Apa Waktu Sejati?

Apa sebenarnya waktu? Apa waktu benar-benar ada? Apa makna sebenarnya dari waktu?

Waktu adalah apa yang ditunjukkan oleh jarum jam. Waktu adalah hasil pengukuran jam atau stop watch atau alat ukur waktu. Waktu adalah yang kita rasakan ketika terus berubah. Pandangan umum tentang waktu, barangkali, seperti di atas. Tetapi, apa sebenarnya waktu secara filosofis?

Untuk membahas waktu secara tuntas, andai bisa tuntas, saya rekomendasikan tiga tulisan berikut ini.

1. Waktu (Tidak) Bisa Mundur

Dalam tulisan tersebut, saya membahas waktu sejati sebagai bentangan futuristik, yaitu, waktu membentang dari future menuju past dan menyusuri present. Sehingga, waktu adalah kesatuan dalam bentangan masa depan, masa lalu, dan masa kini.

Saya juga membahas waktu secara sains seperti dikaji oleh Newton, Einstein, dan Feynman. Sementara, pandangan filosofis waktu sebagai derivasi dari wujud juga kita bahas. Waktu adalah ukuran gerak substansial menurut Sadra. Bandingkan dengan Aristo, juga Hegel, yang menilai waktu sebagai living-now yang terus bergulir.

Saya kira tulisan saya, di tautan atas, memadai sebagai pengantar membahas konsep true-time secara filosofis.

2. Waktu adalah Binuko: Disclosing & Opening

Waktu adalah horizon transenden bagi being. Waktu adalah binuko. Waktu adalah “sebab” bagi being, bagi wujud, untuk membuka diri. Di saat yang sama, waktu menyembunyikan being.

Waktu adalah keterbukaan. Waktu adalah temporalisasi.

Tulisan pada tautan ini bersumber dari Heidgger yang disusun oleh Thomas Sheehan. Menurut saya, pembahasan Sheehan bagus dan padat.

3. Waktu adalah Apropriasi: Pengkhidmatan

Waktu sejati adalah apropriasi: pengkhidmatan. Waktu berkhidmat kepada being dengan cara memberi waktu kepada being. Being berkhidmat dengan menerima khidmat dari waktu. Apropriasi dari waktu dan being adalah dasar dari segalanya tetapi bukan metafisika. Maksudnya, waktu mau pun being bukan anggota dari apropriasi. Waktu dan being bukan ada lebih awal lalu dihubungkan dengan apropriasi. Bukan pula, apropriasi sudah ada lalu muncul waktu dan being. Mereka setara.

Tautan ketiga ini memang abstrak dalam pembahasannya. Dengan kesabaran, saya yakin Anda akan berhasil menemukan poin-poin penting tentang waktu sejati, true-time. Tulisan saya yang ini belum selesai, masih on progress. Saya berencana melengkapi dengan tema tataluma, serta Urip Iku Urup dari Sunan Kalijaga.

Semoga bermanfaat…!

Iklan

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: