Logika Era Digital

Logika sebagai ilmu berpikir benar menjadi sangat penting di era digital. Hoax, sampai penipuan, terjadi di mana-mana. Logika akan membantu kita menyelesaikan beragam kesulitan itu. Dengan logika, Anda bisa berselancar di dunia maya, di dunia ekonomi, dan dunia politik lebih waspada. Di saat yang sama, logika era digital membuat Anda lebih bahagia.

Saya menulis tema logika dari beragam sudut pandang.

Prolog
Bagian 1: Logika dalam Perspektif Histori

1. Logika Seberapa Logis

Bagian 2: Problem dan Solusi Logika

2. Logika Futuristik
3. Problem Filsafat Sains
4. Matematika Itu Paradoks
5. Filsafat Sains Einstein
6. Quantum Entanglement
7. Wacana Quantum
8. Berpikir Terbuka: Meta Filosofi

Bagian 3: Sesat Pikir

9. Falasi Logika

Epilog

Sejak masa awal lahirnya, logika mencerahkan peradaban umat manusia. Aristoteles berhasil merumuskan logika-bahasa (proposisional), perkembangan dari logika-cahaya Plato, yang mampu membedakan kebenaran dengan kesesatan. Pengetahuan manusia berkembang pesat dengan landasan logika yang kokoh.

Hanya berselang beberapa tahun dari Aristo, logika menghadapi paradoks teramat berat: paradoks Pyrrho. Paradoks berpuncak pada abad 20, yaitu, paradoks Godel. Paradoks-paradoks ini menjadi tantangan bagi logika dan tidak terpecahkan. Saya mengusulkan logika-futuristik sebagai solusi yang tuntas dan terbuka terhadap dinamika.

Dalam pembahasannya, logika-futuristik menyelesaikan paradoks dalam kelompok meta-teori dan meta-perspektif dengan solusi yang membuka posibilitas luas, freedom yang bebas dan membebaskan, serta menuntut dan mendorong komitmen. Kita mengambil kasus, untuk diselesaikan, paradoks demokrasi (kasus sosial), paradoks Godel (kasus eksak matematis), dan paradoks quantum (kasus sains teoritis empiris).

Logika-futuristik mengusulkan kajian logika formal fokus kepada implikasi. Di satu sisi, implikasi memudahkan kita membuat kesimpulan. Di sisi lain, implikasi memudahkan kita mengenali falasi logika yang perlu dihindari.

Dalam perspektif sejarah, kita mengkaji logika obyektif dan logika subyektif. Logika obyektif terbentang sejak Aristo, Boole, Frege, sampai logika kategori di abad 21 ini. Sementara, logika subyektif, kita mengambil contoh logika-visi-iluminasi (Suhrawardi), logika-dialektika (Hegel), dan logika-destruksi (Heidegger). Bagaimana pun, logika-subyektif tetap membahas logika-obyektif dengan kritis. Pada gilirannya, logika-futuristik mengambil alih logika-obyektif dan logika-subyektif sampai titik terjauhnya.

Reduksi logika menjadi hanya logika-formal tampak tidak memadai menurut kajian kita. Logika tetap perlu mengkaji logika-informal atau logika-material. Konsekuensinya, kita perlu membahas konsep kebenaran secara filosofis. Kebenaran korespondensi dan koherensi perlu dilengkapi dengan kebenaran futuristik yang dinamis.

Logika-futuristik masih terlalu muda. Sehingga, banyak bidang yang luput dari kajian. Juga, tentu saja, ada kekurangan dan kelemahan di beberapa tempat. Karena itu, saya mengajak ke semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan logika-futuristik. Saya yakin, logika-futuristik akan memberi kontribusi besar bagi kemanusiaan dan alam raya.

Catatan

Logika, sebagai ilmu berpikir benar, bermakna luas. Berpikir bukan hanya terbatas logika matematika dan bahasa. Berpikir lebih dari itu. Anda mengendarai sepeda adalah contoh berpikir praktis. Karena itu, logika juga berguna untuk berpikir praktis.

Hati Anda merasa tersentuh sahdu oleh alunan irama merdu. Dalam contoh ini, Anda sedang berpikir dengan hati Anda. Logika bermanfaat besar ketika Anda berpikir dengan hati. Melihat seorang bocah kelaparan di pinggir jalan, tersentuh ruhani Anda, lalu, Anda berikan nasi bungkus yang sedianya untuk makan malam anak di rumah. Kemudian, Anda harus pontang-panting cari uang agar bisa beli nasi bungkus untuk anak Anda yang menunggu di rumah. Ruhani Anda tersentuh meski Anda hanya punya uang pas-pasan. Logika berguna mendampingi Anda berpikir dengan ruhani.

Atau, contoh lebih nyata. Anda memilih capres X atau capres Y. Kata pendukung X, capres X adalah yang terbaik, sedangkan capres Y adalah penjahat. Sebaliknya, kata pendukung Y, capres Y adalah yang terbaik, sedangkan capres X adalah penjahat. Logika berguna bagi Anda ketika berpikir politis. Singkatnya, logika berguna bagi Anda untuk berpikir. Dan, Anda sebagai manusia memang dituntut untuk berpikir.

Saya yakin, atau berharap, logika-futuristik akan membantu Anda menjadi sukses, bahagia, dan bermakna. Apa pun profesi Anda, atau situasi Anda, gunakan logika-futuristik untuk menaiki tangga sukses. Lebih dari itu, logika-futuristik sangat lincah. Sehingga, logika-futuristik menjamin Anda untuk hidup bahagia. Barangkali paling penting, logika-futuristik mengarahkan Anda menjalani hidup penuh makna.

Sayangnya, saya tidak bisa yakin bahwa konsep logika-futuristik ini bisa dipahami dengan mudah. Hanya saja, dengan beberapa butir ketekunan tambahan, saya yakin Anda akan mampu memahami logika-futuristik dengan bertahap. Untuk kemudian, Anda meraih manfaat terbesar.

Logika-futuristik terdiri dari tiga bagian.

Bagian 1: Logika dalam Perspektif Histori membahas logika dalam kerangka sejarah. Kita akan berkenalan dengan konsep dasar logika yang dikembangkan Aristoteles hampir 2500 tahun yang lalu. Lanjut, kita menelusuri perkembangan logika sampai awal abad 21 ini, misal, dengan berkembangnya logika kategori.

Masih dalam perspektif sejarah, kita membedakan logika obyektif dengan logika subyektif. Umumnya, logika adalah logika obyektif. Sehingga, terasa formal dan kaku. Tetapi, berbeda dengan logika obyektif, logika subyektif bersifat lebih kreatif sehingga menjadikan hidup lebih bahagia dan lebih bermakna.

Bagian 2: Problem dan Solusi Logika membahas beragam isu fundamental dari logika. Kita akan membahas logika-futuristik di bagian 2 ini. Di bagian awal, kita menunjukkan problem-problem logika berupa paradoks yang tidak bisa diselesaikan oleh logika klasik. Kita berhasil menyelesaikan paradoks dengan pendekatan logika-futuristik.

Bagian 2 ini, barangkali, bagian terpanjang dari logika-futuristik. Pembahasan selanjutnya, kita mencermati problem filsafat sains, matematika, sampai problem sosial. Masing-masing bidang memiliki problem fundamental yang sulit diselesaikan. Dengan memanfaatkan logika-futuristik, kita berhasil menangani problem-problem tersebut.

Pembahasan sains mendapat porsi cukup besar. Filsafat sains versi Einstein kita bahas dengan mendalam. Kita mengenal Einstein sebagai saintis sekaligus filsuf terbesar abad lalu. Kemudian perdebatan teori quantum juga kita bahas panjang lebar, termasuk, problem dan solusinya.

Ketika, saya mengatakan bahwa logika-futuristik berhasil menyelesaikan problem sains, maka, tidak berarti semua selesai. Karena, penyelesaian logika-futuristik senantiasa membuka posibilitas luas, freedom yang bebas dan membebaskan, serta menuntut dan mendorong komitmen.

Bagian 3: Sesat Pikir membahas tentang falasi logika. Barangkali bagian terakhir ini paling mudah dibaca dan paling mudah dipahami. Saya mendaftar 21 tipe falasi logika yang sering terjadi. Dengan fokus kepada bentuk implikasi, kita mudah mengenali terjadinya falasi. Kemudian, kita bisa berusaha mencari solusi.

Buku logika-futuristik bisa kita baca secara urut dari awal sampai akhir. Tetapi saya menyarankan cara membaca yang lebih mudah, barangkali, dengan mulai prolog, lalu epilog, kemudian bagian 3. Dengan cara ini, Anda mendapat gambaran besar dari problem logika dan, di saat yang sama, Anda sudah mendapatkan solusi logika-futuristik secara umum.

Untuk mendapat wawasan yang lebih luas, Anda bisa membaca bagian satu yang membahas logika perspektif histori. Dan, lanjutkan, pembahasan lebih mendalam di bagian dua. Setelah itu, Anda bebas membaca bagian mana saja yang menarik bagi Anda.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa konsep logika-futuristik masih sangat muda. Sehingga, terdapat banyak kelemahan di berbagai tempat. Karena itu, saya mengajak semua kalangan untuk ikut serta mengembangkan logika-futuristik baik melalui kritik mau pun konstruktif.

Saya perlu menekankan kembali bahwa makna logika, dan berpikir, adalah luas. Meliputi berpikir teoritis, praktis, politis, spiritualis, dan sebagainya. Karena itu, kita perlu mengembangkan logika juga secara luas. Semoga logika-futuristik ini memberi manfaat yang besar bagi kita semua dan bagi masa depan seluruh alam semesta.

Sinopsis

Saya yakin, penuh harap, logika-futuristik akan membantu Anda menjadi sukses, bahagia, dan bermakna. Apa pun profesi Anda, atau situasi Anda, gunakan logika-futuristik untuk menaiki tangga sukses. Lebih dari itu, logika-futuristik sangat lincah. Sehingga, logika-futuristik menjamin Anda untuk hidup bahagia. Barangkali paling penting, logika-futuristik mengarahkan Anda menjalani hidup penuh makna.

Sejak masa awal lahirnya, logika mencerahkan peradaban umat manusia. Aristoteles berhasil merumuskan logika-bahasa (proposisional), perkembangan dari logika-cahaya Plato, yang mampu membedakan kebenaran dengan kesesatan. Pengetahuan manusia berkembang pesat dengan landasan logika yang kokoh.

Hanya berselang beberapa tahun dari Aristo, logika menghadapi paradoks teramat berat: paradoks Pyrrho. Paradoks berpuncak pada abad 20, yaitu, paradoks Godel. Paradoks-paradoks ini menjadi tantangan bagi logika dan tidak terpecahkan. Saya mengusulkan logika-futuristik sebagai solusi yang tuntas dan terbuka terhadap dinamika.

Dalam perspektif sejarah, kita mengkaji logika obyektif dan logika subyektif. Logika obyektif terbentang sejak Aristo, Boole, Frege, sampai logika kategori di abad 21 ini. Sementara, logika subyektif, kita mengambil contoh logika-visi-iluminasi (Suhrawardi), logika-dialektika (Hegel), dan logika-destruksi (Heidegger). Bagaimana pun, logika-subyektif tetap membahas logika-obyektif dengan kritis. Pada gilirannya, logika-futuristik mengambil alih logika-obyektif dan logika-subyektif sampai titik terjauhnya.

Logika-futuristik masih terlalu muda. Karena itu, saya mengajak ke semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan logika-futuristik. Saya yakin, logika-futuristik akan memberi kontribusi besar bagi kemanusiaan dan alam raya.

1. Logika Seberapa Logis

Membahas logika dari perspektif sejarah logika. Aristoteles adalah bapak logika yang berhasil meletakkan fondasi logika, termasuk, silogisme. Saya menggeser kekuatan silogisme menjadi implikasi Boolean (digital) yang kreatif. Logika Frege adalah inovasi logika relasional, kausalitas aritmetika, di awal abad 20. Dari akhir abad 20 sampai awal abad 21 ini, berkembang logika kategori yang sangat kokoh. Saya mengusulkan logika penuh sebagai perkembangan mutakhir.

Dari arah yang berbeda, Hegel mengembangkan logika dialektika sebagai sistem metafisika. Dari sudut pandang dialektika, logika itu sendiri berkembang dinamis sebagaimana dinamika metafisika. Sementara, Suhrawardi mengembangkan logika visi iluminasi yang mendasarkan kebenaran logika kepada bersatunya cahaya subyek dengan cahaya obyek. Suhrawardi, dengan sangat mengagumkan, berhasil menyederhanakan seluruh sistem silogisme manjadi satu bentuk saja.

Bagian 2: Problem dan Solusi Logika

2. Logika Futuristik
3. Problem Filsafat Sains
4. Matematika Itu Paradoks
5. Filsafat Sains Einstein
6. Quantum Entanglement
7. Wacana Quantum

Bagian 3: Sesat Pikir

8. Falasi Logika

Epilog

Index

Aristoteles, Plato, Ibnu Sina, Leibniz, Newton, Suhrawardi, Ghazali, Aljabar, Boole, Hegel, Heidegger, Sadra, Popper, Searle, Marx, Kuhn, Lakatos, Feyerabend, Quine, Russell, Einstein, Bohr, Rovelli, Dimitri, Mahayana, Budi, Sulistyo, Armahedi, Mahzar, Bambang, Yasraf, Piliang, Derrida, Deleuze, Mir Damad, Iqbal, Sunan, Kalijaga, Badiou, Vattimo, Appiah, Nussbaum, Ibnu Arabi, Rawls, Husserl, Sartre, Berkeley, Descartes,

Yunani, kuno, Islam, Timur, Barat, Indonesia, Analytic, continental, modern, posmodern, kontemporer, hermeneutik, interpretasi,

Logika, filsafat, filosofi, matematika, sains, seni, agama, kebenaran, tuhan, tokoh, politik, ekonomi, demokrasi, ontologi, fenomenologi, fisika, teknologi, AI, artificial, intelligence, teori, konsep, ide, spirit, materi, gravitasi, quantum, relativitas, elektromagnet, gelombang, rumus, formula, falasi, berpikir, terbuka, dinamis,

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: