Youtuber Monetized Panen Dolar Sampai Milyar

Apakah hasil youtuber begitu besar? Sampai panen dolar? Dirupiahkan bermilyar-milyar?

Sebuah lembaga survey dari Eropa menobatkan Atta sebagai youtuber berpenghasilan terbesar di dunia asal Asia. Perkiraan tiap bulan Atta meraup dua milyar rupiah lebih. Wow…!

Saya akan sharing pengalaman pribadi sebagai youtuber lebih dari 11 tahun. Saya mengelola dua canel utama yaitu youtube.com/pamanapiq dan youtube.com/edujiwa yang fokus bidang edukasi. Tentu saja canel edukasi agak beda dengan canel Atta.

Tahun 2020
Benar bahwa tahun 2020 banyak youtuber Indonesia menghasilkan dolar cukup untuk penghidupan mereka dan keluarga. Setidaknya hasil dolar yang besar ini dirasakan pada tahun 2019. Saya pun merasakan dari peningkatan canel saya.

Tahun 2018
Waktu paling cantik bagi beberapa canel Indonesia melonjak dalam penambahan subscriber yang berdampak pada lonjakan peroleh dolar juga. Salah satunya canel Sabyan melonjak tinggi pertengahan 2018. Canel saya youtube.com/pamanapiq juga mendapat lonjakan dahsyat menjelang akhir 2018. Sedangkan canel edujiwa konsisten terus meningkat.

Saya memperkirakan tahun 2018 inilah tahun awal bahwa youtube di Indonesia mulai bisa dijadikan sumber penghasilan utama secara ekonomis.

Tahun 2012
Seingatku tahun 2012 atau akhir 2011 google mengirim email ke saya menawari apakah saya bersedia jika video dimonet agar menghasilkan uang?

Setelah saya pertimbangkan beberapa waktu maka saya bereksperimen menerima tawaran dari google tersebut. Selanjutnya beberapa iklan mulai muncul di video youtube saya.

Berapa penghasilan youtuber di 2012? Tentu saja masih kecil. Naasnya, canel saya Edujiwa justru tidak menghasilkan dolar sama sekali. Padahal iklan sudah tampil di banyak video edujiwa saya. Saya pikir mungkin sengaja belum dilaporkan oleh youtube.

Sampai suatu saat ketemu youtuber lain yang bercerita bahwa ia sudah menghasilkan dolar. Maka saya cari info dan terhubung dengan youtube pusat Amerika sana. Mereka bilang harusnya saya sudah menghasilkan dolar. Saya diskusi panjang, berbulan-bulan, dengan youtube Amerika untuk menyelesaikan masalah saya. Hasilnya: dolar saya tetap 0.

Awal 2013 saya mencoba membuat canel kedua yaitu youtube.com/pamanapiq dan langsung mendapat dolar.

Catatan: Tahun 2013 tidak perlu syarat macam-macam untuk monetized youtube. Mulai tahun 2018 ditetapkan syarat untuk bisa monetized adalah minimal 1 000 subscriber dan 4 000 jam tayang pada 1 tahun terakhir.

Tapi anehnya canel utama saya edujiwa tetap tidak mendapat dolar. Saya terus berdiskusi dengan youtube Amerika dan hasilnya tetap tidak ada dolar. Padahal semua proses sudah saya lalui dengan benar.

Jelang hari pendidikan nasional 2015 saya memperoleh kehormatan terpilih sebagai narasumber youtube Indonesia. Canel saya terpilih sebagai yang terbaik di bidang edukasi sejati. Dan saya berkesempatan sharing pengalaman membuat dan mengelola canel edukasi.

Bulan Februari, sebelum hardiknas 2015, tanpa pemberitahuan apapun tiba-tiba youtube mengirimkan dolar ke rekening saya dalam jumlah yang cukup besar. Tampaknya ini adalah penghasilan dolar sejak tahun 2012. Setelah itu penghasilan dolar berjalan lancar.

Tahun 2008
Belum banyak orang mengenal youtube di tahun 2008. Saya sudah optimis bahwa youtube akan menjadi media edukasi yang hebat. Orang-orang tidak percaya dengan keyakinan saya itu. Tapi saya terus maju dengan membuat canel youtube yang fokus bidang edukasi.

Berapa penghasilan dolar di tahun 2008? Tidak ada sama sekali. Karena tahun 2008 tidak ada iklan youtube di seluruh dunia. Bahkan di Amerika sendiri iklan youtube baru dimulai sekitar tahun 2010.

Saya tahun 2008 benar-benar fokus memanfaatkan youtube sebagai cara untuk memajukan pendidikan Indonesia. Tanpa ada pemikiran bahwa youtube akan menghasilkan uang apalagi dolar.

Saat itu membuat video masih sulit sekali karena kamera digital belum bagus dan harga mahal. Smartphone juga belum ada. Video editing sulit dilakukan. Benar-benar tidak mudah jadi youtuber di tahun 2008 itu.

Tetapi hasilnya bagus dalam jangka panjang. Tahun 2019, tiap bulannya, hampir 2 juta orang rutin belajar melalui canel youtube saya. Semoga video saya memberi manfaat bagi generasi Indonesia.

Dampak secara ekonomi juga cukup bagus.

Bagaimana menurut Anda?

Kurikulum Nadiem: Siswa Aktif Guru Kreatif

Bagaimana kurikulum baru yang dipimpin menteri baru Mas Nadiem Makarim?

Banyak yang sinis mencibir, “Menteri baru kurikulum baru.” Awalnya saya berharap Mas Menteri tidak mengubah kurikulum tetapi cukup menyederhanakan kurikulum. Tapi tampaknya Pak Presiden ingin ada perombakan kurikulum. Maka akan ada kurikulum baru yang dahsyat!

Saya mengamati problem kurikulum mulai muncul era 80an dengan munculnya istilah CBSA: Cara Belajar Siswa Aktif. Saya berharap kurikulum Nadiem mampu mengatasi beragam problem kurikulum masa lalu dan siap menghadapi problem kurikulum milenial.

Berikut ini beberapa ide saya untuk kurikulum Nadiem agar dapat menciptakan pendidikan nasional yang unggul.

  1. Hindari kesalahan CBSA. Sekilas cara belajar siswa aktif adalah konsep yang sangat bagus. Kurikulum ini juga tepat berfokus pada proses yang dilakukan siswa. Tetapi luput hal kecil saja maka menyebabkan konsep CBSA yang bagus menjadi terpeleset.

    Ketika siswa aktif maka guru bagaimana?

    Maka guru tidak aktif. Dan kita tahu apa yang terjadi selanjutnya. Guru yang tidak aktif menjamin gagalnya setiap sistem pendidikan. Di tanah Sunda terkenal ungkapan CBSA: Cul Budak Sing Anteng (Lepaskan Siswa Semoga Tenang).

    Maka solusi terbaik untuk kurikulum Nadiem adalah SAGK: Siswa Aktif Guru Kreatif.

    Memang benar siswa perlu aktif tetapi guru tidak boleh pasif justru harus kreatif. Interaksi siswa aktif dengan guru kreatif ini menciptakan proses kokreasi antara siswa dan guru di dunia pendidikan. Maka majulah pendidikan Indonesia.

2. Kurikulum Berbasis Kompetensi juga konsep yang bagus. Tetapi kita tahu ini barangkali menjadi konsep kurikulum paling rumit di Indonesia. Begitu banyak kompetensi yang perlu dikembangkan sehingga tak satu pun kompetensi yang berhasil berkembang dengan baik.

Mas Menteri sampai saat ini juga tetap berpegang teguh kepada kompetensi – sebagaimana petunjuk Pak Presiden. Apakah Mas Menteri akan terjebak dalam kompleksitas kompetensi? Saya harap tidak.

Dalam berbagai kesempatan Mas Menteri menekankan kompetensi dasar: literasi dan numerik. Saya setuju itu! Fokus literasi saja dan numerik saja. Apakah bisa hanya fokus itu? Tugas yang berat untuk fokus hanya 2 kompetensi dasar.

Saya usul konten kurikulum dibagi menjadi beberapa bagian. Misal kurikulim inti: literasi dan numerik. Kurikulum utama: agama dan pancasila. Kurikulum talenta: seni, olahraga, hobi. Kurikulum terkini: teknologi, coding, data, dll.

Hanya kurikulum inti yang secara ketat standard ditetapkan oleh kementerian pusat. Sedangkan kurikulum utama, talenta, dan lain-lain sepenuhnya kita percayakan kepada satuan pendidikan. Pusat hanya memberikan arahan dan best practice saja.

Dengan demikian kurikulum Nadiem menjadi sederhana sekaligus mengakomodasi keragamaan Indonesia.

3. Guru adalah kurikulum itu sendiri. Fokus meningkatkan kualitas guru menjadi penting sekali. Mas Menteri saya kira setuju dengan ini. Maka perlu terobosan kreatif untuk menjalankan program peningkatan kualitas guru yang massif, efisien, dan efektif.

Bagaimana menurut Anda?

Surat Terbuka untuk Mas Nadiem dan Pak Jokowi: Zonasi Tak Adil

Yth Mas Menteri Nadiem dan Bapak Presiden Jokowi,

Dengan hormat, saya yakin Mas Nadiem dan Pak Jokowi tahu hiruk-pikuk PPDB karena zonasi tahun 2019. Pak Jokowi sudah memerintahkan revisi tapi jawabannya hanya menambah rentang jadi 15% untuk jalur prestasi. Dan Mas Nadiem menambah lagi jadi 30%. Apakah itu revisi yang diharapkan oleh seorang presiden Pak Jokowi?

Perkenalkan saya adalah Paman APIQ, seorang youtuber edukasi spesialis matematika, pendukung utama konsep zonasi tetapi menolak permen zonasi 2018 yang berlaku 2019. Saya punya 5 orang anak yang semuanya saya sekolahkan berdasarkan konsep zonasi. Ketika SD, 5 anak saya sekolah di SD terdekat rumah. Ketika SMP, 4 anak saya sekolah di SMP terdekat. Meski orang mengatakan itu bukan SMP favorit tapi saya tetap pakai konsep zonasi dengan persetujuan anak saya tentunya. SMA juga anak-anak saya pakai konsep zonasi ke SMA terdekat.

Tetapi saya menolak permen zonasi. Mengapa? Saya kira Mas Menteri dan Pak Jokowi juga merasakan ada yang salah dengan permen zonasi. Salah dalam konsep dan salah dalam pelaksanaan. Saya kira tidak ada yang salah bagi panitia pelaksana yang diwajibkan menerapkan permen zonasi. Di sisi orang tua dan siswa bingung dengan semua salah dan ketidakpastian.

Mas Menteri dan Pak Jokowi yang saya hormati,

Saya mencatat ada minimal 3 poin kesalahan permen zonasi. Dan saya menyertakan beberapa ide solusinya.

Pertama, kesalahan fatal, menentukan seleksi berdasar jarak terdekat. Ini jelas tidak adil bagi siswa, tidak adil bagi orang tua. Bagaimana lokasi rumah menjadi diskriminan – pembeda – masa depan sekolah seorang bocah? Tidak adil bahkan bisa jadi tidak masuk akal. Ilustrasi dari teman saya ada yang rumahnya berjarak 500 meter diterima di sekolah tapi tetangga sebelahnya berjarak 520 meter tidak diterima di sekolah. Sulit memahaminya.

Dan banyak orang mengatakan siswa tidak perlu belajar apa pun. Asal rumah mepet rapat – dekat – sekolah pasti diterima masuk sekolah. Seburuk apa pun nilai siswa.

Ide solusi dari saya adalah menetapkan zona siswa hanya sebagai syarat untuk mendaftar. Bila siswa berada dalam zona maka bisa daftar ke sekolah terdekat – kemudian jarak tidak lagi diperhitungkan. Berikutnya akan diperhitungkan beragam kriteria yang adil terbuka misal: prestasi, nilai, karya, kondisi ekonomi, dan lain-lain.

Kedua, kesalahan sudut pandang, zonasi dengan fokus utama sekolah seharusnya fokus utama adalah siswa. Karena zona dilakukan kepada sekolah maka siswa, sebagiannya, diperlakukan tidak adil. Terdapat beberapa lokasi siswa yang tidak mungkin diterima di sekolah mana pun. Di mana letak adilnya?

Misalkan saya berada di kota Bandung di mana kira-kira berjarak 1,2 km ke SMA 1, SMA 2, dan SMA 15 Kota Bandung. Lokasi saya tidak jauh dari sekolah tersebut tapi juga tidak dekat. Anak-anak di lingkungan saya sulit diterima di SMA terdekat karena kalah bersaing dengan anak-anak lain yang berjarak kurang dari 1 km. Apakah ini adil? Tidak!

Masalah juga terjadi ketika di suatu kabupaten, SMA-SMA negeri dibangun di kawasan pendidikan tertentu. Misal kota Rembang, SMA-SMA di kisaran pantura. Maka anak-anak di sekitar pantura dapat memilih beragam sekolah tetapi anak-anak yang berada di Rembang bagian selatan tidak punya kesempatan untuk mendaftar ke wilayah pantura.

Ide solusi saya adalah dengan menetapkan zona siswa bukan zona sekolah. Setiap kelurahan/desa, sebagai zona siswa, mendapat hak untuk mendaftar ke 3 sekolah terdekat. Dengan demikian semua siswa terjamin haknya untuk memilih sekolah. Dalam istilah matematika, zona siswa misal kelurahan sebagai domain sedangkan kelompok sekolah sebagai kodomain.

Ketiga, kesalahan tak seimbang, di mana orang tua siswa diminta untuk memahami permen zonasi di sisi lain tidak tampak kementrian memahami dengan baik keberatan orang tua siswa. Orang tua dan siswa mengeluh karena tidak adil tapi kementrian menilai hanya karena kurang sosialisasi. Padahal memang ada masalah substansial. Orang tua dan siswa menilai ada sekolah favorit sementera kementrian menganggap semua sekolah adalah setara.

Ide solusi saya adalah meningkatkan kualitas sekolah dengan transparan. Sehingga orang tua dan siswa yakin bahwa semua sekolah kualitasnya sedang meningkat untuk sama-sama jadi favorit. Tugas mengajar guru dapat saja ditukar lokasinya tiap semester dari sekolah A ke sekolah B. Jadi semua sekolah memiliki guru yang hakikatnya sama. Tentu fasilitas sekolah perlu ditingkatkan.

Karena ini semua perlu proses maka penerapan zonasi juga perlu proses. Tidak serta merta dan tidak berubah tiap tahun tanpa konsistensi. Misalkan peraturan zonasi sudah diperbaiki dan asumsikan 90% siswa zonasi maka bisa ditetapkan bertahap tahun 2020 = 50%, tahun 2021 = 60%, dan 2024 = 90%. Seiring kementrian meningkatkan kualitas semua sekolah jadi setara, orang tua dan siswa juga siap menyesuaikan.

Mas Menteri dan Pak Jokowi yang saya hormati, demikianlah sedikit surat terbuka dari saya. Oh…ya… barangkali Pak Jokowi berkenan kapan-kapan kita bisa kolaborasi sebagai youtuber. Sedikit info, banyak penonton youtube yang mengatakan suara saya di youtube mirip dengan suara Pak Jokowi. Padahal saya asli dari Jatim sedangkan Pak Jokowi dari Jateng. Masih bertetanggalah…!

Berikut ini saya sertakan chanel edukasi saya http://www.youtube.com/pamanapiq

Saya tidak tahu apakah surat terbuka ini sampai dibaca oleh Mas Nadiem dan Pak Jokowi. Tapi saya berharap sistem pendidikan Indonesia makin maju.

Terima kasih.

Salam hormat

Paman APIQ / Agus Nggermanto

Berikut 3 Cara Berhenti dari BPJS Kesehatan

Apa yang bisa masuk tapi tidak pernah bisa keluar?

BPJS Kesehatan.

Karena BPJS Kesehatan adalah wajib bagi seluruh warga maka begitu Anda masuk sebagai anggota BPJS maka tidak ada jalan untuk keluar.

Tapi saya menemukan ada 3 cara untuk keluar atau berhenti dari BPJS kesehatan. Semoga dengan cara ini menjadikan BPJS lebih baik lagi demi kemajuan Indonesia.

Selengkapnya silakan ikuti video saya berikut ini.

Barangkali ada ide-ide? Silakan tulis di komen berikut ini.

Rejeki Tak Terduga dengan Cara Digital

Memang di luar dugaan.

Jaman digital membuka pintu-pintu rejeki dari arah yang tak diduga. Saya tidak mengira tapi terjadi nyata.

Pak Budi, nama samaran, datang ke rumah berbagi cerita.

Saya melamar kerja sebagai guru ke sebuah sekolah keren. Salah satu tes adalah mengajar yang siswanya adalah panitia seleksi guru.

Saya mengajar materi FPB KPK dengan rumus cepat paman APiQ. Panitia seleksi terkesima, “Kamu lulus, langsung diterima!

Sebenarnya Pak Budi tidak pernah bertemu paman APIQ. Pak Budi belajar rumus cepat paman apiq melalui youtube canel paman APIQ. Terdapat lebih dari 7000 video rumus cepat paman APIQ di youtube.

Bahkan di sekolah keren itu Pak Budi jadi terkenal sebagai guru dengan segudang rumus cepat. Guru lain dan siswa bila ada masalah matematika maka berkonsultasi ke Pak Budi untuk mendapatkan pencerahan rumus cepat. Pak Budi tinggal cari rumus cepatnya di canel paman APIQ. Penggemar Pak Budi makin banyak.

Sampai akhirnya Pak Budi berpikir bahwa perlu mengundang paman APIQ langsung datang ke sekolah keren itu.

Ketika Pak Budi bertemu saya, dia bercerita langsung dan sepakat mengundang paman APIQ sebagai narasumber ke sekolah keren dengan biaya profesional. Rejeki ini datang dari pintu yang tak terduga.

  1. Orang-orang bertakwa memperoleh rejeki dari arah yang tak terduga.
  2. Orang yang bertawakkal maka akan dicukupkan segalanya.
  3. Jaman digital makin banyak cara untuk bertakwa dan membuka pintu rejeki tak terduga.

Mari bertakwa dan bertawakkal…!

Bagaimana menurut Anda?

Youtube Tidak Nyaman Tapi Aman dengan COPPA

Awal 2020 youtuber harus mematuhi COPPA untuk melindungi anak-anak secara online.

Baguskan? Bagus tapi tidak bagus.

Bagus karena anak-anak kita menjadi lebih aman terlindung secara online. Tidak bagus karena beberapa konten positif menjadi sulit ditemukan.

Kita masih menunggu bagaimana youtube akan menerapkan kepatuhan terhadap COPPA. Sejauh ini kita percaya youtube (dan google) berhasil menemukan cara terbaik untuk memberikan layanan ke masyarakat.

Saat ini youtube hanya meberikan 2 pilihan yes atau no saja. Saya kira akan ada pilihan yang lebih cerdas lagi.

Pilihan “yes” memastikan konten Anda hanya untuk anak. Maka konten Anda aman karena terbatas untuk menjaga anak-anak. Dan youtube mengingatkan bahwa pilihan ini akan bisa berdampak menurunnya traffic.

Pilihan “no” memastikan konten Anda tidak cocok untuk anak. Maka youtube akan menjauhkan dari anak-anak.

Pilihan ketiga, seperti pilihan sementara saya di atas, adalah tetap yes atau no tetapi secara manual satu video demi video.

Kita sudah tahu bila ingin aman sekali maka resiko kurang nyaman. Sebaliknya bisa terjadi bila ingin nyaman sekali maka resiko tidak aman. Posisi sementara saat ini youtube memilih untuk lebih aman tampaknya.

Belajar dari google console saya kira youtube bisa menempuh pendekatan yang lebih kreatif. Di satu sisi tetap aman, di sisi lain juga cukup nyaman. Google console memberikan beberapa pilihan dan proses tidak sekedar yes atau no.

Mari kita tunggu terobosan youtube selanjutnya.

Bagaimana menurut Anda?

Investasi Komputer Di Sekolah Sia-Sia

Investasi yang diharapkan menjadi alat untuk memajukan pendidikan sekolah justru bisa sia-sia.

Meski ada manfaat tetapi ini terlalu kecil. Maka kita perlu alternatif investasinya.

Saya melakukan survey melalui canel paman apiq dengan responden sekitar 2600 orang. Ini jumlah yang cukup banyak untuk mendapatkan gambaran umum.

Sangat banyak, 72% responden memilih perangkat pc (personal computer) / dekstop untuk mendukung pembelajaran dengan media digital.

Hanya sedikit, 12% responden memilih hp/smartphone.

Dugaan saya investasi komputer ini akan lebih banyak mubazir atau sia-sia. Meski tentu saja perlu kajian lebih mendalam untuk memperkuat dugaan saya – atau menolaknya.

1). Teknologi internet saat ini sudah bagus berbeda dengan sebelum tahun 2000, dimana internet sangat sulit. Berbagai macam program penting tidak diproses di komputer kita tetapi sudah diproses di komputer server atau sebut saja di internet. Jadi kita tidak terlalu membutuhkan komputer.

2) Kemampuan hp smartphone sekarang sudah canggih. Sudah dapat memenuhi hampir semua kebutuhan edukasi.

3) Bahkan teknologi hp lebih canggih dalam hal layar sentuh dan dukungan apk melalui android.

4) Tentu saja harga hp lebih murah kisaran 2 juta rupiah sedangkan pc sekitar 10 jutaan.

5) Bila diperlukan pindah lokasi hp tentu lebih mudah karena memang mobile.

Tambahan lagi biaya depresiasi dan cepat usangnya teknologi.

Misal sebuah sekolah perlu beli 100 komputer x 10 juta = 1 milyard rupiah. Bila terjadi depresiasi penurunan harga 50% dalam 1 tahun maka setara 500 juta investasi telah melayang.

Bandingkan dengan hp beli 100 smartphone x 2 juta = 200 juta rupiah. Depresiasi 50% akan menggerus investasi setara 100 juta rupiah. Jauh lebih ringan.

Lagi pula update android sering kali tersedia gratis dan mudah.

Bagaimana menurut Anda?

Cara Mudah Bikin Anak Benci Matematika

Serius nih? Agar anak benci matematika? Apa gunanya?

Memang persoalan serius. Saya melihat banyak para guru matematika menjadikan anak-anak benci matematika. Begitu juga penulis matematika mengakibatkan anak-anak muak dengan matematika.

Waktu saya jadi siswa pernah jam pelajaran kosong. Lalu diganti oleh guru agama yang mengajar matematika. Karena bukan bidangnya maka guru agama itu mencari-cari cara untuk mengajarkan matematika dengan menyenangkan. Berhasil! Anak-anak senang matematika karena diajar matematika oleh guru agama.

Saya sendiri bersama program paman apiq senantiasa menampilkan matematika yang asyik, mudah, dan penasaran.

Berikut ini cara mudah menjadikan anak benci matematika – apakah Anda mengalaminya?

“Merampas tugas mesin dan diberikan kepada siswa.”

4914 : 78 = p maka p – 3 = ?

Berikan soal semacam di atas kepada siswa dijamin siswa akan makin benci matematika. Mengapa? Karena soal di atas sangat mudah dikerjakan pakai mesin kalkulator tetapi tidak melatih kreativitas siswa.

Ambil kalkulator maka 4914 : 78 = 63 dan 63 – 3 = 60. (Mudah dan selesai pakai kalkulator).

Bagaimana jika dibuat soal cerita?

“Pak tani memiliki 4914 buah jeruk lalu dibagi ke dalam beberapa keranjang masing-masing keranjang berisi 78 buah jeruk. Bila 3 keranjang di antaranya diberikan kepada tetangga maka berapa keranjang jeruk yang dimiliki pak tani sekarang?”

Sama saja!

Contoh lagi.

48x – 37y = 1532
43x – 39y = 1716
maka x + y = ?

Dijamin anak-anak benci matematika. Tapi soal ini sangat mudah dikerjakan pakai komputer.

x + y = -20236/281

Youtuber Tidak Butuh Dolar Lagi Karena 2 Hal

Sombong banget youtuber ngaku tidak butuh uang.

Sementara banyak orang mencari uang. Mencoba membuat canel youtube agar dapat uang. Dolar kecil tetap dikumpulkan agar jadi besar. Di sisi lain, youtuber terkenal bilang tidak butuh uang dari youtube.

Apa yang terjadi?

Saya lebih dari 10 tahun mengelola beberapa canel youtube. Dari pengamatan dan pengalaman saya menunjukkan ada 3 tahap youtuber. Dua di antaranya memang tidak butuh uang. Tidak butuh dolar.

  1. Tahap awal di mana penghasilan dari youtube terlalu kecil. Di tahap ini youtuber mengatakan saya berbagi video tidak karena uang. Saya tidak peduli dengan uang dolar dari youtube. Saya hanya niat berbagi saja.

    Misal penghasilan tiap bulan 1 dolar atau 10 dolar. Setara 10 ribu rupiah sampai 200 ribu rupiah. Angka ini terlalu kecil. Bahkan dolar sekecil itu tidak bisa dicairkan. Karena minimum pencairan youtube 100 dolar. Maka wajar saja youtuber tahap ini mengatakan, “Saya tidak butuh dolar dari youtube.”

  2. Tahap menengah di mana penghasilan lumayan. Misal seorang youtuber tinggal di kabupaten di mana upah minimum regional adalah 2 juta rupiah per bulan. Sedangkan penghasilan dia dari youtube lumayan sekitar 2 juta maka youtuber tahap ini akan peduli banget dengan dolar youtube.

    Bahkan youtuber menengah itu kadang-kadang rela keluar dari tempat kerja. Lalu menekuni youtuber sehingga penghasilan dari youtuber makin meningkat. Saya punya teman youtuber pada level ini dan dia keluar dari jabatan karyawan bank nasional.

    Youtuber tahap menengah ini sangat butuh dolar bahkan ingin terus meningkat.

  3. Tahap tinggi di mana penghasilan lebih tinggi dari kerja. Youtuber tahap ini juga mengatakan saya tidak butuh dolar dari youtube. Saya hanya berbagi video saja. Karena kebutuhan uang dia sudah tercukupi.

    Misal contoh youtuber yang upah minimum 2 juta. Penghasilan dari youtube dia tiap bulan 10 juta atau 20 juta. Maka jumlah ini lebih dari cukup. Sehingga dia bisa mengatakan saya tidak butuh lagi dolar. Bukan karena dia tidak mau dapat dolar tapi karena dolar yang masuk sudah lebih dari cukup.

    Belum lagi pemasukan lain misal dari iklan luar atau endorse produk di canelnya. Maka total pendapat bisa saja di atas 30 juta per bulan.

    Mereka memang tidak butuh dolar!

Bagaimana menurut Anda?