Teorema Godel memang luar biasa. Hampir 100 tahun, dikaji oleh masyarakat saintis dengan penuh curiga dan penuh pesona, hasilnya, teorema Godel tetap berjaya. Teorema Godel memang paradox, skeptis, dan negatif. Tidak masalah dengan itu. Kita membutuhkan yang seperti itu. Ketika Godel menulis teorema, tahun 1931, teknologi digital belum berkembang. Bahkan, di akhir masa hidup Godel, …
Category Archives: Tak Berkategori
Paradox Godel Versus Emak-Emak
Teorema Godel merupakan teorema matematika paling indah sejak abad 20. Barangkali, sampai sekarang, teorema Godel tetap menjadi yang terindah. Makin indah lagi, meski teorema Godel adalah teorema matematika, tetapi, dampaknya sampai ke kehidupan nyata. Sayangnya, teorema Godel adalah teorema negatif. Mirip dengan falsifikasi dari Popper. Beda dengan teori fotolistrik dari Einstein dan teori gerak dari …
Super Digital Man
Di masa depan, bisa lahir manusia yang lebih kuat dari Superman yaitu Super Digital Man. Atau, kita singkat jadi Super Diman. Superman memang kuat dengan kekuatan super. Seperti kita tahu, Superman bisa kalah oleh manusia biasa. Kita bisa mempelajari sisi lemah Superman, untuk kemudian, meng-eksploitasinya. Apalagi, jika manusia biasa itu adalah Batman yang didukung dana, …
Filsafat Telah Wafat
Hawking menyatakan, pada tahun 2010, bahwa filsafat telah wafat dalam bukunya “Grand Design.” Kemudian, Hawking mengulang lagi pada konferensi di tahun 2011. “Traditionally these are questions for philosophy, but philosophy is dead.” (Hawking) Ketika saya membaca pernyataan Hawking, waktu itu, saya merasa biasa-biasa saja. Saya berpikir bahwa Hawking adalah seorang saintis. Sehingga, wajar baginya berpandangan …
History of Philosophy: Perspektif Dinamis
Akhir dari sejarah ada tiga. Pertama, Fukuyama (1952 – ) menyatakan akhir dari sejarah adalah demokrasi kapitalis. Pada tahun 1990an, tembok Berlin runtuh, dan Uni Soviet juga sudah runtuh. Maka, secara efektif, komunisme sudah hancur di bumi ini. Sehingga, hanya ada satu tatanan sejarah dunia: demokrasi-kapitalis. Tampaknya, Fukuyama sudah menganggap tiada tatanan monarki, teokrasi, dan …
Lanjutkan membaca “History of Philosophy: Perspektif Dinamis”
KAJIFI: KAJIan FILSAFAT MEMATIKANMU
Aksiologi: Filsafat Mematikan Anda Mengkaji filsafat menjadikan Anda mati. Mati dari kehidupan sehari-hari. Untuk berbalik menghidupkan hari demi hari. Anda hidup dengan pertanyaan. Sejak lahir, bayi, Anda selalu bertanya tentang apa saja. Anda terlahir sebagai filsuf. Dan, mati sebagai filsuf. Serta, menjalani hidup sebagai filsuf. Mati sebelum mati. Ontologi: Ada-ada Saja Epistemologi: Anda Tahu bahwa …
Realitas Kebenaran Sejati Terbukti
Apa realitas kebenaran sejati? Tuhan adalah kebenaran sejati. Begitu, kira-kira, jawaban dari perspektif agama. Sementara, orang-orang yang materialis, orang yang memandang realitas adalah materi, maka realitas kebenaran sejati adalah partikel-partikel fundamental pembentuk materi alam raya. Benarkah begitu? Masih ada banyak alternatif jawaban. Realitas sejati hanyalah ilusi. Di dunia ini tidak ada apa-apa. Yang tampak di …
Bukti Nyata Tuhan ADA
Membuktikan bahwa Tuhan ada adalah tugas paling mudah dan, di saat yang sama, paling sulit. Paling mudah karena bukti Tuhan sudah ada secara apriori, secara fitri, dalam setiap diri manusia. Sehingga, sejatinya, setiap manusia punya keyakinan akan eksistensi Tuhan. Kita, sebagai orang tua misalnya, cukup mengatakan bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta maka anak kita …
Critical Philosophy: Berpikir Kritis Produktif
Immanuel Kant (1720 – 1804) menulis trilogi kritik dengan sukses luar biasa. Saya ingin membuat catatan tentang trilogi kritik itu. Untungnya, Deleuze (1920 – 1995) sudah membuatkan catatan itu untuk kita. Berpikir kritis tentu berbeda dengan berpikir praktis. Jika dengan berpikir praktis kita berharap mendapat hasil terbaik dari suatu “pemikiran” maka berpikir kritis, justru, kita …
Lanjutkan membaca “Critical Philosophy: Berpikir Kritis Produktif”
Bagian 2: Ontologi Cinta dan Cantik
Bagian 2 ini hanya terdiri dari 3 bab. Namun, tiap-tiap bab secara lebih mendalam membahas masing-masing tema dengan tajam. Bab “14. Batas-batas” merupakan batas sekaligus penghubung antara epistemologi cinta dengan ontologi cinta. Kita bertanya di manakah batas-batas dari kajian filsafat. Russell berargumen bahwa batas dari filsafat adalah sains. Maksudnya, ketika sains membahas suatu masalah secara …
