Misteri Free Will vs Determinisme

Apakah manusia punya kebebasan memilih? Bebas berkehendak. Bisa menginginkan apa saja. Jika jawabannya positif, benar, maka kita menganut kebebasan berkehendak atau free will. Akibatnya, manusia harus semangat menentukan jalan hidupnya sendiri. Manusia bertanggung jawab atas sukses masa depan. Manusia perlu terus menciptakan kemajuan demi kemajuan. Pandangan seperti ini telah banyak mendorong kemajuan ekonomi, pengetahuan, teknologi […]

Kertas Kosong Vs Omnibus Law

Beredar kabar tentang kerta kosong omnibus law atau UU Ciptaker. Orang-orang berpikir yang disahkan DPR, dan pemerintah, itu adalah kertas kosong. Meski berisi 900 halaman tetapi kosong semua. Dari sudut pandang posmodern tidak ada yang salah dengan pikiran di atas. Begitulah jaman posmo. Semua serba bebas. Tidak ada lagi metanarasi. Yang ada hanya mikrologi. Yaitu […]

Quantum TaQdir

Menyingkap Misteri Sukses Manusia Abadi Taqdir: Sukses dengan mudah dan bahagia Taqdir buruk: Manusia mengingkari taqdir Menemukan Taqdir pribadi Jebakan Milenial Digital Menyongsong Disrupsi Eksponensial Misteri Free Will vs Determinisme Manusia punya kehendak bebas: filsafat Manusia tunduk kehendak Tuhan: agama Manusia punya kehendak bebas: seni Manusia tunduk hukum alam: saintis Manusia kehendak bebas lagi: quantum […]

Omnibus Law Hanya Akibat

Omnibus Law atau UU Ciptaker sekedar akibat saja. Kita perlu merunut lebih jelas akar penyebabnya. Dan tentu saja konsekuensi-konsekuensi ke depannya. Yang dikhawatirkan bisa berdampak negatif. Di sisi lain banyak yang optimis bahwa dampaknya pasti positif. Menelusuri sebab akibat bukanlah tugas yang mudah. Bahkan mustahil untuk mendapatkan hasil yang sempurna. “Jadi, UU cipta kerja bertujuan […]

Jokowi Vs Hoax Omnibus Law

Presiden Jokowi menyatakan demo menentang omnibus law terkait adanya hoax. Siapa yang menciptakan hoax? Siapa yang termakan hoax? Siapa yang memakan hoax? Siapa pun kita sedang diserang hoax, terjebak dalam simulacra, meminjam istilah Budrillard sang tokoh posmodern. Kebiasaan orang yang copas dari copas dari copas… … … dari copas sulit membedakan mana yang asli dan […]

Omnibus Law vs Simulacra: Demo Besar

Demo besar-besaran menolak omnibus law UU Cipta Kerja makin membara. Perusakan halte, stasiun, dan fasilitas umum ada di berbagai kota. Benar saja yang dikatakan Baudrillard, tokoh posmo, manusia berada dalam jebakan simulacra. Tidak jelas lagi mana yang asli, mana yang citra. Tujuannya apa? Tidak ada tujuan. Yang mengesahkan UU adalah membela UU. Yang menolak UU […]

UU Ciptaker vs Demo Posmodern

UU Ciptaker, yang baru disahkan DPR dan pemerintah, akan merusak HAM dan demokrasi. Begitulah sedikit ungkapan Fahri Hamzah yang saya lihat di video media sosial. Bagaimana pemerintah dan DPR bisa sepakat untuk merusak HAM dan demokrasi? Maka wajar saja bila hari ini dikabarkan akan ada demonstrasi besar-besaran menentang UU Ciptaker yang dimotori mahasiswa seluruh Indonesia. […]

UU Ciptaker: Mensejahterakan Rakyat

Kita patut bersyukur bahwa Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan ini bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dan terbukti membuat rakyat Indonesia makin sejahtera. Rakyat yang mana? Pertanyaan yang sulit dijawab! Pengusaha adalah rakyat. Buruh juga rakyat. Anggota dewan, yang mensahkan bersama pemerintah, juga rakyat bahkan merangkap wakil rakyat. Di antara mereka pasti ada yang makin […]

Bangkit dari Reruntuhan Posmo – Simple Philosophy

Posmodern sudah berhasil. Berhasil meruntuhkan bangunan filsafat barat. Berkeping-keping. Dalam kebingungan. Saatnya untuk kembali membangun. Yang lebih baik. Yang lebih kokoh. 1)Makna telah mati Lyotard, tokoh Posmo, dengan meruntuhkan metanarasi dan permainan bahasa tanpa batas, sudah berhasil menjadikan segalanya relatif tanpa arti. Makna sudah mati. Ketika presiden Jokowi menyatakan bahwa penanganan covid 19 di Indonesia […]

Pasti Tidak Pasti – Simple Philosophy

Semiotika adalah ilmu dusta. Pengetahuan yang lengkap dengan filsafatnya untuk berdusta. Dusta ada di mana-mana. Dusta bisa dicopas. Copas dari copas dari copas… dan seterusnya. Dusta bertumpuk dusta jadilah hypersemiotika. Filsuf posmodern gemar mengembangkan semiotika. Derrida dengan destruksi terhadap teks telah mematikan makna. Setiap orang bebas memproduksi makna termasuk dusta. Baudrillard dengan cengkeraman simulacra, simulasi […]