Mendikbud Nadiem Perlu (Tidak) Mengubah Kurikulum

Ganti menteri maka ganti kurikulum. Orang-orang sering berkelakar begitu. Apakah mendikbud Nadiem juga perlu mengubah kurikulum yang berlaku 2019 ini?

Bila kita meninjau kurikulum yang berlaku saat ini adalah dibuat pada tahun 2013. Baru 6 tahun yang lalu. Dari sisi waktu kurikulum baru berumur 6 tahun maka tidak perlu diubah, tidak perlu membuat kurikulum baru. Bahkan kurikulum 2013 juga sudah direvisi beberapa kali mengikuti perubahan jaman.

Namun bila kita mengamati kurikulum saat ini dari sisi konten maka kita menemukan banyak hal yang perlu pembaharuan. Tahun 2013 teknologi digital belum berkembang seperti saat ini. Barangkali kita perlu kurikulum yang mengajarkan “cerdas digital”. Siswa perlu mendapat pendampingan bagaimana menyikapi internet yang selalu ada di mana saja.

Melek data atau literasi data tentu harus menjadi perhatian setiap pendidik. Bagaimana para siswa bisa menjaga diri dari berita hoax? Bagaimana siswa tidak jadi korban hoax? Bagaimana agar siswa tidak menciptakan hoax? Dan lain-lain. Dari sisi positif siswa juga perlu mahir bagaimana menggunakan data dan media digital untuk belajar? Bagaimana siswa memanfaatkan internet untuk meraih prestasi? Bagaimana siswa memanfaatkan media digital untuk berbagi?

Kesimpulannya: perlukah mendikbud Nadiem mengubah kurikulum?

  1. Sebaiknya TIDAK mengubah kurikulum yang berlaku untuk menghindari kompleksitas yang tidak perlu. Sehingga mendikbud bisa lebih fokus memperbaiki pendidikan Indonesia.
  2. Karena kurikulum 2013 tidak mengakomodasi perkembangan digital yang begitu pesat di tahun 2019 maka kiranya cukup dilakukan revisi substansial. Rekomendasi saya adalah menyusun beberapa paket pilihan dari kurikulum 2013 sehingga sekolah dapat memilih paket yang paling sesuai dengan situasi sekolah dan sekitarnya. Paket paling penting adalah paket kurikulum dalam bentuk paling sederhana agar siswa masih punya waktu untuk berkreasi.
  3. Bila perlu menambahkan pelajaran baru misal “pendidikan literasi data” maka bisa langsung disisipkan tanpa harus mengubah kurikulum. Kita pernah mengalami penyisipan pelajaran semacam ini tahun 80an berupa PSPB: Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Semoga pendidikan Indonesia makin maju. Bagaimana menurut Anda?

Tugas Mendikbud Nadiem yang Luar Biasa

Sudah pasti tugas seorang menteri besar luar biasa. Apalagi menteri pendidikan yang termuda dan berpengalaman melejitkan gojek sampai menjadi decacorn terbesar Indonesia. Besar pula harapan rakyat Indonesia ke menteri kita.

Berikut saya rangkum 3 tugas mendikbud yang luar biasa. Barangkali bisa jadi tugas utama mungkin bukan paling penting, bukan tersulit, bukan pula terhebat. Tapi tugas utama yang luar biasa.

  1. Menjamin setiap warga yang semangat belajar maka sukses. Seperti tugas utopis? Tidak juga. Ini tugas yang sudah dijalankan kementerian saat ini hanya perlu sentuhan digital. Perlu agar setiap warga tahu kesempatan ini sehingga warga dapat memanfaatkan dengan baik.

    Sudah sebagus itukah kondisi pendidikan kita? Ya, memang sudah bagus dan perlu ditingkatkan. Penduduk miskin bisa sekolah dengan gratis dari SD, SMP, SMA. Bahkan sampai kuliah juga tersedia beasiswa bidik misi. Jadi setiap orang bisa sekolah setinggi-tingginya tanpa dihantui mahalnya biaya.

    Bagaimana dengan kelas menengah? Tidak termasuk penduduk miskin tapi masih keberatan bila harus membayar biaya kuliah yang mahal. Pemerintah menyediakan beasiswa prestasi semisal beasiswa unggulan yang terbuka untuk semua kalangan tidak harus mempersyaratkan dari keluarga kurang mampu.

    Ditambah lagi masih banyak beasiswa dari swasta dan LPDP untuk program pasca sarjana.

    Lalu, apa masalahnya? Masalahnya adalah banyak penduduk yang tidak tahu informasi tentang beasiswa ini dan tidak tahu bagaimana cara memperoleh beasiswa tersebut.

    Tugas mendikbud adalah mensosialisasikan sedemikian hingga setiap warga jadi tahu bahwa tersedia program beasiswa yang berlimpah untuk semua. Warga hanya perlu gigih, semangat, dan disiplin mengikuti pendidikan maka biaya sudah terjamin. Dengan pengalaman Pak Menteri yang berhasil mengantarkan gojek sebagai start up nasional bahkan internasional tampaknya tugas ini tidak terlalu sulit. Tentu media digital akan berperan besar dalam tugas ini – sesuai harapan kita.

  2. Mendorong warga yang malas belajar mau belajar. Banyak yang mengatakan bahwa siswa-siswa kita malas belajar. Apa lagi orang dewasa: buat apa belajar?

    Di sini memang tidak mudah memotivasi orang malas menjadi semangat. Tetapi malas bisa saja disebabkan oleh kondisi yang tidak menguntungkan – tidak ada kesempatan, tidak ada media yang tepat, tidak ada fasilitas memadai, tidak ada metodologi yang menarik, dan lainnya.

    Pengalaman saya mengajar matematika menunjukkan bahwa orang yang malas bisa berubah menjadi semangat belajar bila menemukan metode yang menarik misal metode belajar matematika apiq yang asyik. Saya mengembangkan metode matematika yang mudah, mengagetkan, dan memunculkan rasa penasaran.

    Metode apiq yang asyik ini saya kemas dalam bentuk ragam trik dan game matematika. Terbukti berhasil mengubah yang malas belajar menjadi semangat belajar, mengantar yang rajin belajar menjadi berprestasi.

    Dengan pengalaman Pak Menteri di bisnis digital gojek saya yakin Pak Menteri akan berhasil menciptakan beragam terobosan untuk mendorong masyarakat semangat belajar. Lagi-lagi media digital akan berperan besar di sini.

    Kita bisa berasumsi bahwa semangat belajar masyarakat bisa naik turun. Maka tugas mendikbud memotivasi warga adalah tugas terus menerus tanpa henti.

  3. Menjamin kesejahteraan yang berprestasi. Ujung-ujungnya adalah urusan uang. Setelah semua berjuang bagaimana kesejahteraan seluruh aparat dan tenaga pendidikan?

    Teknologi digital akan berperan lebih penting lagi di sini. Kita dengan mudah merekam jejak digital. Siapa orang yang berprestasi maka dapat reward yang tinggi dalam kesejahteraan. Mereka yang tidak berprestasi maka disiapkan program-program pengembangan.

    Teknologi digital memungkinkan sistem merekam prestasi seseorang secara otomatis (log system) tanpa harus orang tersebut membuat laporan. Mudah tanpa beban administrasi. Big data ( data sains) memudahkan pak Menteri untuk menilai prestasi dari seluruh anggota secara adil. Dan kabar baiknya, menteri kita sangat berpengalaman dalam hal ini.

Bagaimana menurut Anda?

Harapan Baru ke Mendikbud Termuda: Nadiem Makarim

Besar harapan kita bahwa pendidikan nasional segera maju. Apakah mendikbud yang baru akan berhasil memajukan pendidikan nasional? Latar belakang Pak Menteri menjadi sorotan yang sangat menarik: bos Gojek yang sukses luar biasa di bidang bisnis digital.

Nadiem Makarim resmi menjadi mendikbud periode 2019 – 2024 sekaligus menjadi menteri termuda sepanjang masa. Barangkali dengan mendikbud generasi digital kita berharap bisa memajukan pendidikan berbasis teknologi digital.

  1. Pemerataan pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan adalah yang terbesar di negeri ini. Masyarakat di daerah terpencil sulit mendapatkan pendidikan bahkan untuk tingkat dasar sekalipun. Pengalaman Pak Menteri di dunia digital akan mampu melakukan pemerataan pendidikan ke seluruh penjuru dengan memanfaatkan teknologi digital.

    Masih terdapat beberapa kendala untuk pemerataan pendidikan ini di antaranya adalah infrastruktur digital tidak tersedia di beberapa pedalaman negeri ini. Namun dengan pendekatan “kolaborasi” oleh Pak Menteri kendala ini bisa diatasi. Pembangunan infrastruktur digital di daerah bisa saja menguntungkan secara ekonomi yang sekaligus memajukan pendidikan.

    https://www.slideshare.net/agusyes/edutuber-nasional-proposal-detil-workshop-3-hari
  2. Peningkatan kualitas pendidikan. Lagi-lagi teknologi digital menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya sendiri aktif meningkatkan kualitas pendidikan melalui media digital: edutuber nasional. Terbukti para siswa berhasil meningkatkan kualitas pendidikan melalui youtube saya. Guru-guru memanfaatkan youtube saya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

    https://www.slideshare.net/agusyes/myapiq-bimbel-online-edukasi-40-gratis

    Mendikbud kita tentu punya banyak cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Untuk kemudian pendidikan yang berkualitas kita sebarkan ke seluruh penjuru negeri.

  3. Pendidikan sejati. Tidak hanya masalah kurikulum tercapai. Pendidikan nasional memiliki tugas membangun manusia sejati. Misalnya membentuk generasi muda yang memiliki karakter pembelajar. Penasaran akan ilmu baru, mengembangkan kreativitas, jujur terhadap ilmu dan lain sebagainya.

    Untuk pendidikan sejati, saya kira medikbud memiliki tim yang kompeten untuk menangani ini. Pak Menteri dapat memimpin langsung membangun negeri dengan pendidikan sejati.

Semoga Indonesia makin maju. Bagaimana menurut Anda?

Sekarang Saatnya Kita Sukses, Indonesia Maju

Betul, sekarang saatnya kamu sukses. Dan saatnya Indonesia maju. Itu sudah pasti. Hanya menunggu langkahmu. Ayo…!

Terlalu optimis!? Barangkali benar tapi kita memang di saat terbaik untuk sukses dan membangun Indonesia menjadi negara maju.

A. Saat ini siapa pun bisa jadi sukses. Baik melalui usaha sektor riil bahkan melalui bisnis digital. Khususnya untuk bisnis digital sekarang terbuka lebar untuk sukses: siapa pun kamu, apa pun pendidikan kamu, apa pun latar belakang kamu, kamu bisa sukses.

Setiap kita bisa sukses dengan bergabung bisnis digital semisal bukalapak, tokopedia, shopee, lazada, gojek, dan lain sebagainya. Saya sendiri mencoba ikut meramaikan wirausaha digital dengan inisiatif program edutuber nasional. Silakan bergabung…!

B) Saat ini siapa pun bisa sekolah setinggi-tingginya. Pendidikan adalah modal penting untuk kemajuan suatu bangsa. Kita beruntung saat ini terbuka beragam program beasiswa sehingga siapa pun bisa menyelesaikan sekolah sampai program doktoral tanpa kesulitan biaya. Tentu ada syarat-syarat tertentu untuk dapat meraih beasiswa.

Misal pemerintah meluncurkan beasiswa bidik misi yang terbuka untuk setiap siswa dari kalangan ekonomi lemah dapat menyelesaikan kuliah di seluruh universitas idaman. Untuk tingkat SD SMP SMA juga sudah tersedia keringanan biaya bahkan sampai gratis. Maka setiap anak yang berniat memperbaiki diri dengan menempuh pendidikan maka sudah terbuka jalan lebar.

Bahkan bagi siswa yang tidak tergolong dari kalangan ekonomi lemah, pemerintah juga menyediakan beasiswa unggulan. Memang beasiswa unggulan mensyaratkan siswa untuk meraih prestasi tertentu. Terbuka untuk semua golongan ekonomi: lemah, menengah, bahkan sampai tinggi.

Dari sisi materi pendidikan saat ini juga sudah tersebar luas materi ajar yang bisa kita akses kapan saja di mana saja. Saya sendiri berbagi materi ajar matematika kreatif melalui canel youtube.com/pamanapiq dan apk bit.ly/myapiq .

C) Tetapi kondisi negeri ini masih dilanda korupsi. Benar adanya bahwa negara kita tidak ideal karena terjadi korupsi di berbagai bidang. Namun era reformasi ini kita berkomitmen untuk membersihkan negeri dari korupsi. Semoga negeri tercinta segera terbebas dari korupsi.

Meski kondisi korupsi masih menghalangi namun kita tetap bisa membuka masa depan dengan cara-cara bermartabat. Generasi kita bisa mengukir prestasi masa depan dengan penuh keyakinan.

Mari kita bangun Indonesia…!

Bagaimana menurut Anda?

Cara Kaya Wirausaha: Kamu Bisa

Ingin kaya? Pakai tanya segala! Setiap orang pasti mau kaya. Tapi bagaimana caranya?

Wirausaha mengantar kamu jadi kaya. Tetapi tidak mudah sukses sebagai pengusaha. Meski susah untuk sukses jadi pengusaha, hal itu tetap layak kita perjuangkan.

Sebuah negara yang maju memiliki pengusaha lebih dari 14% total penduduk. Sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 3% sebagai pengusaha. Yang artinya kita perlu 11% tambahan pengusaha setara sekitar 30 juta jiwa. Wow… terbuka peluang besar!

Sukses Anda sebagai pengusaha bukan hanya untuk Anda tetapi sekaligus sukses pengusaha adalah telah ikut membangun negara. Semangat wahai pengusaha muda Indonesia.

Saya ketemu dengan salah satu bos Gojek yang cerita tentang bagaimana awal mulai membangun Gojek sampai sukses menjadi unicorn dan decacorn. Waktu itu, tahun 2010, Nadiem – bos Gojek – suka bepergian menggunakan ojek karena macetnya Jakarta yang luar biasa. Tapi masalah muncul: ojek sering tidak ada saat dibutuhkan. Harus jalan jauh untuk mendapatkan sopir ojek.

Masalah lebih parah muncul dengan ojek – harga atau biaya ojek tidak bisa ditebak. Yang tahu biaya ojek hanya sopir dan tuhan saja katanya.

Dari masalah ojek itu Nadiem lalu membangun solusi berupa aplikasi “Gojek”. Singkat cerita Gojek jadi sukses seperti kita tahu saat ini. Mengantar Nadiem dan kawan-kawan sebagai pengusaha sukses Indonesia. Membuka ribuan lapangan kerja sopir gojek. Dan membuka ribuan lapangan kerja produktif melalui gofood. Pengusaha telah ikut membangun negeri.

Apakah Anda punya masalah? Maka itu adalah peluang jadi pengusaha.

Bagaimana menurut Anda?

Usia Berapa Anak Mandiri Finansial?

Makin tinggi sekolah makin mahal biayanya. Kapan anak bisa mandiri? Jawabnya: sejak SD juga bisa mandiri finansial.

Anak-anak saya sejak SD sudah berlatih dagang. Mulai dari dagang mainan edukasi sampai jualan jajan. Tentu saja sambil main-main dan lucu.

Kartu angka adalah mainan yang asyik dan mudah dijual oleh anak-anak saya. Bahkan mereka bisa memproduksi kartu angka sendiri. Memainkan sulap sendiri. Dan memperoleh untung sendiri.

Ketika sebagian anak saya kini mulai kuliah maka sumber penghasilan beragam: mengajar math, english, sains, dagang makanan, fashion, sepatu, dan yang pasti adalah … youtuber!

Sekali lagi, mereka menghasilkan uang dengan cara yang menyenangkan bagi mereka. Tidak ada paksaan dalam berusaha.

Bagaimana menurut Anda?

Bisa Tertawa dengan Matematika!?

Tertawa bahagia karena matematika benar-benar luar biasa! Apakah bisa? Tentu bisa!

Saya sering menyampaikan matematika penuh tawa. Ceria, gembira, dan bahagia bersama matematika. Bagaimana caranya?

Matematika punya misi untuk memudahkan manusia. Mudah pusing, mudah capek, mudah bosan. Tentu memudahkan hidup manusia. Dengan matematika kita dapat menghitung dengan mudah. Menyelesaikan masalah dengan mudah. Dan merencanakan banyak hal dengan mudah.

Sayangnya hari ini banyak orang mengalami kesulitan dengan matematika. Begitu saya tunjukkan matematika itu mudah. Anak-anak jadi semangat. Mata berbinar-binar. Dan kangen berpetualang dengan matematika.

“Tolong sebutkan tiga angka acak,” kata Paman APiQ.
” 384,” jawab Geo.
” 735,” jawab Meti.
” 615,” kata Paman APiQ,” dan jumlahkan semua!”

Hasilnya adalah yang tengah, punya Meti, dikurangi 1 yaitu 735 – 1 = 734 tapi angka 1 jangan dibuang taruhlah di depan.
Hasilnya = 1 734.

Hanya semudah itu? Anak-anak heran. Mereka semangat menghitung. Mencoba dengan angka-angka lain sambil tertawa gembira bersama matematika.

Bagaimana menurut Anda?

Rahasia Hidup Bahagia sampai Tua: Mainkan Game ini

Apa yang mebuat orang bahagia? Banyak uang. Bukan! Sukses kaya raya. Bukan! Sehat plus passive income melimpah. Bukan!

Yang menjadikan tiap orang bahagia adalah bersyukur! Ah… jawaban jadul oleh orang-orang gagal. Mereka hanya berkilah mengatakan bersyukur. Nyatanya hanya menghibur diri sendiri agar bahagia semu.

Tidak!

Saya pastikan bahwa rasa syukur adalah kunci bahagia sampai tua bahkan kunci bahagia dari kapan pun sampai kapan pun. Tapi hanya syukur sejati yang bisa menjadikan manusia bahagia sejati pula. Syukur palsu hanya akan menipu.

“Cara hidup bahagia adalah dengan membahagiakan orang lain,” kata Profesor saya waktu itu. Saya setuju. Membahagiakan orang lain adalah bentuk syukur kita paling sejati.

Tetapi makin tua kita maka makin renta badan kita. Apakah kita tetap bisa bersyukur untuk meraih bahagia? Jawabannya adalah: mainkan game ini. Game yang membuat kita tertantang untuk membahagiakan orang lain dengan kontribusi nyata. Masing-masing orang barangkali akan memainkan game yang berbeda-beda. Saya sendiri mengembangkan beberapa game. (Berikut ini sebagiannya.)

1) Game digital dan natural. Saya memainkan kedua game beriringan. Game natural, saya mengajarkan matematika kepada siswa dengan tatap muka langsung. Saya mengembangkan beragam metode agar siswa tertawa bahagia bersama matematika. Mengajar matematika adalah game natural bagi saya yang menantang untuk menggunakan beragam cara membahagiakan generasi muda.

2) Saya memainkan game digital dengan mengajar matematika melalui youtube. Game ini memiliki misi membahagiakan subscriber dengan matematika asyik. Saya berencana memainkan game digital dan natural ini sampai tua selama masih ada waktu di dunia.

3) Main game bersama anak-anak milenial. Tentu seru sekali bagi generasi tua dapat bermain bersama anak-anak muda. Kita memang bisa. Saya mecoba berkolaborasi dengan beberapa anak muda dengan memainkan apk “myapiq”. Saya mencoba mengimbangi anak-anak milenial berkarya di dunia nyata – tentu saja saya tetap tua. Di situasi seperti itu saya menyerap energi jiwa muda mereka.

4. Bermain dengan lintas generasi. Saat ini saya sedang memainkan game, sebagai nubie, edutuber nasional. Sebuah tantangan bagi saya untuk menciptakan entreprenuer bidang edukasi dengan bantuan media digital yang makin berlimpah dan mudah.

5. Mainkan game olah raga ringan. Saya suka olah raga badminton: seru, santai, dan penuh canda. Olah raga renang tampaknya juga menyenangkan.

Saya yakin masing-masing dari kita dapat memainkan game kreasi kita sendiri. Game yang memacu adrenalin kita sambil berharap memercikkan rasa bahagia kepada sesama.

Game apa yang akan Anda mainkan?

Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Kutukan

Kabar gembira bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi dalam waktu yang menguntungkan. Tetapi bonus ini malah bisa jadi petaka bahkan kutukan bila kita tidak menangani dengan baik.

“Beberapa lembaga dunia yang kredibel seperti Mckinsey Global Institut memprediksi, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi keempat dunia, bila bonus demografi sukses.”

Kita perlu optimis untuk mengelola bonus demografi dengan baik dan memandang ancaman bonus sebagai sebuah peringatan. Banyak solusi untuk mengelola bonus demografi dan kita perlu menyikapi dengan arif. Berikut ini adalah beberapa ide dari saya.

  1. Menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar agar bisa menyerap angkatan kerja dari bonus demografi.
  2. Membuka lapangan kerja akan gagal bila mengandalkan persaingan keterampilan angakatan kerja (tenaga kerja baru – sang pelamar). Meski angkatan kerja terampil tetap saja kompetisi akan terbatas sehingga tetap banyak penganggur.
  3. Mengembangkan wirausaha baru adalah andalan di samping lapangan kerja konvensional. Wirausaha digital mulai jadi pilihan generasi milenial.
  4. Wirausaha digital sudah makin matang memajukan Indonesia. Misal go food telah membuka ratusan atau ribuan wirausaha baru dengan membuka restoran atau rumah makan. Marketplace lain juga berpeluang mendukung wirausaha digital.
  5. Edutuber nasional merupakan program yang saya inisiasi untuk menciptakan wirausaha digital berbasis youtube – atau platform baru – bidang edukasi dengan dukungan pengalaman pribadi saya lebih dari 10 tahun sebagai youtuber.

Bila kita fokus pada pengangguran Indonesia sekitar 7 juta jiwa saat ini maka kita perlu menciptakan setidaknya 7 juta lapangan kerja – angka yang tidak kecil. Jelas kita tidak bisa hanya mengandalkan lapangan kerja konvesional untuk angka 7 juta. Maka wirausaha adalah harapan kita. Yang lebih optimis kita juga bisa mengembangkan wirausaha digital lebih mudah di masa kini. Termasuk saya optimis program edutuber nasional berperan positif memanfaatkan bonus demografi untuk kemajuan Indonesia.

Apakah wirausaha digital akan tumbuh secara natural? Tidak ada kepastian. Kita butuh fokus dan strategi khusus untuk mengembangkan wirausaha digital.

Misal marketplace akan lebih mudah benar-benar menjadi market barang impor dengan pembeli penduduk Indonesia. Cara ini lebih menguntungkan bagi marketplace dan penjual. Bandingkan jika marketplace harus membina penjualnya untuk jadi wirausaha. Tetapi kita tahu mengandalkan impor belaka bukan hal yang bagus secara nasional.

Demikian juga kasus youtuber. Bila dibiarkan jalan secara natural barangkali youtuber kita hanya akan jadi youtuber lokal yang ditonton oleh orang Indonesia saja. Pada posisi ini kita akan kehilangan 45% devisa dan hanya mengamankan 55% saja sebagai bagi hasil untuk youtuber. Maka kita perlu program khusus semacam edutuber nasional yang menciptakan lapangan kerja real bagi rakyat, mengamankan 55% devisa, dan menarik devisa baru dari luar negeri.

Bagaimana menurut Anda?

Edutuber Nasional: Mencetak Pengusaha Bermula Edukasi

Indonesia bermimpi menjadi negara maju, adil, dan makmur. Penduduk Indonesia berharap hidup bahagia dengan layak. Untuk mencapainya kita memerlukan lebih banyak pengusaha – bukan hanya karyawan.

Edutuber nasional program inisiasi untuk mencetak pengusaha yang cerdas, tahan banting, dan produktif. Hal ini tentu saja sejalan dengan program pemerintah.

“Setelah berbincang dengan anggota HIPMI se-Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4/2018), Presiden mengatakan, rata-rata 14 persen penduduk negara maju merupakan entrepreneur. Hampir di setiap negara maju, standardnya itu memiliki (penduduk) entrepreneur di atas 14 persen. Sementara di kita, angkanya masih 3,1 persen. Artinya perlu percepatan,’ ujar Presiden, Kamis.”

Mengacu pada pidato presiden maka Indonesia perlu tambahan sekitar 11% penduduk untuk menjadi pengusaha. Bila total pendudukan Indonesia 250 juta maka kita perlu sekitar 27 juta pengusaha baru.

Tentu saja tercipta 27 juta pengusaha menjadi solusi banyak hal. Misal pengangguran Indonesia sekitar 7 juta orang maka semua akan dapat kerja bahkan masih ada lowongan kerja 20 juta lagi.

Edutuber nasional berperan mencetak pengusaha dimulai dari bidang edukasi dan merambah ke bidang lain lebih luas. Edutuber nasional memiliki kemampuan berkembang dalam jangka pendek melalui usaha jasa sektor riil dan jangka panjang melalui usaha bidang digital. Dan kabar baiknya semua orang yang sudah lulus SMA sederajat dapat bergabung dalam program edutuber nasional.

Majulah Indonesia!

Bagaimana menurut Anda?