Orang-orang ingin tahu jawabannya. Kapan pandemi corona berakhir? Yang pasti semua jawaban tidak pasti benar. Maka jawaban terbaik adalah skenario. Kurva V adalah pandemi menjatuhkan kehidupan manusia secara cepat. Secara cepat pula manusia bisa bangkit. Perkiraan kurva V berdampak 0,5 tahunan. Kurva U lebih lamban. Pandemi corona menjatuhkan manusia dalam waktu lebih lama. Manusia bangkit …
Author Archives: Paman APiQ
UTBK Hanya Menguji TPS: Apa Cukup?
Sudah resmi hanya TPS. Intinya hanya menguji matematika dan bahasa. Bahkan matematika dan bahasanya pun dengan teori yang minim. Lebih mengandalkan logika dan analisa. Begitulah TPS, tes potensi skolastik. Saya melakukan survey online. Bagaimana tanggapan netizen terhadap TPS saja ini. Sebagian besar, 66%, menilai TPS adalah bagus. Mereka setuju penggunaan TPS saja untuk UTBK. Barangkali …
Corona Membunuhmu Vs Menghidupkanmu
Awal April 2020 sudah lebih dari 1 juta jiwa terserang corona di seluruh dunia. Pun yang meninggal sudah lebih dari 60 ribu jiwa. Grafiknya masih menunjukkan kenaikan tajam. Corona membunuhmu. Jelas sekali. Corona menghidupkanmu. Bagaimana bisa? Sudah lama saya menulis. Saya mengusulkan bahwa setiap orang harus punya dua karir. Bukan dua pekerjaan. Tapi dua karir. …
Jokowi 405 Trilyun Vs Corona: Garami Lautan
Presiden menggelontorkan dana 405,1 trilyun rupiah untuk menangani corona. Besar sekali? Atau terlalu kecil? Atau memang tepat sasaran? Saya kira 405 T adalah ukuran yang tepat hanya untuk saat ini. Beberapa minggu ke depan masih perlu tambahan ratusan atau ribuan trilyun lagi. Program ini menurut saya sudah bagus bila bisa dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan …
Lanjutkan membaca “Jokowi 405 Trilyun Vs Corona: Garami Lautan”
Corona Vs Nadiem: Tenggelamkan
Nadiem berhasil menenggelamkan saingannya. Tapi corona menenggelamkan Nadiem di bulan Maret 2020. Akankah Nadiem berhasil menenggelamkan balik corona? Awal jadi mendikbud, Nadiem tidak mau dipanggil sebagai Pak Menteri tapi minta dipanggil sebagai Mas Menteri saja. Sosok menteri paling muda di kabinet. Latar belakang bisnis digital gojek, kini, memimpin ratusan profesor yang tersebar ke suluruh negeri. …
Hemat Tapi Lebih Boros Hadapi Corona
Estimasi saya menunjukkan bahwa Indonesia memerlukan dana 8000 trilyun rupiah untuk menangani wabah corona. Kita bisa berusaha untuk lebih hemat. Tapi bisa saja usaha berhemat malah berakibat makin boros. Kita perlu mencermati total biaya. Ketika anak saya masih kecil saya sering perjalanan dari Bandung menuju Jateng dengan naik bus malam. Saya dan istri beli 2 …
Dana 35 000 Trilyun Karena Tidak Lockdown Corona
*Estimasi Indonesia butuh 8 000 trilyun untuk lockdown atau 20 000 trilyun untuk tidak lockdown.* Saat ini wabah virus corona masih terus jadi masalah utama di seluruh dunia. Berapa biaya yang diperlukan untuk lockdown? Bila tidak lockdown? Perlu ahli, berhari-hari, untuk menghitungnya dengan tepat. Tetapi kita bisa coba belajar dari beberapa negara yang telah mengambil …
Lanjutkan membaca “Dana 35 000 Trilyun Karena Tidak Lockdown Corona”
Butuh Pemimpin Pesimis Lawan Corona
Penuh semangat, Presiden Trump mengatakan bahwa corona tidak lebih bahaya dari flu biasa. Akhir Maret 2020 jumlah orang terjangkit corona di Amerika lebih dari 85 ribu jiwa menjadi yang tertinggi di dunia. Optimisme seorang pemimpin tidak banyak membantu dalam kasus melawan corona ini. Saya sendiri heran membaca berita, sekitar 26 Januari 2020, pemimpin tertinggi Cina …
Rumus Melawan Corona – Terbaik sampai Terburuk Covid 19
Saya telah membahas rumus terbaik sampai terburuk melalui video multimedia saya. Anda dapat menonton video tersebut di bawah ini. Intinya adalah kemungkinan terburuk corona dapat menjangkiti sampai jutaan penduduk Indonesia dan dunia. Tetapi dengan penanganan yang baik maka di Indonesia bisa saja hanya menjangkiti 8000 orang. Saya menggunakan rumus eksponensial bukan sekedar linear. Lebih lengkap …
Lanjutkan membaca “Rumus Melawan Corona – Terbaik sampai Terburuk Covid 19”
Makin Kaya Makin Tak Merata
Laporan terbaru OECD menyatakan bahwa secara umum dunia kita makin kaya. Kehidupan sosial makin sejahtera. Pekerjaan makin tersedia. Tapi tidak merata. Ungkapan lama, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, masih berlaku. Hal ini berbahaya bagi kehidupan masyarakat. Bahaya bagi bangsa dan negara. Juga bahaya bagi agama. Perlu tindakan serius. “Governments need to take …
