Mimpi Pun Harus Bayar

Anda tidak percaya?

Saya juga tidak percaya. Tidak percaya bahwa mimpi gratis. Di sini, mimpi harus bayar. Mimpi gratis itu jika mimpinya murah atau memang tidak berbayar.

Saya punya mimpi. Harus bayar 18 dolar per tahun. Bahkan saya harus bayar dua kali jadi 36 dolar per tahun. Itu yang bayar pakai uang. Lebih besar lagi bayar pakai waktu dan tenaga.

Apa mimpi saya yang harus bayar pakai dolar?

Saya bermimpi Indonesia memiliki pendidikan yang terbuka – merata dan berkualitas. Mimpinya sih juga untuk dunia.

Untuk mengejar mimpi itu maka saya melakukan beberapa usaha.

  1. Mengajak masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Saya sendiri fokus pada pendidikan matematika kreatif dengan metode APIQ. Saya telah menulis ratusan postingan melalui web apiQQuantum.com . Alhamdulilah banyak respon positif dari berbagai kalangan di penjuru Indonesia. Untuk web apiqQuantum.com ini saya harus membayar 18 dolar tiap tahunnya.
  2. Beberapa orang lebih mengenal saya sebagai paman apiq. Maka saya buatkan web khusus pamanapiq.com . Di web baru ini saya menuliskan ide-ide dan berbagi pengalaman untuk memajukan pendidikan Indonesia secara lebih luas. Baik bidang matematika mau pun bidang selain matematika. Biaya juga sama 18 dolar per tahun.
  3. Pada tahun 2008 saya yakin peningkatan pendidikan melalui multimedia adalah cara paling efektif. Maka saya membuat canel youtube.com/edujiwa. Gratis untuk membuat canel. Hanya butuh biaya dan tenaga untuk membuat video konten matematika dan pendidikan. Waktu itu tidak ada iklan di youtube. Maka tidak ada uang dari youtube. Baru tahun 2014 atau 2015 ada pembayaran dari youtube.

Mimpi tidak gratis harus bayar. Mimpi besar harus bayar. Bayarnya juga besar. Hasilnya juga besar. Di dunia ini atau alam nanti.

Bagaimana menurut Anda?

Ritual Kreatif Inovatif

Setiap Kamis sore jelang malam Jumat, saya berusaha untuk kumpul bareng dengan seluruh anggota keluarga. Sholat berjamaah. Baca Quran. Doa bersama. Lalu ngobrol santai. Peserta dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan orang tua – saya dan istri.

“Ritual kumpul begini sangat penting.”
“Kenapa?” tanya anak saya.
“Di jaman milenial seperti sekarang, masing-masing orang punya kesibukan. Tidak mudah untuk berkumpul bersama. Apalagi rutin tiap pekan. Plus ritual berdoa menjadi penuh makna. Memberi arah hidup – dan mati kita. Memberi pegangan yang kuat.”

Lalu saya biasanya membuka diskusi dengan mengutip ayat Quran. Anak-anak sering penasaran bila membahas surga dan neraka, kehidupan jin dan malaikat, serta awal mula penciptaan alam semesta.

Tapi anak-anak sudah hafal kesimpulannya, dari yang SD maupun mahasiswa, yaitu: beriman, beramal soleh untuk semua umat, terbuka saling menasehati, dan bertanggung jawab sepenuhnya.

Diskusi bisa meloncat sewaktu-waktu membahas industri 4.0 dan perkembangan teknologi masa depan. Bagaimana jika robot hebatnya melebihi manusia?

Kemarin diskusi mengarah ke inovasi kreatif apa saja yang sudah kami hasilkan secara orisinal di bidang konten matematika. Anak-anak sejak kecil belajar matematika dengan metode APIQ. Dua di antaranya sekarang sudah jadi mahasiswa. Maka mereka bisa mengenali konten matematika yang asli dari APIQ dan yang meneruskan dari penemuan-penemuan ilmuwan masa lalu.

Berikut ini daftar inovasi kreatif kami yang orisinal. Tentu saja orang lain di tempat dan waktu yang berbeda bisa saja menemukan secara orisinal konten yang sama. Bukankah kalkulus ditemukan oleh dua orang berbeda, di waktu berbeda, di lokasi berbeda? Newton di Inggris dan Leibniz di Jerman.

  1. Perkalian bintang
    Metode perkalian cepat untuk dua angka dengan dua angka. Bisa dikembangkan untuk perkalian sebarang angka. Langsung dituliskan hasil perkalian tanpa proses antara.
  2. Kuadrat cepat
    Metode menghitung kuadrat langsung jawaban. Berlaku umum untuk semua angka.
  3. Satria Putri Luhan
    Metode menghitung pangkat 3 dengan kisah satri versus putri.
  4. Menghitung akar kuadrat
    Metode menghitung akar kuadrat berlaku umum untuk hasil bilangan rasional.
  5. Menghitung akar kubik
    Metode sangat mudah menghitung akar kubik untuk hasil rasional.
  6. Luas lingkaran sebagai segitiga
    Menghitung luas lingkaran semudah luas segitiga tanpa harus melibatkan bilangan irasional pi dalam banyak hal. Khususnya menghitung luas piza.
  7. Menghitung luas bidang kurva sebagai segitiga
    Kita bisa menghitung luas dengan integral. Tetapi variasi luas segitiga menjadi sangat mudah.
  8. Bintang aljabar
    Metode operasi aljabar menjadi sangat mudah dengan peraga visual. Perkalian pembagian aljabar menjadi sederhana.
  9. Perbandingan terbalik
    Pendekatan bintang terbalik memudahkan berbagai macam masalah perbandingan berbalik nilai. Pendekatan beban kerja yang rusak untuk ditangani pekerja tambahan menjadi lebih mudah.
  10. Perbandingan senilai kantong ajaib
    Kantong ajaib selalu asyik. Persamaan parametrik tingkat tinggi menjadi mudah dengan kantong aljabar.

Masih banyak inovasi kreatif lain yang akan saya tambahkan di daftar. Sambil mengingat-ingat dan melihat berbagai macam catatan di blog dan canel paman apiq. Di antaranya triple pythagoras dan “kucing hitam dalam mobil desi centil mondar-mandir.”

Bagaimana menurut Anda?

Syukur Digital

Cara paling mudah untuk bahagia: selalu bersyukur. Murah. Bisa kapan saja. Di mana saja.

Syukur digital. Saya alami awal kuliah menjelang lulus. Awal 90an saya kuliah di EL ITB. Ada komputer. Tapi masih mahal. Hanya orang-orang khusus yang punya. Handphone belum ada sama sekali. Internet hanya untuk penelitian.

Tugas menulis banyak sekali dan mendadak. Tugas pendahuluan praktikum biasa diberikan hari Sabtu sore. Harus dikumpulkan Senin pagi. Diketik rapi – manual. Bahkan bila dikerjakan dengan rajin selama dua hari tugas itu tidak selesai. Lembur tidak tidur sepanjang akhir pekan adalah hal yang wajar.

Semua tugas diselesaikan tanpa sentuhan digital.

Bila ada salah ketik maka tidak bisa dihapus. Harus diketik ulang. Sama sekali tidak ada copy paste – salin tempel. Murni manual.

Akhir masa kuliah, jelang reformasi, semua berbeda. Tugas akhir – skripsi – diijinkan menggunakan komputer. Empuknya keyboard komputer begitu nikmat. Menulis skripsi diiringi alunan musik.

Salah ketik tinggal hapus lalu koreksi. Mau copy paste tinggal pilih saja. Menambah gambar dan foto begitu mudah. Syukur digital.

Hari ini, syukur digital makin besar. Saya bisa menulis kapan saja. Melalui komputer atau hp. Tersimpan ke internet. Bisa diakses dari mana saja. Bisa berbagi ke siapa saja.

Bahkan saya bisa bikin video kapan saja di mana saja melalui canel youtube.com/pamanapiq. Terus berbagi terus bersyukur.

Bayangkan apa yang akan terjadi? Bila kemudahan digital ini kita manfaatkan untuk kepentingan positif. Untuk saling membantu. Saling berbagi ilmu. Saling mendukung. Sebagai ungkapan syukur kita.

Bagaimana menurut Anda?

Membangun Negeri Kuatkan Wong Cilik

Saya apresiasi pemerintahan Jokowi. Juga pemerintahan SBY. Bahkan Megawati, Gusdur, dan Habibie.

Akses pendidikan bagi rakyat kecil kian terbuka. Sekolah SD, SMP, dan SMA / sederajat gratis untuk semua kalangan. Bulan Februari 2020 akan dibuka pendaftaran kuliah gratis untuk 400 ribu calon mahasiswa baru. Dengan program KIP Kuliah sebagai lanjutan program bidik misi.

Beasiswa program pasca sarjana dan penelitian berlimpah melalui LPDP. Mereka yang tidak masuk golongan rakyat kecil tersedia beasiswa unggulan – syaratnya harus unggul atau berprestasi.

Program beasiswa untuk rakyat kecil adalah tepat. Seperti laporan OECD, saat ini sedang terjadi ketimpangan besar antara si kaya dengan si miskin. Bahkan ketimpangan terbesar untuk 30 tahun terakhir. Ketimpangan tidak hanya merugikan wong cilik saja. Tapi merugikan seluruh lapisan masyarakat sosial. Beasiswa untuk wong cilik kita harapkan dapat mengurangi ketimpangan di Indonesia.

Hanya satu masalahnya: banyak orang tidak tahu.

Banyak wong cilik tidak tahu bahwa sekolah itu gratis. Bukan salahnya wong cilik. Misalnya di SD memang tidak ada kewajiban bayar SPP. Tapi iuran pentas seni, beli LKS, olah raga, les tambahan dan lain-lain masih memberatkan rakyat kecil. Rakyat kecil masih punya alasan, “Sekolah itu mahal. Apalagi kuliah. Kami tidak punya biaya.”

Maka saya sering menuliskan hanya ada satu tugas utama mendikbud: promo bahwa sekolah itu gratis – dari SD, SMP, SMA, S1, S2, S3.

Promosi. Betul hanya promosi. Karena program sekolah gratis itu sudah ada saat ini.

Saat semua orang kecil tahu bahwa sekolah itu gratis maka pungutan liar dapat kita cegah lebih mudah. Pungli dalam bentuk apa pun bisa kita lawan, “Mas Menteri sudah menyatakan sekolah gratis 100%.” Yang masih nekad narik pungli bisa kita laporkan melalui media online.

Rakyat kecil bisa sekolah setinggi langit.

Generasi muda Indonesia makin cemerlang.

Ayo kita bangun negeri ini!

Bagaimana menurut Anda?

Korban Digital: Indosat Vs Telkom

Beberapa hari ini kita mendengar berita mengejutkan. Indosat merumahkan lebih dari 500 karyawan dengan PHK. Sementara Telkom kena kritik pedas dari menteri BUMN: mending tidak ada Telkom.

Padahal Telkom dan Indosat adalah raksasa industri digital di Indonesia. Disrupsi bisnis digital kini telah mulai memakan induknya sendiri. Meski baru permulaan hal ini perlu terus diwaspadai. Goncangan bisa lebih besar dari perkiraan.

Dari sisi dunia pendidikan kita perlu strategi khusus menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi dunia penuh goncangan.

  1. Fokus pada kompetensi paling penting dan meninggalkan tugas-tugas pendidikan yang tidak penting.
  2. Kompetensi paling dasar dalam pendidikan adalah: matematika, bahasa, dan sains. Perlu menemukan cara efektif dan efisien untuk fokus ini. Agar dalam waktu terbatas dan sumber daya yang ada para siswa mahir komptensi ini. Sehingga peserta didik masih punya banyak waktu luang untuk mengembangkan bakat-bakat dan karakter warga negara.
  3. Mengembangkan bakat siswa yang beragam. Bakat siswa tidak untuk diujikan. Tidak untuk diteorikan abstrak. Bakat perlu terus dipupuk dan dibina. Seni, olahraga, keterampilan, usaha, dan masih banyak bakat terbuka luas untuk berkembang.
  4. Karakter generasi muda sebagai warga negara yang mandiri, kreatif, tanggung jawab, kooperatif, toleran perlu bimbingan dengan teladan yang baik. Karakter ini juga tidak perlu diteorikan abstrak. Tapi perlu didigitalkan secara nyata melalui game digital atau video.
  5. Korupsi dan birokrasi di lingkungan pendidikan tentu perlu terus dibersihkan.

Bagaimana menurut Anda?

Tugas Paling Berat Presiden vs Rakyat

Apa tugas paling berat seorang presiden?

Apa tugas seorang rakyat?

Mana lebih berat?

Membangun infrastruktur adalah tugas berat. Membangun industri 4.0 adalah berat. Apalagi membangun SDM makin berat.

Presiden Jokowi adalah seorang pekerja keras. Beberapa kali diberitakan beliau adalah yang paling bekerja keras di kabinet. Beliau sibuk bekerja.

Bagaimana dengan presiden Trump? Obama? Bush? Apakah mereka juga pekerja keras?

Tugas paling berat seorang presiden adalah mengambil keputusan. Keputusan yang tepat berdampak positif bagi seluruh rakyat. Meski ada pro kontra. Keputusan yang salah akan menguntungkan pihak tertentu. Dan merugikan banyak pihak lainnya.

Bekerja keras adalah tugas para generasi muda. Anak muda perlu bekerja keras, cerdas, dan tuntas. Meski demikian anak muda juga tetap perlu terus berlatih mengambil keputusan yang tepat.

Tugas paling berat seorang rakyat jelata: mengambil keputusan juga. Keputusan demi keputusan yang akan membangun diri dan masyarakat sekitar.

Sejak kecil, anak-anak saya latih untuk ambil keputusan. Misal si kecil minta kue. Maka saya akan tawarkan dia memilih kua A atau kue B. Si kecil mikir sejenak lalu milih kue A. Kesempatan berikutnya saya tawarkan kue A atau B. Si kecil memilih dua-duanya.

Si kecil tampaknya sudah mahir mengambil keputusan. Tentu berdasar analisisnya yang barangkali masih sederhana.

Keputusan penting apa yang Anda ambil hari ini?

Hanya Satu Tugas Mendikbud Mas Nadiem

Kompleks.

Rumit.

Sulit.

Itulah bayangan kita terhadap situasi sistem pendidikan nasional Indonesia. Mutu rendah, semangat lemah, dan birokrasi mencengkeram.

Tapi hanya satu tugas terpenting Mas Menteri Nadiem Makarim. Dengan satu tugas ini maka masalah pendidikan Indonesia akan terurai satu demi satu.

“Mempromosikan bahwa setiap siswa Indonesia bisa sekolah gratis sepenuhnya!”

Gratis dari SD, SMP, SMA, S1, S2, S3.

Tugas Mas Menteri pun hanya mempromosikan. Karena program beasiswa di Indonesia sudah berlimpah saat ini. Mas Menteri boleh saja menambah.

“Mengapa anak kamu tidak kuliah di ITB?”
“Kuliah di ITB? Memangnya mau membuat miskin orang tuanya? Sudah kuliahnya sulit. Mahal pula.”
Obrolan emak-emak yang tidak berani daftar ke ITB.

“Mengapa kamu tidak sekolah SMA, Nak?”
“Tidak ada biaya, Bu. Orang tua saya miskin,” jawab seorang bocah yang tidak melanjutkan sekolah menengah alasan biaya.

  1. Saya mempromosikan bahwa banyak beasiswa tersedia di Indonesia. Anak-anak saya berusaha mendapat beasiswa. Beberapa orang akhirnya juga memperoleh beasiswa.
  2. Beasiswa tersedia untuk anak tidak mampu secara ekonomi.
  3. Beasiswa tersedia untuk anak cerdas.
  4. Banyak program beasiswa yang dananya belum terserap.
  5. Banyak orang tua dan siswa tidak tahu bahwa ada beasiswa.

Kemampuan saya promo beasiswa terbatas. Bayangkan bila Mas Menteri yang mempromosikan beasiswa ke seluruh Indonesia. Seluruh siswa di Indonesia terjamin beasiswa menyelesaikan sekolah sampai tingkat setinggi-tingginya.

Anak-anak orang miskin tidak takut sekolah. Anak miskin semangat belajar. Anak miskin berhasil jadi sarjana. Anak miskin tidak lagi miskin. Anak-anak itu menjadi generasi cerdas. Generasi emas Indonesia penuh harapan.

Bagaimana menurut Anda?

KPK Tak Kuat Berantas Korupsi

Kita berharap banyak bahwa KPK akan mampu memberantas korupsi. Tapi KPK tidak kuat memberantas korupsi. Setidaknya dapat kita lihat sepuluh tahun terakhir ini.

Lalu apa yang bisa memberantas korupsi?

KPK tetap kita perlukan. Tapi tidak cukup. KPK tampak lebih kuat menangkap, menghukum pelaku. Sementara kita butuh mencegah korupsi. KPK punya fungsi pencegahan. Masih perlu dukungan lebih besar lagi.

Dukungan apa yang bisa mencegah korupsi?

Pendidikan yang mecerdaskan.

Pendidikan dapat mencegah korupsi. Perlu waktu panjang untuk mendidik generasi muda menjauh dari korupsi. Tidak ada jalan pintas untuk pendidikan. Tidak ada jalan pintas untuk mencegah korupsi.

  1. Pendidikan menyadarkan generasi muda bahwa korupsi harus ditinggalkan. Korupsi tidak baik untuk negara, masyarakat, mau pun diri sendiri.
  2. Generasi muda mendorong generasi tua agar tidak korupsi. Pun generasi muda menularkan semangat anti korupsi ke generasi berikutnya.
  3. Generasi muda bisa fokus dengan kontribusi positif. Khususnya di industri 4.0, industri digital, generasi muda kita telah mengukir prestasi dunia.
  4. Generasi muda terlahir di jaman digital. Tumbuh di lingkungan digital. Mereka harus mampu berkarya dan sekaligus mencegah resiko negatif dari industri digital.
  5. Pendidikan untuk generasi tua agar ikhlas memberi tongkat estafet ke generasi muda. Generasi tua lebih fokus memberikan “warisan” positif untuk masa depan.

Apakah sistem pendidikan kita akan mampu mencerdaskan generasi muda? Mampu mencegah korupsi? Mampu memajukan negeri?

Jawabannya: harus mampu. Kita punya potensi. Kita berlimpah anugerah ilahi.

Bagaimana menurut Anda?

Hasil Youtube Cukup untuk Hidup

Pertanyaan sederhana dari wartawan. “Apakah penghasilan monetized dari youtube cukup untuk hidup?”

Tentu saja saya harus menjawab secara diplomatis.

Bila pertanyaan di atas ditanyakan ke Atta atau Ricis barangkali jawabannnya positif. Bahkan berlebih.

Sebagai youtuber edukator saya memilih jalur berbeda dengan youtuber entertainer.

Penghasilan monetized youtube lumayan besar. Banyak membantu. Berguna untuk banyak hal. Tapi tujuan utama saya bukan untuk menghasilkan uang dari youtube.

Tujuan utama saya adalah menyebarkan ilmu melalui youtube. Memanfaatkan media digital untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga berguna.

Seperti pernah saya ceritakan. Saya mulai berbagi ilmu matematika di youtube sejak tahun 2008. Waktu itu tidak ada monetized sama sekali. Tidak ada uang di youtube.

Monet youtube kabarnya baru mulai 2010 di Amerika sana. Di Indonesia monet sekitar 2012. Saya sudah berbagi puluhan video selama 4 tahun baru ada peluang monet.

Bagaimana pun youtube banyak membantu edukasi. Anak-anak di seluruh Indonesia bisa belajar matematika apiq kapan saja di mana saja. Dari Aceh sampai Papua anak-anak belajar matematika apiq. Bahkan orang tua dan guru di seluruh Indonesia bisa belajar melalui youtube apiq.

Bagaimana menurut Anda?

Youtube Vs Youtuber

Siapa yang akan menang?

Mengapa mereka bertarung? Bukankah youtube dan youtuber seharusnya berteman? Tentu saja mereka bermitra. Mereka adalah partner.

Karena youtube tidak punya kompetitor saat ini. Nyaris menguasai seluruh market. Barangkali monopoli? De facto seperti monopoli. Tapi tidak juga. Setiap orang bisa saja membuat layanan kompetitor youtube. Sejauh ini tidak ada yang berhasil. Youtube menjadi pemain tunggal di platform berbagi video.

Tahun 2017 – 2018 sempat muncul kompetitor besar. Raksasa media sosial, facebook, mengakuisisi start up video sharing tidak kurang dari 10 trilyun rupiah. Pesaing youtube kini datang. Sama-sama raksasa digital.

Uji coba di Amerika dimulai beberapa bulan. Bila sukses maka facebook akan membuka layanan video sharing di seluruh dunia. Youtube perlu waspada dengan goncangan ini.

Hasil uji coba di Amerika memberi kesimpulan: gagal bersaing di video sharing. Proyek ditutup. Dunia tidak jadi punya alternatif untuk youtube.

Hanya youtuber yang bisa memberi tantangan nyata ke youtube. Sayangnya pertarungan ini harus berakhir sama-sama menang. Bila salah satu kalah akan mengakibatkan kalah dua-duanya.

Bila youtube kalah lalu tidak memberikan layanan video sharing maka youtuber tidak bisa apa-apa lagi. Sebaliknya bila youtuber kalah lalu mogok berkreasi maka youtube tidak memiliki konten apa pun.

Saya sendiri sebagai youtuber edukasi berusaha untuk terus memberi masukan agar youtube menjadi lebih baik lagi.

Tidak mudah menjadi youtuber edukasi. Pada awalnya youtube memang tidak untuk edukasi. Pada perkembangannya youtube menjadi sarana bagus untuk edukasi.

Tapi nasib youtuber edukasi bisa merana.

Membuat video edukasi tidak mudah. Perlu riset materi. Harus bertanggung jawab terhadap konten. Setelah capek produksi lalu upload. Tidak ada yang nonton. Sepi saja.

Youtube perlu membela youtuber edukasi.

Selama ini youtube mengutamakan kebutuhan user. Dengan cepat youtube memberikan apa yang dibutuhkan oleh user. Sayangnya youtuber Indonesia belum banyak yang tahu bahwa di youtube ada konten edukasi. Maka user Indonesia mencari entertain di youtube. Youtube memberikan hiburan yang dibutuhkan user. Dan begitu seterusnya.

Untungnya youtube punya satu senjata ampuh: browse feature. Sebuah fitur yang memungkinkan youtube mem-promosikan suatu video dengan gratis keseluruh pengguna youtube.

Salah satu fitur ini adalah: youtube trending.

Video yang masuk trending makin banyak ditonton orang karena orang-orang sering mengunjungi trending.

Kabar buruknya: trending ini tampaknya juga didasarkan pada perilaku user. Maka yang menang dalam trending adalah hampir semua video hiburan bukan edukasi.

Di sinilah youtube seharusnya dapat membela youtuber edukator. Misalnya urutan trending 1 – 3 mengikuti algoritma user. Urutan trending 4 – 6 khusus video bidang edukasi. Urutan 7 dan seterusnya mengikuti perilaku user.

Dengan demikian user jadi tahu bahwa ada video edukasi di youtube. Saya beharap dengan cara ini youtuber pendidikan makin maju yang pada gilirannya makin membawa youtube maju juga.

Kompetisi youtube vs youtuber memang harus berakhir sama-sama menang di kedua pihak.

Bagaimana menurut Anda?