Kita bisa membedakan filsafat menjadi dua: mengutamakan metafisika atau mengutamakan moral. Filsafat Barat, misal Yunani Kuno – Aristoteles, Plato, dan Socrates – tampak lebih mengutamakan metafisika. Sementara filsafat Timur lebih dominan mengutamakan moral semisal Gautama, Konghucu, Empu Gandring, dan para Nabi. Moral dan metafisika, pada akhirnya, bertemu juga. Timur dan Barat sama-sama alam semesta. Mereka …
Category Archives: Tak Berkategori
Bagian 1: Epistemologi Cinta
Di bagian ini, kita akan menyelidiki apa itu cinta sejati. Epistemologi cinta adalah pendekatan filosofis untuk mengetahui, memahami, dan memaknai cinta. Untuk mengetahui cinta dengan lebih mudah, kita perlu, lebih awal mengetahui apa itu cantik. Tampaknya, cantik lebih jelas di depan mata. Maka di bagian ini, juga, kita akan membahas epistemologi cantik. Penyelidikan lebih lanjut, …
Ekonomi Cinta
Setiap sisi kehidupan manusia adalah cinta. Setiap butir debu adalah debu cinta. Setiap hembusan nafas adalah nafas cinta. Ekonomi adalah ekonomi cinta. Saya memberi uang kepada Rara yang cantik adalah ungkapan cinta. Saya mengasuh Rara sejak bayi adalah manifestasi cinta. Saya cinta Rara adalah ungkapan cinta. Rara telah menyemai cinta di hatiku bahkan ketika dia …
The Death of God other than God: Nietzsche Philosophy
Anakku bertanya tentang Nietzsche. Lalu aku jawab, “Dia adalah pemikir jenius yang sulit dipahami tapi mudah disalahpahami.” Saya setuju dengan Iqbal (1877 – 1938) yang menempatkan Nietzsche sebagai pemikir tingkat tinggi. Iqbal mengetahui itu dari pembimbingnya yaitu Rumi. “This is the German genius whose place is between these two worlds…his words are fearless, his thoughts …
Lanjutkan membaca “The Death of God other than God: Nietzsche Philosophy”
Materialisasi Cinta dan Kecantikan
Cinta itu indah. Cinta itu suci. Cinta itu putih. Membahagiakan setiap orang. Membahagiakan kehidupan sekitar. Dan membahagiakan alam semesta. Cinta adalah segalanya. Di sisi lain, cinta bisa saja berlumur dusta. Bahagia menjadi derita. Cinta hanya di bibir saja. Cinta bukan lagi cinta. Karenanya, jadi sumber bencana. 1. Nafsu Cinta2. Warna Cinta2.1 Putih2.2 Hitam2.3 Merah2.4 Kuning3. …
Hermeneutics Philosophy: Pecahnya Persatuan
Hermeneutika adalah disiplin filsafat paling canggih di abad 21 ini. Ketika beriring dengan filsafat analitik maka dunia filsafat nyaris meraih titik puncak kematangan. Harapan seperti itu bisa musnah karena yang terjadi bisa sebaliknya. Hermeneutik, yang seharusnya, bisa menyatukan beragam perbedaan justru, bisa ironis, memecah-belah segala yang sudah bersatu. Bagaimana pun, hermeneutika adalah madzhab filsafat yang …
Lanjutkan membaca “Hermeneutics Philosophy: Pecahnya Persatuan”
Political Philosophy: Indonesia Cermin Dunia
Setiap kehidupan bersifat politis. Memperebutkan kekuasaan. Mempraktekkan kekuasaan. Membatasi kekuasaan. Dan mengendalikan kekuasaan. Setiap kehidupan adalah filosofis. Setiap sisi punya fondasi. Setiap saat ada hasrat. Setiap tempat perlu kiblat. Setiap manusia adalah alat dan tujuan itu sendiri. Setiap kerhidupan adalah cinta. Bahkan kematian adalah cinta. Hidup untuk cinta. Mati untuk cinta. Politik untuk cinta. Filsafat …
Lanjutkan membaca “Political Philosophy: Indonesia Cermin Dunia”
Presiden 3 Periode dan Amandemen UUD
Amandemen UUD 1945 menunjukkan dinamika dalam sistem pemerintahan Indonesia. Dinamika seperti itu, wajar, kita pandang sebagai kemajuan positif. Setelah reformasi, amandemen terbaik, menurut beberapa kalangan, adalah pembatasan masa jabatan presiden dan wakil menjadi hanya 10 tahun atau 2 periode. Tahun 2021, muncul ide kembali untuk amandemen UUD 45. Sejatinya, wajar saja. Menjadi lebih heboh lantaran …
Philosophy of Science: Paradox Filsafat Ilmu
Saat ini, ilmu pengetahuan makin maju, manusia makin makmur. Sementara, penderitaan ada di mana-mana. Teknologi makin menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Manusia makin terjebak dalam sengsara. Ceramah agama bisa online kapan saja. Krisis moral tidak tampak mereda. Teknologi kedokteran makin canggih. Pandemi covid datang, tak ada yang sanggup menghadang. Paradox filsafat ilmu. Makin maju, makin …
Lanjutkan membaca “Philosophy of Science: Paradox Filsafat Ilmu”
Philosophy of Mathematics: Mengapa Belajar Matematika?
Pertanyaan sering muncul ke kita: mengapa belajar matematika? Yang lebih penting, justru, pertanyaan sebaliknya: mengapa tidak belajar matematika? Motivasi untuk belajar matematika sudah jelas: sukses pendidikan, sukses ekonomi, sukses kehidupan, dan lain-lain. Tetapi, memilih untuk tidak belajar matematika harus punya alasan yang jelas dan kuat. Salah memilih alasan, untuk tidak belajar matematika, bisa mengakibatkan kerugian …
Lanjutkan membaca “Philosophy of Mathematics: Mengapa Belajar Matematika?”
