihak tertentu.

T3: Resiko Menguatkan Dominasi

a) Resiko dominasi kuasa

b) Resiko dominasi ekonomi

c) Resiko hegemoni meluas

Tolak AI sepenuhnya bila resiko hanya menguntungkan pihak elit; meski ada tawaran menggiurkan.

4. Tolak Bagian

Tolak sebagian besar AI atau tolak AI sepenuhnya kecuali pada situasi tertentu. Anda bisa menggunakan AI sekedar untuk menunjukkan sisi bahaya dari AI. Secara umum tolak AI.

AI bagai doping; tolak doping. Hindari doping sepenuhnya, kecuali darurat, terpaksa, Anda memakai doping. Skenario AI bagai doping adalah skenario terbaik tetapi sangat sulit pelaksanaannya.

Anda akan kompetisi lari cepat atau tinju. Lawan Anda, bernama Lawa, minum doping sembunyi-sembunyi. Siapa yang menang tinju antara Anda dengan Lawa? Menang Lawa karena ia pakai doping.

Ketika Anda ikut seleksi pegawai negeri sipil, atau karyawan baru, Lawa juga ikut bersaing. Dalam menyelesaikan tes, Anda tidak pakai AI; Lawa nyontek pakai AI bagai doping. Siapa yang lolos tes bila dipilih hanya 1 orang dengan nilai tertinggi? Anda atau Lawa? Tentu, Lawa yang lolos dengan nilai lebih tinggi karena pakai AI.

Apa yang harus kita lakukan bila lawan curang dengan pakai doping AI? Apakah kita juga perlu pakai doping AI? Skenario AI bagai doping adalah “tolak sebagian” sehingga boleh menerima sebagian AI dalam kondisi tertentu. Jadi, Anda harus benar-benar mempelajari situasi dengan jeli untuk mengambil keputusan: pakai doping AI atau tolak doping AI. Meski secara umum tolak doping AI.

Ilustrasi bayi yang tidur dilindungi klambu atau kojong bisa membantu untuk memahami skenario “tolak sebagian” AI. Nyamuk bisa menggigit bayi yang tanpa perlindungan. Ketika bayi tidur maka dipasang klambu sebagai pelindung. Nyamuk tidak bisa menembus klambu sehingga bayi aman. AI adalah bagai nyamuk yang bisa menggigit Anda (sebagai bayi). Kita perlu perlindungan berupa klambu agar nyamuk AI tidak bisa menembus untuk menggigit kita. Skenario “tolak sebagian” AI adalah klambu pelindung itu.

Pada situasi tertentu, ibu membuka klambu karena akan memberikan ASI ke bayi. Nyamuk punya kesempatan menggigit bayi. Tetapi ibu selalu mengawasi dan menjaga bayi agar tidak digigit nyamuk sambil memberinya ASI. Demikian halnya dengan AI, kita perlu membuka perlindungan pada situasi tertentu sehingga bisa akses AI. Tetap perlu waspada karena nyamuk AI sewaktu-waktu bisa menggigit Anda.

C1, C2, dan C3 berikut adalah beberapa contoh skenario “tolak sebagian” AI.

C1: Hanya Falsifikasi

Tolak AI kecuali hanya untuk falsifikasi.

a) AI gagal menemukan bilangan prima tertentu

b) AI gagal mengingat kajian 2 hari lalu

c) AI gagal revisi fakta

Kita memanfaatkan AI terbatas hanya untuk menunjukkan kesalahan dan kegagalan AI.

C2: Hanya Limitasi

Tolak AI kecuali hanya untuk mengenali batas kemampuan AI (limitasi).

a) AI gagal menemukan jumlah bilangan prima 3 digit maka akan gagal 3 digit atau lebih.

b) AI gagal revisi fakta yang dilakukan 2 hari lalu maka akan gagal revisi asumsi 2 hari ke depan.

c) AI hanya mampu manipulasi data 1 sesi maka akan gagal manipulasi, atau gagal managemen, untuk data lebih panjang.

C3: Hanya Riset

Tolak AI kecuali hanya untuk riset tentang AI itu sendiri.

a) Apa manfaat AI?

b) Apa resiko AI?

c) Bagaimana masa depan AI dan semesta?

Gunakan AI hanya terbatas, secara ketat, dan tolak sebagian besar AI.

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Barangkali pilihan tolak sebagian dan terima sebagian adalah bijak untuk menyikapi AI. Bagaimana pun, kita perlu mempertimbangkan perspektif yang lebih luas. Kita perlu mempertimbangkan situasi spesifik yang sedang kita hadapi dan prospek, serta resiko, masa depan.

Alternatif yang menarik adalah memilih ayunan bandul spektrum penolakan AI.

[1] Terima penuh AI; [2] terima bagian saja AI; memilah dan memilih dari AI; [3] tolak bagian AI kecuali yang diperlukan saja; [4] tolak penuh AI 100%. Kemudian terjadi ayunan 4-3-2-1-2-3-4… Atau berulang 1-2-3-4-1-2-3-4…

Jadi, bagaimana menurut Anda?

Pembulatan Bumi Datar: Kasus Jokowi Korupsi

Saya kaget. Apakah Anda kaget? Jokowi, mantan presiden RI, dituduh sebagai orang paling korupsi di dunia pada tahn 2024. Jokowi merespon melalui media: silakan dibuktikan saja.

Bukankah tuduhan korupsi pasti sudah ada bukti? Minimal bukti awal. Jokowi “membiarkan” anak dan menantu kompetisi pilkada dan, kemudian, mereka jadi kepala daerah di Solo dan Medan; bahkan, akhirnya jadi wakil presiden 2024. Membiarkan adiknya jadi hakim MK; kemudian, persyaratan jadi calon presiden dan wakil diubah MK. Hal-hal seperti itu adalah bukti korupsi berat menurut pihak-pihak tertentu. Benarkah? Tentu banyak pihak menolak bukti seperti itu.

Korupsi adalah pejabat publik memanfaatkan wewenangnya untuk keuntungan pribadi secara finansial. Tidak ada bukti bahwa Jokowi korupsi dengan definisi ini; bagi para pendukungnya. Misal, ilustrasi korupsi, Jokowi menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 100 M rupiah. Hanya 70 M disalurkan kepada rakyat, sementara yang 30 M disimpan untuk kepentingan pribadi. Bila ini terjadi maka dia korupsi. Tetapi tidak ada bukti sama sekali bahwa Jokowi pernah korupsi.

Jadi, apakah Jokowi korupsi?

1. Yang Esa
2. Pembedaan Tinggi Badan
3. Prosa Kembali Esa
4. Diskusi

Mari sedikit meluaskan pandangan ke topik lain: apakah bumi bulat? Bumi adalah datar bagi pendukung teori bumi-datar. Bumi adalah bulat, mendekati bulat, bagi pendukung sains modern jaman ini.

Berapa tinggi badan Anda?

Tinggi saya adalah 157 cm, misal. Atau tepatnya 157,34 cm atau 157,34500123 cm atau 157 koma terus tanpa henti. Angka 157 cm adalah pembulatan dari tinggi saya sebenarnya. Tinggi saya sebenarnya adalah tidak bulat tetapi dibulatkan agar lebih mudah.

Tinggi badan berbeda dengan bumi-datar. Kita yakin angka tinggi badan tidak bulat kemudian dibulatkan agar mudah. Sementara, kita menyaksikan bumi-datar kemudian sains mengatakan bahwa bumi bulat; aslinya, bumi bulat hanya saja kita melihat permukaan bumi sebagai datar; kita yakin bumi-datar dalam pandangan sehari-hari.

Kembali ke masalah korupsi. Semua pejabat adalah tidak bersih alias mereka korupsi. Demi kemudahan, kita anggap mereka bersih; karena bila semua korupsi maka tidak cukup penjara untuk menampung mereka. Pandangan ini mirip dengan tinggi badan yang tidak bulat angkanya tetapi kita anggap bulat agar tampak bersih.

Atau sebaliknya? Kita melihat semua pejabat adalah lurus; semua pejabat adalah bersih; seperti melihat bumi-datar. Tetapi, pemeriksaan lebih teliti menunjukkan tidak ada pejabat yang lurus. Semua pejabat adalah melengkung seperti permukaan bumi. Jadi semua pejabat adalah korupsi. Jika ada pejabat yang lurus bersih maka itu hanya kasus khusus.

Bagaimana menurut Anda?

Kita bisa membalik perspektif dengan meyakini bahwa bumi adalah datar. Semua pejabat adalah bersih; seperti kita lihat sehari-hari. Hanya pejabat nakal saja yang tergoda untuk korupsi. Mereka bisa tobat kembali.

1. Yang Esa

Semua bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Maha Baik. Jadi, sejatinya, segala sesuatu adalah baik. Hanya pihak-pihak khusus saja yang tergoda; terpeleset dalam dosa. Mereka bisa bertobat menebus segala dosa. Seluruh realitas berawal dari Tuhan Maha Baik dan menuju lagi kepada Tuhan Maha Baik melalui perjuangan manusia menjadi manusia dengan etika baik / akhlak mulia.

Meski Tuhan adalah Esa tetapi Nama-Nama Tuhan adalah beragam. Maha Kasih dan Maha Sayang; Maha Dahir dan Maha Batin; Maha Awal dan Maha Akhir. Kita mulai mengenal pembedaan Nama Tuhan.

2. Pembedaan Tinggi Badan

Kita tahu bahwa tinggi badan adalah satu itu. Kemudian kita membedakan tinggi badan dengan angka-angka bulat agar mudah diingat. Dampak berikutnya, kita menilai ada orang jangkung, biasa, dan pendek. Semua itu adalah pembedaan belaka dari sejatinya yang satu itu.

Realitas alam raya adalah satu itu. Kemudian, kita melakukan pembedaan ada orang baik, orang nakal, orang malas, orang rajin, dan lain-lain. Sejatinya, kita adalah satu itu.

3. Prosa Kembali Esa

Kita perlu untuk kembali bersatu. Hidup bersama seni adalah media kita untuk bersatu. Kembali kepada Yang Esa. Mari tamasya bersama puisi dan prosa.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Ada yang meminta jawaban tegas: apakah Jokowi korupsi?

Kita bisa memilih jawaban tegas bahwa semua pejabat adalah korupsi. Karena itu, semua pejabat wajib tobat. Pilihan sebaliknya lebih sulit; yaitu berupa pandangan bahwa semua pejabat sebagai bersih. Buktikan di pengadilan ada korupsi. Jika tidak terbukti maka pejabat memang bersih. Pandangan seperti ini mudah terjebak dalam kesombongan. Justru para pejabat perlu menganggap diri banyak dosa, lalu bertobat, dan mengabdi secara tulus meringankan beban hidup rakyat jelata.

Penjara tidak cukup bila semua pejabat korupsi kena vonis. Untuk vonis penjara perlu ukuran-ukuran dan bukti yang kuat bahwa pejabat melakukan korupsi jenis tertentu. Praduga tak bersalah adalah bermaksud mengakui kesalahan masih di bawah batas tertentu; sehingga bukan masalah bagi pengadilan formal; tidak ada konsekuensi legal; tidak perlu vonis penjara.

Apakah hanya pejabat yang korupsi? Apakah diri kita tidak berdosa? Tidak bersalah? Lebih baik bagi kita untuk bertobat.

Pak Nomo: Bapak Keadilan Dunia

Pak Purnomo adalah bapak keadilan dunia; keadilan seluruh semesta; penjaga seluruh realitas yang ada dari masa lalu sampai masa depan. Sering dipanggil sebagai Pak Nomo, Pak Purnomo menetapkan aturan atau nomos yang beriring dengan rasa kasih sayang dari istrinya bernama Bu Asih. Pasangan Pak Nomo dan Bu Asih melahirkan anak bernama Kak Adil.

Kak Adil memiliki banyak saudara: Benar, Tepat, Sah, dan lain-lain. Kita hanya bisa memahami Adil, dan saudara-saudaranya, dengan mempertimbangkan ayah dan ibu mereka; yaitu Pak Nomos dan Bu Asih.

Jujur Adil

Apakah pemilu di Indonesia berlangsung jujur adil?

Tidak jujur adil menurut pihak-pihak yang kalah. Terdapat ratusan sampai ribuan kecurangan dalam pemilu. Kemudian kecurangan ini disidang oleh MK. Pemilu Indonesia sudah berlangsung jujur adil menurut para pihak yang menang: menang presiden, gubernur, bupati, dewan, dan lain-lain. Bila ada kecurangan maka itu hanya kecil dan diselesaikan secara adil oleh MK.

Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Kisah Inspirasi AI

1. Alipay
2. WeChat
3. AI Pakistan
4. Water.org
5. Krisis Opioid
6. AI India
7. Diskusi

Berikut beberapa kisah nyata tentang AI yang bisa menjadi inspirasi.

1. Alipay

Alipay, sebagai platform pembayaran digital terkemuka di Tiongkok, telah memainkan peran signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi petani kecil yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan tradisional.

Inisiatif Pinjaman Mikro untuk Petani Kecil

Melalui kolaborasi dengan Ant Financial, Alipay menawarkan layanan pinjaman mikro yang dirancang khusus untuk petani kecil. Layanan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data untuk menilai kelayakan kredit individu berdasarkan riwayat transaksi dan perilaku keuangan mereka di platform Alipay. Dengan demikian, petani yang tidak memiliki riwayat kredit formal tetap dapat memperoleh akses ke pembiayaan yang mereka butuhkan.

Dampak Positif dan Statistik

Meskipun data spesifik mengenai jumlah petani yang telah menerima pinjaman mikro melalui Alipay tidak dipublikasikan secara luas, inisiatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Banyak petani kecil kini mampu membeli benih, pupuk, dan peralatan pertanian yang sebelumnya tidak terjangkau, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Kisah Nyata yang Menyentuh Hati

Salah satu contoh inspiratif adalah kisah Li Wei, seorang petani dari provinsi Anhui. Sebelumnya, Li Wei kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank karena kurangnya jaminan dan riwayat kredit. Melalui Alipay, ia berhasil mendapatkan pinjaman mikro yang digunakannya untuk membeli peralatan irigasi modern. Hasilnya, panen Li Wei meningkat drastis, dan ia mampu menyekolahkan kedua anaknya ke perguruan tinggi, sebuah impian yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauannya.

Komitmen terhadap Inklusi Keuangan

Alipay dan Ant Financial terus berkomitmen untuk memperluas akses ke layanan keuangan bagi populasi yang kurang terlayani, termasuk petani kecil di pedesaan Tiongkok. Melalui inovasi teknologi dan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan pengguna, mereka berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan adil bagi semua lapisan masyarakat.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup individu seperti Li Wei tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi pedesaan secara keseluruhan, mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Tiongkok.

2. WeChat

WeChat Mini Programs adalah aplikasi mini yang terintegrasi dalam ekosistem WeChat, memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan tanpa perlu mengunduh aplikasi terpisah. Diluncurkan oleh Tencent pada tahun 2017, fitur ini telah menjadi alat vital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tiongkok untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Sejarah dan Perkembangan

Sejak peluncurannya, WeChat Mini Programs telah mengalami pertumbuhan pesat. Pada kuartal ketiga tahun 2022, jumlah Pengguna Aktif Harian (DAU) mencapai lebih dari 600 juta, meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat lebih dari 3,5 juta mini program yang beredar di pasaran, dengan total transaksi mencapai 2,7 triliun RMB pada tahun 2021.
QP SOFTWARE

Statistik Terkini

Pengguna Aktif Bulanan (MAU): Pada Mei 2024, WeChat Mini Programs memiliki sekitar 949 juta MAU di Tiongkok, yang berarti lebih dari 90% pengguna WeChat memanfaatkan layanan ini.
STATISTA

Transaksi Tahunan: Volume transaksi tahunan melalui mini program meningkat signifikan dari 210 miliar RMB pada tahun 2017 menjadi 2,720 miliar RMB pada tahun 2021.
BUSINESS OF APPS

Dampak terhadap UMKM dan Ekonomi Rakyat

WeChat Mini Programs telah menjadi platform penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa investasi besar dalam pengembangan aplikasi mandiri. Dengan integrasi yang mulus dalam WeChat, UMKM dapat menawarkan produk dan layanan langsung kepada konsumen, meningkatkan visibilitas dan penjualan. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan komunitas.

Kisah Nyata yang Menginspirasi

Salah satu contoh sukses adalah toko kelontong milik Li Ming di kota kecil di Tiongkok. Sebelumnya, Li Ming hanya melayani pelanggan lokal dengan pendapatan terbatas. Setelah mengadopsi WeChat Mini Program, ia mampu menjual produknya secara online, menjangkau pelanggan di luar kota, dan meningkatkan pendapatannya hingga dua kali lipat dalam setahun. Selain itu, Li Ming dapat menawarkan promosi khusus dan program loyalitas melalui mini programnya, yang meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan.

Komunitas Pengembang

Ekosistem WeChat Mini Programs didukung oleh komunitas pengembang yang luas. Dengan lebih dari 3,5 juta mini program yang tersedia, para pengembang terus menciptakan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan konsumen. Dukungan dari Tencent, termasuk penyediaan API dan dokumentasi yang komprehensif, memfasilitasi pertumbuhan komunitas ini.

Kesimpulan

WeChat Mini Programs telah merevolusi cara UMKM beroperasi di Tiongkok, menawarkan platform yang efisien dan terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan basis pengguna yang besar dan infrastruktur yang kuat, mini program ini memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan pengusaha kecil di seluruh negeri.

WeChat Mini Programs menggunakan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mendukung operasi bisnis, terutama dalam hal personalisasi, analitik, dan otomatisasi. Berikut adalah beberapa aplikasi AI berbasis data yang digunakan di WeChat Mini Programs:

  1. Personalization Engine (Mesin Personalisasi)
    WeChat Mini Programs menggunakan algoritma AI untuk menganalisis data perilaku pengguna. Teknologi ini memungkinkan bisnis untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan dan pengalaman yang dipersonalisasi kepada pelanggan.

Contoh:
Rekomendasi produk: AI menganalisis riwayat belanja dan preferensi pengguna untuk menampilkan barang yang paling mungkin dibeli.
Penargetan iklan: Iklan yang muncul pada pengguna didasarkan pada data perilaku mereka di platform.

  1. Chatbots dan Customer Service Automation
    Banyak bisnis yang memanfaatkan chatbot berbasis AI dalam mini program mereka untuk memberikan layanan pelanggan yang cepat dan efisien.

Fitur:
Menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis.
Memberikan solusi untuk masalah umum tanpa campur tangan manusia.
Mendukung interaksi dalam berbagai bahasa melalui pemrosesan bahasa alami (NLP).

  1. Computer Vision untuk Pengenalan Produk
    AI berbasis computer vision digunakan untuk memungkinkan pengguna mengunggah foto produk yang mereka cari, dan sistem akan mencocokkan gambar tersebut dengan produk serupa di toko online.

Contoh:
Pengguna bisa memotret sepatu atau pakaian, lalu mini program merekomendasikan produk serupa dari katalog.

  1. Analisis Sentimen Pelanggan
    Mini Programs menggunakan AI untuk memproses ulasan atau umpan balik pelanggan. Teknologi ini membantu bisnis memahami opini pengguna terhadap produk atau layanan mereka.

Hasil:
Mengidentifikasi pola sentimen (positif, netral, atau negatif).
Memberikan wawasan kepada bisnis untuk memperbaiki layanan atau produk mereka.

  1. Pengoptimalan Operasi dan Manajemen Stok
    WeChat Mini Programs mendukung bisnis dengan sistem pengelolaan inventaris berbasis AI. Algoritma ini memprediksi tren permintaan berdasarkan data penjualan dan pola pembelian pelanggan.

Manfaat:
Mengurangi stok berlebih atau kekurangan stok.
Mengoptimalkan biaya operasional.

  1. Visual Search dan Augmented Reality (AR)
    Teknologi berbasis AI juga digunakan untuk mendukung fitur pencarian visual dan augmented reality dalam mini program.

Contoh:
Fitur AR memungkinkan pengguna mencoba produk secara virtual, seperti kacamata atau pakaian.
Visual search membantu pengguna menemukan produk dengan cara mengunggah gambar.

  1. Fraud Detection (Deteksi Penipuan)
    WeChat Mini Programs memanfaatkan AI untuk menganalisis data transaksi dan mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti upaya penipuan atau transaksi tidak sah.

Fungsi:
Mengidentifikasi pola aktivitas yang tidak biasa.
Memberikan peringatan dini kepada bisnis.

3. AI Pakistan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Pakistan telah membuka peluang baru bagi perempuan pengrajin, memberdayakan mereka melalui teknologi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Sejarah dan Inisiatif

Integrasi AI dalam sektor kerajinan di Pakistan merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital. Pemerintah, akademisi, dan sektor swasta bekerja sama untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan AI, dengan fokus pada aksesibilitas, pelatihan, dan pengembangan model AI yang etis.
PIDE

Dampak dan Statistik Keberhasilan

Meskipun data spesifik mengenai jumlah perempuan pengrajin yang telah diberdayakan melalui AI di Pakistan terbatas, inisiatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Penerapan AI dalam pekerjaan telah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membuka peluang baru bagi perempuan di berbagai sektor.
PIDE

Kisah Nyata yang Menginspirasi

Salah satu contoh inspiratif adalah kisah seorang perempuan pengrajin dari komunitas Meghwal di Barmer, India, yang berhasil meningkatkan pendapatannya hingga Rs 5.000 per bulan melalui sulaman tradisional. Meskipun bukan dari Pakistan, kisah ini menunjukkan bagaimana pemberdayaan perempuan pengrajin dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
FIMELA

Aplikasi AI yang Digunakan

Beberapa aplikasi AI yang digunakan untuk memberdayakan perempuan pengrajin meliputi:

Analisis Data dan Prediksi Tren: AI membantu pengrajin memahami tren pasar dan preferensi konsumen, memungkinkan mereka menyesuaikan produk sesuai permintaan.

Otomatisasi Proses Produksi: Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, seperti desain pola atau pemilihan warna.

Pemasaran Digital: AI mendukung strategi pemasaran dengan menargetkan audiens yang tepat melalui analisis data demografis dan perilaku konsumen.

Pelatihan dan Pendidikan: Platform berbasis AI menyediakan pelatihan keterampilan bagi perempuan pengrajin, membantu mereka mengembangkan kemampuan dan pengetahuan baru.

Tantangan dan Peluang

Meskipun AI menawarkan banyak peluang, tantangan seperti akses terhadap teknologi, pelatihan yang memadai, dan pengembangan model AI yang etis perlu diatasi. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan bahwa AI digunakan secara inklusif dan bermanfaat bagi semua, termasuk perempuan pengrajin di Pakistan.

4. Water.org

Water.org adalah organisasi nirlaba global yang didirikan pada tahun 2009 oleh Gary White dan Matt Damon, dengan misi menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan. Sejak berdirinya, Water.org telah membantu lebih dari 43 juta orang di seluruh dunia mendapatkan akses ke air bersih dan sanitasi melalui inisiatif seperti WaterCredit, yang menyediakan pembiayaan mikro untuk solusi air dan sanitasi. WATER.ORG Statistik Keberhasilan Akses Air Bersih: Lebih dari 43 juta orang telah mendapatkan akses ke air bersih dan sanitasi melalui program Water.org. WATER.ORG Dampak Kesehatan: Setiap dua menit, seorang anak meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan air atau sanitasi. Akses ke air bersih dan sanitasi yang disediakan oleh Water.org membantu mengurangi angka kematian ini. WATER.ORG Kisah Menyentuh dari Penerima Manfaat Elivane: Sebelumnya, Elivane menghabiskan banyak waktu setiap hari untuk berjalan ke sungai demi mengumpulkan air bagi keluarganya. Setelah mendapatkan akses ke air bersih di rumah melalui bantuan Water.org, ia memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja, merawat rumah, dan membangun masa depan yang lebih baik untuk putrinya. WATER.ORG Patahimawati: Di Indonesia, Patahimawati menghadapi tantangan akses air bersih di rumahnya. Dengan dukungan Water.org, keluarganya kini memiliki akses air bersih yang terjangkau, mengubah hidup mereka secara signifikan. WATER.ORG Algoritma, Teknologi, dan Aplikasi AI yang Digunakan Meskipun Water.org tidak secara spesifik mengumumkan penggunaan teknologi AI dalam operasinya, teknologi AI secara umum telah diterapkan dalam sektor penyediaan air bersih untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program. Beberapa aplikasi AI yang relevan meliputi: Pemantauan Kualitas Air: Algoritma AI seperti Random Forest, Support Vector Machines (SVM), dan Neural Networks digunakan untuk menganalisis data spektral dalam pemantauan kualitas air secara real-time, membantu mendeteksi kontaminan dan memastikan standar kualitas terpenuhi. FAKULTAS TEKNOLOGI MAKANAN Optimalisasi Pengelolaan Air: AI digunakan untuk menganalisis parameter kualitas air seperti tingkat pH, kandungan oksigen terlarut, serta keberadaan logam berat atau zat polutan lainnya, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kualitas air. FAKULTAS TEKNOLOGI MAKANAN Internet of Things (IoT) dan Machine Learning: Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan penyediaan air bersih dan sanitasi dengan memantau penggunaan air, mendeteksi kebocoran, dan mengoptimalkan distribusi air. CLOUD COMPUTING Kesimpulan Water.org telah memainkan peran penting dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Meskipun tidak ada informasi spesifik mengenai penggunaan AI oleh Water.org, teknologi AI secara umum memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas program penyediaan air bersih, memastikan lebih banyak orang mendapatkan akses ke sumber daya vital ini.

5. Krisis Opioid

Krisis opioid di Amerika Serikat telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak, dengan lebih dari 106.500 kematian akibat overdosis obat antara Juni 2022 dan Juni 2023, di mana opioid menjadi penyebab utama.
PUBMED CENTRAL

Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Penanganan Krisis Opioid

Teknologi AI telah diadopsi untuk mengatasi krisis ini melalui berbagai pendekatan inovatif:

Pemantauan dan Prediksi Overdosis: Algoritma pembelajaran mesin menganalisis data kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi pola penggunaan opioid, memprediksi area dengan risiko tinggi overdosis, dan memungkinkan intervensi tepat waktu.

Deteksi Penyebaran Fentanyl: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeksplorasi penggunaan AI untuk mendeteksi pengiriman fentanyl ilegal, mencegah masuknya ke wilayah AS.
VOA INDONESIA

Analisis Rantai Pasokan Opioid Sintetis: Program seperti SABLE SPEAR oleh Defense Intelligence Agency menggunakan analitik data massal dan pembelajaran mesin untuk memahami dan mengganggu rantai pasokan opioid sintetis.
DIA

Statistik Keberhasilan

Implementasi AI dalam penanganan krisis opioid telah menunjukkan hasil yang menjanjikan:

Peningkatan Deteksi Pengiriman Ilegal: Penggunaan AI dalam mendeteksi pengiriman fentanyl telah meningkatkan kemampuan penegak hukum dalam mencegah masuknya obat ilegal ke AS.
VOA INDONESIA

Identifikasi Area Berisiko Tinggi: Algoritma AI telah berhasil memetakan wilayah dengan peningkatan risiko overdosis, memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk menargetkan intervensi dengan lebih efektif.

Kisah Inspiratif

Di sebuah komunitas di New York, implementasi alat berbasis AI membantu mengurangi angka kematian akibat overdosis. Dengan menganalisis data lokal, alat ini memberikan peringatan dini kepada petugas kesehatan dan komunitas, memungkinkan mereka mengambil tindakan preventif yang menyelamatkan nyawa.
SIPA

Teknologi AI yang Digunakan

Beberapa teknologi AI yang diterapkan meliputi:

Pembelajaran Mesin (Machine Learning): Digunakan untuk menganalisis data besar dan mengidentifikasi pola yang menunjukkan risiko penyalahgunaan opioid.

Analitik Prediktif: Memungkinkan prediksi tren penggunaan opioid dan potensi wabah overdosis di masa depan.

Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing): Menganalisis catatan medis dan media sosial untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyalahgunaan opioid.

Integrasi AI dalam upaya penanganan krisis opioid di Amerika Serikat menunjukkan potensi besar teknologi dalam menyelamatkan nyawa dan memulihkan komunitas yang terdampak. Dengan terus mengembangkan dan menerapkan solusi berbasis AI, harapan untuk mengatasi krisis ini semakin nyata.

6. AI India

Di India, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah memainkan peran penting dalam mendeteksi penyakit mata, terutama retinopati diabetik, yang merupakan penyebab utama kebutaan. Salah satu inisiatif terkemuka dalam bidang ini adalah pengembangan sistem AI oleh Aravind Eye Hospital bekerja sama dengan Google.

Teknologi AI yang Digunakan

Sistem ini menggunakan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilatih pada ribuan gambar retina untuk mendeteksi tanda-tanda retinopati diabetik. Algoritma ini mampu menganalisis gambar retina dengan akurasi yang sebanding dengan dokter spesialis mata.

Statistik Keberhasilan dan Jumlah Pengguna

Meskipun data spesifik mengenai jumlah pengguna dan tingkat keberhasilan tidak dipublikasikan secara luas, implementasi teknologi AI dalam deteksi penyakit mata di India telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Studi internal menunjukkan bahwa sistem AI ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendeteksi retinopati diabetik, yang berarti dapat mengidentifikasi penyakit dengan akurasi tinggi.

Kisah Inspiratif

Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang pasien di pedesaan India yang tidak menyadari bahwa ia menderita retinopati diabetik. Melalui program skrining yang menggunakan teknologi AI, penyakitnya terdeteksi pada tahap awal, memungkinkan intervensi medis tepat waktu yang mencegah kebutaan. Pasien ini sekarang dapat melanjutkan pekerjaannya sebagai pengrajin, menjaga mata pencahariannya dan kualitas hidupnya.

Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat meningkatkan akses dan kualitas perawatan kesehatan, khususnya dalam mendeteksi penyakit mata di India. Dengan terus berkembangnya teknologi dan peningkatan aksesibilitas, diharapkan lebih banyak individu akan mendapatkan manfaat dari inovasi ini, mencegah kebutaan yang dapat dicegah dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

7. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Kedua, sebelum meminimalkan risiko dan memaksimumkan manfaat AI; bahwa kita yakni ummat manusia selayaknya menghindari pengembangan AI yang mengurangi kebebasan, kemerdekaan dan happiness. Selayaknya kita menghindari pengembangan AI yang tidak bisa atau sulit kita kendalikan – misal ASI apalagi yang otonom . Selayaknya kita menghindari mengembangkan AI yang membuat kita (yakni ummat manusia) terperangkap dalam adiksi AI, adiksi internet, adiksi sosmed dan adiksi2 yang lain. Bagus buat kita mengembangkan AI yang selaras dengan mindfullness, meningkatkan kontrol diri, dan meningkatkan keotentikan kita sebagai manusia dan happiness.

Ketiga, jelang kalimat akhir. Bagaimana agar AI bisa meningkatkan kasih sayang kita pada sesama. Terkait hal ini ada sebuah Riwayat dari Rasulullah saw, bahwa Beliau bersabda: ” Orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Tuhan Yang Maha Penyayang. Oleh karena itu, sayangilah siapa yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit.” (Kanzul ‘Ummal hadis no. 5969, HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Meta AI: Cermin Retak

Asyik banget: akhir tahun 2024 ini WA sudah bisa langsung akses meta AI gratis. Anda bisa bertanya apa saja kepada AI dan langsung mendapat jawaban yang mempesona. Lebih asyik lagi, kita tidak perlu instal atau donlot apa pun: semua sudah beres bersama WA; karena WA dan Meta adalah perusahaan yang sama.

Anda juga bisa minta dibuatkan gambar oleh AI.

Di atas saya minta Meta untuk membuat gambar pantai Tulungagung. Di bawah, saya minta Meta untuk membuat gambar kucing bernama Sibo. Kemudian gambar tentang Agus Nggermanto.

Sebotol Air

Berapa biaya akses Meta AI? Katanya gratis. Mana ada bisnis kapitalisme yang gratis?

Anda membuang sebotol air bersih sia-sia ketika satu kali interaksi bersama meta AI atau AI model LLM sejenisnya. Sebotol air bersih adalah harga yang sangat mahal untuk disia-siakan.

Jika air bersih itu dibuang ke taman maka taman bertambah subur; tidak jadi sia-sia. Tetapi sebotol air bersih itu digunakan perusahaan raksasa pengembang AI untuk membangkitkan tenaga listrik; guna melatih AI agar tampak cerdas; tenaga listrik itu meracuni udara bumi dengan gas-gas berbahaya. Dari air yang sia-sia berubah menjadi racun alam semesta.

Tentu saja Anda tidak sendiri; Anda tidak sendirian membuang sebotol air bersih. Di Indonesia saja ada lebih dari 1 juta orang pengguna WA. Setiap menit, lebih dari 1 juta botol air bersih terbuang sia-sia. Estimasi pengguna WA di Indonesia tahun 2024 adalah 112 juta pengguna. Bila hanya sekitar 10% saja menggunakan Meta maka ada 10 juta botol air terbuang sia-sia di Indonesia tiap menit atau tiap jam. Sungguh mengerikan.

Cermin Ajaib

Apa AI itu sebenarnya? AI adalah bagai cermin ajaib bagi manusia. AI bisa mencerminkan semua yang dipikirkan manusia secara ajaib. Hanya saja, AI adalah cermin ajaib yang retak.

AI mencerminkan pikiran dan hasrat Anda. Jika Anda ingin gambar kucing maka AI memberi gambar kucing. Anda ingin petunjuk lokasi wisata akhir tahun, AI memberikan lokasi wisata. Anda ingin foto diri edit lebih cantik, AI akan mempercantik foto Anda. AI adalah cermin.

Cermin menentukan sikap Anda. Bagaimana bisa? Ketika bercermin, rambut Anda terlihat panjang. Kemudian Anda memangkas rambut ke salon atau tukang cukur. Tukang cukur bertanya, “Segini bos dipotongnya?” Anda lihat cermin lalu, “Potong lagi lebih pendek.” Hanya cermin biasa saja bisa mengendalikan Anda. Bagaimana kemampuan cermin ajaib AI?

Cermin ajaib AI memang berbeda dengan cermin biasa yang alami. Cermin biasa bekerja sesuai hukum alam yang biasa-biasa saja. Cermin ajaib AI bekerja secara ajaib karena ada makhluk ajaib di dalam AI. Makhluk ajaib apakah gerangan?

Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Sholat Jumat di Hari Kamis?

Bolehkah melaksanakan sholat Jumat di hari Kamis? Seharusnya, sholat Jumat dilaksanakan siang hari di hari Jumat. Bolehkah ibadah Kebaktian Minggu di hari Sabtu? Harusnya di hari Minggu atau hari Ahad.

Tetapi apa jaminan bahwa suatu hari adalah pasti hari Jumat atau Ahad?

Tanda bahwa sekarang jam 12 siang adalah, misal, matahari tepat di atas kepala. Tanda bahwa sekarang adalah tanggal 15 Ramadhan, misal, bulan purnama tampak terang-benderang. Tetapi, kita tidak menemukan tanda pasti apakah sekarang hari Kamis atau Jumat.

1. IDL Selandia Baru
2. Kiribati yang Berani
3. Keliling Dunia
4. Diskusi

Disepakati, umumnya, hari paling awal adalah di IDL, misal Selandia Baru; UTC+12. Misal hari Kamis tiba maka yang pertama mengalami Kamis adalah Selandia Baru pukul 00.01; bagian negara lain masih hari Rabu. Sekitar 3 jam kemudian, Papua ikut mulai hari Kamis pukul 00.01 waktu Papua. Dan seterusnya, sekitar 24 jam kemudian, Alaska (Amerika Utara) mulai mengawali hari Kamis.

1. IDL Selandia Baru

Ketika Anda sholat Jumat di Selandia Baru maka Anda bisa yakin bahwa siang itu pukul 12.00 waktu Selandia Baru di hari Jumat. Tetapi, penduduk Alaska mengatakan bahwa hari itu adalah Kamis siang pukul 12.00 waktu Alaska. Jadi, saat itu, hari Jumat atau Kamis? (Angka pukul 12.00 di atas adalah penyederhanaan untuk memudahkan pembahasan.)

2. Kiribati yang Berani

Kiribati adalah negara tetangga dari Selandia (Baru) dan Alaska. Kiribati unik karena terbentang dari Barat sampai Timur mirip di Indonesia; kita memiliki 3 zona waktu; WIB, WITA, dan WIT. Kiribati juga memiliki 3 zona waktu.

Kiribati Barat adalah UTC+12 sama dengan Selandia. Ketika Selandia mulai mengawali hari Jumat maka Kiribati Barat, waktu bersamaan, juga mulai hari Jumat. Andai Anda sholat Jumat di Selandia maka, di saat yang sama, orang lain juga bisa sholat Jumat di Kiribati Barat.

Problem muncul di Kiribati Tengah. Zona waktu Kiribati Tengah adalah sama dengan Alaska. Ketika Anda di perbatasan, Anda Sholat Jumat di Kiribati Barat di hari Jumat; bila Anda sedikit melangkah ke Kiribati Tengah maka siang itu adalah hari Kamis; Anda sholat Jumat di hari Kamis di wilayah Kiribati Tengah. Bagaimana bisa?

Pemerintah Kiribati mengambil keputusan bahwa semua zona waktu mengikuti Selandia; bertentangan dengan Alaska. Maksudnya, bila Kiribati Barat hari Jumat maka Kiribati Tengah juga sudah hari Jumat; bahkan, Kiribati Timur lebih awal lagi (UTC+14). Bagaimana pun, keputusan ini adalah keputusan unilateral; yang ditetapkan sepihak oleh negara Kiribati.

Jadi bila Anda sholat Jumat di Kiribati Tengah maka hari itu adalah masih hari Kamis secara geografis atau secara kesepakatan internasional. Singkatnya: Anda sholat Jumat di hari Kamis.

Bila Anda ibadah Kebaktian Minggu maka hari itu adalah masih hari Sabtu secara geografis dan kesepakatan internasional.

Bagaimana kita harus menyikapi itu?

3. Keliling Dunia

Bara dan Timo berada di wilayah Inggris hari Kamis pukul 11.00 waktu setempat. Mereka akan keliling dunia dengan arah berlawanan. Bara bergerak menuju barat selama 13 jam dan Timo pergi ke timur selama 13 jam. Mereka bertemu di kapal induk di kawasan Selandia-Alaska pukul 12 siang. Hari apakah pukul 12 siang itu?

Bagi Timo, 12 siang itu adalah hari Jumat. Timo akan ibadah sholat Jumat. Bagi Bara, 12 siang itu adalah hari Kamis; jangan buru-buru sholat Jumat. Timo atau Bara yang benar?

Mereka bertanya ke Andia, penduduk Selandia, mendapat jawaban bahwa hari itu adalah hari Jumat. Timo ingin segera sholat Jumat. “Tunggu dulu,” kata Bara. Kita tanya ke orang lain lagi yaitu Aska, penduduk Alaska. Kata Aska hari itu adalah hari Kamis.

Bara dan Timo masih bingung. Mereka memutuskan untuk tambahan bertanya ke 1 orang lagi sebagai penentu. Bati, adalah penduduk Kiribati Tengah, mengatakan bahwa hari itu ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari Jumat; padahal, secara alam geografis, hari itu adalah hari Kamis.

Jadi, hari apakah siang itu?

Mereka telepon ke temannya yang ada di Inggris dan menjawab bahwa saat itu adalah pukul 00.00 dini hari peralihan dari hari Kamis menuju Jumat.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Konsep Tuhan Perspektif Heidegger

Tuhan adalah yang paling jelas; Maha Dahir dan Maha Cahaya. Tetapi Tuhan adalah yang paling tersembunyi; Maha Batin dan Maha Akhir. Bagaimana kita bisa memahami konsep Ketuhanan? Bagaimana kita bisa tergetar oleh hadirnya Tuhan? Bagaimana kita bisa melihat ke mana pun hanya ada wajah Tuhan?

Dalam tulisan ini, kita akan membahas konsep Tuhan dari perspektif Heidegger (1889 – 1976): sejarah; etika; dan ontologi. Pertama, kita melihat bagaimana Heidegger mengembangkan konsep Tuhan sepanjang sejarah hidupnya. Kedua, untuk memahami konsep Tuhan kita perlu etika berpikir terbuka; tidak cukup logika formal saja; kita butuh sikap ikhlas. Ketiga, setelah membahas bagian pertama dan kedua, baru kita masuk pembahasan Tuhan secara ontologis.

1. Sejarah Tuhan
2. Etika
3. Ontologi Tuhan
4. Diskusi
5. Analisis Akhir

“Hanya Tuhan yang bisa selamatkan kita.” Heidegger tua terkenal dengan ucapannya, “Only a God can save us.” Situasi alam raya, saat ini, dalam bahaya. Bom atom meledak dengan korban jutaan jiwa di Nagasaki Hiroshima pada tahun 1945. Ledakan teknologi AI lebih berbahaya dari bom atom terjadi akhir-akhir ini. Bagaimana kita bisa menghadapi itu semua? “Hanya Tuhan yang bisa selamatkan kita.”

1. Sejarah Tuhan

Pada masa muda, Heidegger mengkaji Tuhan dari perspektif teologi. Pada masa tua, Heidegger mengkaji dari aspek filosofi dan “berpikir.”

Pada tahun 1903, Heidegger mulai berlatih untuk menjadi pendeta. Ia masuk seminari Jesuit pada tahun 1909, tetapi keluar dalam beberapa minggu karena masalah jantung. Pada masa inilah ia pertama kali menemukan karya Franz Brentano. Dari sana ia melanjutkan studi teologi dan filsafat skolastik di Universitas Freiburg. (Ia lahir 1889).

2. Etika

Konsep Tuhan berbeda dengan konsep matematika; misal 2 + 1 = 3 pada bilangan asli. Anak yang sudah paham 2 + 1 adalah 3 maka tidak diperlukan hal lain, dia akan selalu paham 2 + 1 = 3. Sedangkan untuk memahami Tuhan, kita membutuhkan etika yaitu sikap ikhlas dan berpikir terbuka. Hati kita butuh tergetar resonansi bersama Tuhan.

Heidegger selanjutnya menganalisis bahwa hubungan resonansi awal ini hancur dalam proses objektifikasi aktivitas penelitian. Dalam sikap penelitian, “aku” tidak lagi beresonansi dan bergema. Dengan demikian, dunia tidak lagi menjadi dunia. “Aku” menghilang dan dunia secara bertahap menjadi “objek”. Dunia sebagai objek tidak lagi “menyentuh” ​​(Berührt) aku.

3. Ontologi Tuhan

Bagian paling sulit adalah ontologi Tuhan. Untuk memahami ontologi, kita perlu pertolongan Tuhan. Hanya ketika Tuhan melimpahkan cahaya maka manusia bisa melihat terang cahaya. Dari sisi manusia, kita perlu berjuang dengan ikhlas untuk bersiap menerima pancaran cahaya.

Pengungkapan keberadaan (wujud) dari enowning merupakan proses yang dijelaskan Heidegger dalam Contributions sebagai essential swaying (Seyn west). Penting untuk diingat bahwa ia menggunakan kata kerja.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Mindfulness

Berikut adalah catatan saya; bersumber dari buku Mindfulness karya Heidegger 1938-1939. Manusia butuh keteguhan pengetahuan-kesadaran untuk membahas tema Tuhan; tidak cukup definisi, hitungan, ilustrasi, mau pun teknologi.

[A. Keteguhan Pengetahuan Kesadaran; B. Tiga Posibilitas Eksistensi; C. Teknologi Sejarah; D. Tuhan Seiring Laku; E. Berani Terpesona;

F. Manusia Terpisah; G. Batas Penyucian; H. Berjumpa Tuhan; I. Pasti Laku; J. Awal Baru;

K. Salah Jalan; L. Jembatan Ruang-Waktu; M. Resonansi Kreatif; N. Bukan Ateis; O. Paling Benar;

P. Tak Bisa Dihitung; Q. Terdalam; R. Lompatan; S. Maha Akhir. ]

A. Keteguhan Pengetahuan Kesadaran

Tidak cukup mengandalkan kepastian atau niscaya. Kepastian hanya diperlukan oleh orang yang tidak tahu; yang ingin prasangka mereka dikonfirmasi secara pasti. Kepastian prasangka ini ada di luar pengetahuan-kesadadaran. Kita butuh keteguhan dalam pengetahuan-kesadaran.

“Thinking gods and speaking of them already requires inabiding a fundamental knowing-awareness. This thinking and this speaking do not require certainty which, as such, lies outside the fundamental claims of fundamental knowing-awareness. For, every certainty is always only the additionally reckonable warranty in accord with which the ‘not-knower’ at first consents to accept “knowing” and its advocacy.” (Mindfulness, 203)

B. Tiga Posibilitas Eksistensi

Untuk membahas wujud (being atau eksistensi), kita perlu mempertimbangkan 3 kemungkinan: [1] wujud mandiri; [2] wujud saling relasi; [3] wujud tersembunyi meski saling relasi.

[1] whether in laying claim on being, beings once again are grounded inceptually and appear in the simpleness of their ownmost.

[2] whether beings hold on to the chains and conventionalities of the hitherto historically mixed up and inextricable beingness and compel to a total lack of decision;

[3] whether the first possibility stays away, and though the second one does assert itself, and given their admitted appearance, beings dominate all being but still something else happens: whether the history of be-ing (the grounding of its truth) begins in the unknowable hiddenness-shelteredness within the course of the struggle of the ‘alone ones’ and whether be-ing enters its ownmost and strangest history whose jubilation and sorrow, triumphs and defeats beat only in the sphere of the heart of the most rare ones.” (Mindfulness, 203 – 205)

C. Teknologi Sejarah

Sayang sekali: sejarah menjadi teknologi yang memproduksi representasi masa lalu dan masa kini. Sedangkan, sangat disayangkan juga, teknologi menciptakan sejarah dengan eksploitasi alam.

“‘History’ as the technicity of representing the past and the present, and technicity as producing the ‘history’ of exploitation of nature, are therefore both unified procedures through which and increasingly without exception the individual man always eliminates every inquiry into the ‘whereunto’ and the ‘why’ as aberrant and superfluous. ‘History’ tolerates and puts up with itself still only as the exploration of what in advance is taken to be self-evident.

Seen from the Occidental point of view, the commonsensicality of democracies and the rational plannability of “absolute authority” will one day find and recognize each other as the same.” (Mindfulness, 207)

D. Tuhan Seiring Laku

Tuhan bukanlah obyek-penderita untuk diamati manusia; atau bukan pula obyek dari kegiatan manusia. Tuhan, atau nama-nama Tuhan, hadir seiring kebenaran “laku” manusia. Bagaimana pun, manusia tidak bisa memaksa Tuhan meski Tuhan melimpahkan kebebasan kepada manusia.

“God is never a being about which man knows something at times this way and at times another way; god is never a being whom man gets closer to in varying distances. Rather, gods and their godhood arise [G236] from out of the truth of be-ing, which is to say that, for instance, the thingly representation of god and the explanatory reckoning with god as the creator are grounded in the interpretation of beingness as produced and producible presence.

But man can neither steer nor force the manner in which, at any given time, be-ing enowns its truth or holds it back in order to leave beings entirely to themselves and to their raving in machination, because according to the belongingness to be-ing that is fundamental to man and without fathoming this history and having an inkling of it, he is attuned by be-ing to determine his ownmost.

And yet it depends entirely on the freedom of man, on how and to what extent he transforms and grounds that attunement into his destiny – an attunement which comes upon him from be-ing – and so at any given time shapes his ownmost into a definite gestalt.” (Mindfulness, 209)

E. Berani Terpesona

Hanya ketika manusia berani terpesona dalam nama Tuhan maka manusia berpotensi resonansi mengenal Tuhan.

“Hence all naming and reticence of gods resonates in the mindfulness of the history of be-ing. And only when the venturesome ones of man let themselves be attuned to the tempest of this history; only when the dismay that sets-free is no longer misinterpreted psychologically and morally, but instead re-grounded on a path of inabiding Da-sein (as awaiting the clearing of refusal), only then is a footpath stepped onto, which leads to the regions for preparing man for grounding a different ownmost to his own self and which allows a quiet intimation to arise that the flight and nearness of gods once again may lead to a decision. Every other way – that of calculating beings, explaining and obfuscating them – is only seemingly a pathway. Godlessness does not consist in the denial and loss of a god, but in the groundlessness of the [G238] godhood of gods. Therefore, the pursuit of customary worship and its consolations and uplifting can all the time be godlessness; equally godless is the replacement of such worship by enticing “lived-experiences” or paroxysms of emotion.” (Mindfulness, 210)

F. Manusia Terpisah

Sudah terlalu lama manusia tidak berani terpesona oleh nama Tuhan. Mereka terjebak dalam kesibukan siang dan malam. Manusia menjauh dari Tuhan.

Since long ago man is without attunement. Without their night and without their day, gods flee from the swaylessness of their godhood. But man still relies on his opinions and achievements and on their desolateness he pastes the images of his confused flickering “lived-experiences”.

And nevertheless already a hinting comes to pass; nevertheless the dismay that sets-free strikes into the machination of beings, and nevertheless another history has already begun, which perhaps the man hitherto will in the long run never experience because he puts his trust into his hithertoness, which, given the growing upheavals and alterations of his undertakings, he has only seemingly left behind. (Mindfulness, 211)

G. Batas Penyucian

Upaya ritual penyucian telah gagal mengantar manusia mengenal nama Tuhan. Ateisme sama gagalnya.

In the preparation for the godhood of gods through divinization and through de-godding there rules a unique belongingness of man to be-ing, which is best characterized with the words forgottenness of be-ing. This forgottenness gives preeminence to beings themselves as “the most actual”, and marks them as representable and producible. To the extent that representation and production reach their limits, which they grasp right away as the limits of beings, and insofar as the explainable comes upon the un-explainable, the explainable must either be glorified or explained with the help of the un-explainable itself.

In each case representation arrives at a higher being or at a being that is beyond beings [Uber-seiende]. Here the godhood of gods never arises out of the swaying of be-ing. Indeed, gods who arise out of divinization lack godhood altogether. (Mindfulness, 212-213)

H. Berjumpa Tuhan

Manusia membuka pintu perjumpaan dengan Tuhan dengan laku sejati; Tuhan bebas menganugerahi kunci.

That be-ing is -this most hidden hearth-glow inflames history as be-ing’s struggle for the countering of gods and man- a struggle which only struggles for the ownmost swaying of be-ing out of be-ing itself, and thus rekindles the glowing of its glow unto the most sheltered-concealed stillness. Gods are those who necessitate Da-sein, that is, the guardianship of man, but in such a way that gods’ distressing need, the need of their own godhood, arises out of be-ing as enowning. (Mindfulness, 214)

“Nama-Nama Tuhan yang meniscayakan Dasein, yaitu, penjagaan manusia, tapi dengan jalan kehendak kuat Tuhan, kehendak ilahi, hadir dari be-ing as enowning.”

I. Pasti Laku

Nama-nama Tuhan bersatu dengan laku sejati. Sementara, mesin-mesin pabrik justru memecah belah persatuan kenyataan.

There is no longer any possibility for gods apart from be-ing since beings, broken loose in their machination, are only capable of serving the de-godding.

But the uniqueness of be-ing encompasses further such abundance of ‘the unsaid’ and ‘unquestioned’ that the last god completes above all a rich prehistory of the grounding of its godhood. (Mindfulness, 215)

Tapi keunikan be-ing menembus seluruh kelimpahan “tak-terucap” dan “tak-tertanyakan” bahwa Maha Akhir Sempurna di atas seluruh dasar prasejarah dari ketuhanan.

J. Awal Baru

Laku menjadi awal baru bagi mereka yang telah lama mempersiapkan diri untuk berjumpa Tuhan. Tuhan tidak diciptakan; tidak ditemukan; Tuhan seiring sejalan dengan laku sejati manusia.

And perhaps for the sake of any possibility of the other beginning of history it could happen right away that those who since long ago are destined to prepare for the other beginning would be unequal to this destiny insofar as they would rescue themselves in the diversions offered to them by what is still contemporary: evoking something new;
organizing something promising, and reckoning with discipleship.

Should this happen, then all of it had to speak of a disloyalty [G245] to the destiny of a prolonged awaiting and of a denial of that knowing-awareness that knows that man neither comes upon gods, nor invents them; that along with the transformation of man’s ownmost, gods immediately remove themselves unto their own sway; and that this simultaneous happening enowns itself as the en-owning whose swaying demands that this en-owning itself names be-ing. (Mindfulness, 216)

K. Salah Jalan

Apakah tujuannya untuk menetapkan perjumpaan Tuhan dan manusia? Apakah layak? Hanya akan meniti jalan yang salah bila seperti itu. Laku butuh pengetahuan kesadaran.

To ground a history for gods and man in their mutual beholding; to merely strive for such a grounding through many errant pathways and grounds even if from far away, or initially only to lead mindfulness to this hidden trajectory of be-ing-history and to pass over the metaphysical epoch – should this still be a goal for the unclaimed powers and unrecognized ventures of the Occident? Those who are knowingly-aware of be-ing respond as questioners, but those who pursue beings exert themselves, with their success, to prove themselves ‘historically’ before the future ‘history’. (Mindfulness, 217)

L. Jembatan Ruang-Waktu

Nama-nama Tuhan menjadi jembatan ruang-waktu bagi mereka yang menjaga kebenaran laku; melalui “distressing need” atau puasa atau lara.

And what is necessary arises out of distressing need. And yet this distressing need arises from ‘making room’ for a ‘time’ of abground, which as abground forces the godhood of gods onto the bridge that leads to the domain of man and demands from him the grounding of that ‘time-space’ which as grounding lets that history takes its inception to which belongs what the guardianship of the truth of be-ing has ventured.

Here perhaps the most lonesome ones find the buried paths of the flights of gods without finding their way back to the winding roads of “beings” which cannot offer anything but the endless exploitation of beings in their desolation—an exploitation under the guise of the progressing happiness of the massive man and his confirmed needs. (Mindfulness, 218)

M. Resonansi Kreatif

Kapan dan bagaimana laku manusia beresonansi dengan Tuhan terjadi secara kreatif. Pertanyaan eksak tentang resonansi adalah salah paham. Diam lebih baik dari hiruk-pikuk pencapaian tujuan perayaan agama.

However, it cannot ‘historically’ be said whether, when, and for which hearts be-ing positions itself between the alienated gods and the disturbed human beings and allows the sway of gods and the ownmost of man to resonate in a creative mutual beholding. Indeed, to cling to such questions means mis-cognizing already the fundamental knowing-awareness.

The name “gods” should be ‘said’ only in order to raise the silent reticence of the question-worthiness of gods to a foundational attitude. Whoever turns a deaf ear to this ‘saying’ nonetheless often attests [G249] to a more genuine questioning attitude than those who are concerned with “satisfying” “religious needs”. (Mindfulness, 219)

N. Bukan Ateis

Nama-nama Tuhan terbebas dari agama tertentu; terbebas dari kultus; meski bukan ateis juga. Karena ateis adalah metafisika. Pengetahuan kesadaran adalah lompatan menuju kebenaran laku yang tidak membutuhkan sesuatu; dan tidak merendahkan sesuatu seolah menjadi pengganggu.

As little as such naming could inadvertently introduce new gods or even inaugurate a religion, as little is this questioning-enthinking out of the sway of be-ing – questioning-enthinking of godhood and of man’s domain- – to be equated with a churchless and cultless yet by no means an “atheistic” piety in the sense of an enlightened pantheism and the like. For all these belong to the sphere of metaphysics.

But what counts here is mindfulness of that which is most temporary in all preparation, that is, mindfullness of man’s leaping into the grounding of a truth of be-ing – a leaping that does not need the help of beings, and does not degrade beings to the distortion of be-ing. (Mindfulness, 220)

O. Paling Benar

Laku yang paling benar tidak bisa dihitung asal dan hasilnya; karena laku adalah asli sehingga tidak ada perbandingan dengan apa pun.

The foremost truth of be-ing-historical thinking (see above, G250) entails a decision whose originariness and yields cannot be calculated, because this decision has to fall in the history of be-ing for the first time and thus has nothing to be compared with. (Mindfulness, 221)

P. Tak Bisa Dihitung

Manusia terlalu menghitung angka-angka sehingga tidak mampu berjumpa Tuhan; lebih dari itu, manusia bahkan tidak lagi mampu menanggung laku kebenaran.

The still unseized signs of thrownness into Da-sein hint above all at the strangeness that settles on what is most familiar, most near and most current, and unveils their proffered certainty as the pursuit of a forgetting of be-ing.
Would man once again venture a prolonged reflection on the fact that perhaps his way of being has long become unbearable to gods not only because he can no longer include gods in the calculation of the gigantic [G253] tininess of his “lived-experience” but also because prior to that he cannot even bear be-ing in a grounded truth? (Mindfulness, 222)

Q. Terdalam

Yang Maha Tinggi bersembunyi sebagai Maha Tersembunyi; persembunyian paling dalam; muncul sebagai Tuhan Maha Akhir. Untuk berjumpa dengan Maha Akhir adalah perjuangan paling panjang yang sewaktu-waktu datang begitu saja.

The loftiest beginning encloses in itself and thus begins with the most profound ‘going under’. The last god arises out of this ‘going under’. Because the last god is the one most rare, there belong to this god the longest time of preparation and the suddenness of its unpredictable nearness. To know this is already to intimate, out of the grounding attunement that lies outside happiness and unhappiness, the remoteness of this god. (Mindfulness, 223)

R. Lompatan

Telah lama berkembang ilusi metafisika bahwa Tuhan adalah sebab dari segala sesuatu; yang bukan sesuatu; yang terbukti sendiri; tapi tidak bisa dipahami. Ilusi metafisika ini membingungkan diri sendiri. Laku kebenaran adalah lompatan untuk mengenal Tuhan.

In all manner of ways and since long ago the illusion rules according to which gods are the cause, the support, [G255] the ground, the apex and the disfiguration of beings, and dominate beings as if after all a god lets itself be reckoned out of beings. If this reckoning fails, then one seeks refuge in what is already proven since long ago and thus proves the opinion that god belongs to beings. But this illusion is so often and in so many ways proved by metaphysics as the truth that this illusion dissolves itself in metaphysics and becomes identical with what is self-evident but unnoticeable. What if gods could neither be reckoned out of beings nor be destined for beings; what if gods were not even the cause of being (of beingness); what if be-ing as prime-leap were to be their ground? (Mindfulness, 224)

S. Maha Akhir

Tuhan Maha Akhir menjadi bentangan paling tinggi oleh laku kebenaran; yang menjadi “perantara” segala sesuatu untuk berpegang kepada sumber hakiki.

The last god is inflamed to the highest distress by be-ing as the ‘in-between’ of beings that holds unto the abground. (Mindfulness, 225)

5. Analisis Akhir

Heidegger membahas Tuhan dengan indah, mendalam, dan sulit dipahami. Hampir selalu, tulisan Heidegger sulit dipahami. Hal ini bisa menjadi saringan: hanya peminat serius saja yang akan berhasil memahami. Tetapi ada resiko bahwa orang menilai tulisan Heidegger ini tidak ada arti; sebuah resiko yang wajar saja. Menariknya, orang awam justru bisa memahami ide Heidegger bila dikutip pendek saja. Heidegger melarang buku Mindfulness untuk diterbitkan kecuali dia sudah mati. Barangkali sadar akan kontroversi.

Tulisan ini, terutama Mindfulness, membedakan being dengan be-ing; sein dengan seyn; dasein dengan da-sein; sesuatu dengan laku. Kelompok pertama penting: being; sein; dasein; dan sesuatu. Kelompok kedua lebih penting lagi: be-ing; seyn; da-sein; dan laku.

Heidegger adalah pencari Tuhan; menurut penuturan Gadamer, sang murid Heidegger. Heidegger percaya kepada Tuhan. Heidegger menolak ajaran agama formal di Jerman; menolak ateisme; menolak panteisme. Heidegger menerima ajaran para Nabi; menerima agama para Nabi. Nabi bukan menjadi klaim dalil; Nabi adalah teladan untuk diteladani. Nabi adalah sumber inspirasi. Setiap Nabi adalah jati seorang diri.

Bagaimana menurut Anda?

Catatan Cosmic Connection

“… the human need for cosmic connection; … one shot through with joy, signifcance, inspiration.”

“Their works bypass the philosophical objections to the belief in cosmic orders but generate in the reader the felt sense of a reality higher and deeper than the everyday world around us.” (Taylor).

(1) Nature was not to be understood mechanistically. It
was more like a living organism.

(2) Then our soul communicates with this whole, with Nature. Nature
resonates in us, and we intensify this through expression, art.

(3) But our whole idea of Nature has undergone a modern shift.

(4) We are striving to discover our true form through creative expression, moving stage by stage.

(5) The two lines of expressive-historical development, of the cosmos
and humans, respectively, are interlinked. Nature or cosmos can’t reach
its final form without our realizing ours.

(6) It also includes, while going beyond, the new understanding of freedom as autonomy, which was both an ethical and political ideal.

(7) The ideal of the perfect reconciling of freedom and unity with nature, within and without.

But

(8) Irony: the road to (7) may never be completed; we may always strive, suffer distance. Ironic expression, however, manifests the gap, and shows what we strive for.

“.. the full realization of Nature requires the conscious expression which only Spirit can give it. Art (or philosophy) and Nature come into unison because they come to fulfillment together.”

“Man only plays when he is in the fullest sense of the word a human being, and he is only fully a human being when he plays.”

“We might say that the right language would satisfy the demands of Plato’s Cratylus: a word would figure what it designates.”

“This parallelism could be taken in two ways: either it invites us to seek the structures of the larger order by delving into our own nature, or it tells us that we can’t fully understand ourselves, our goals, or the meanings which are crucial to us without a grasp of the cosmic order.”

“Recovering the language of insight isn’t just adding to our dispassionate knowledge: it also reconnects us to the cosmos, and this realizes our essential purpose.”

“First, it is defined in terms of the indispensability of mediation: in this,
it partakes of the nature of metaphor, where we cast light on one matter
through invoking another.”

“… the work of art yields … a strong experience of connection, or more
generally, it transforms our relation to the situation it figures for us.’

Narasi AI untuk Indonesia Emas

Kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Perjalanan panjang dari Indonesia merdeka 1945, berjuang dalam rentang 100 tahun, kita menyambut Indonesia Emas 2045.

Narasi AI apa yang tepat untuk menyambut Indonesia Emas?

Anda bisa mengajukan jawaban berupa beragam narasi terbaik. Sebagai pertimbangan, kami menawarkan tiga narasi utama bagi AI. Pertama, narasi AI bagai vitamin memandang AI sebagai penguat bagi manusia, menyehatkan, dan memudahkan. Vitamin AI memang mengandung racun tetapi hanya kecil. Sementara, manfaat AI jauh lebih besar. Kedua, narasi AI bagai doping yang memandang AI sebagai benar-benar bermanfaat memacu kinerja manusia. Tetapi, resiko doping amat besar; resiko AI amat besar yaitu bisa menghancurkan peradaban manusia. Karena itu AI membutuhkan regulasi ketat. Ketiga, narasi AI bagai ganja yang memabukkan umat manusia. Tentu saja, kita membutuhkan regulasi sangat ketat ketika AI mirip ganja. Bagaimana pun, ganja tetap bermanfaat bagi alam raya.

Dalam setiap narasi, kami menguraikan secara singkat ide-ide utama narasi AI, kemudian memberi beberapa kritik bila diperlukan, dan menawarkan beberapa rekomendasi.

Selamat menapaki masa depan emas untuk Anda!