Semua menjadi mudah sekali: menulis buku bersama AI (akal imitasi – artificial intelligence); menulis skripsi bersama AI; menulis puisi bersama AI.
Mengerjakan tugas bersama AI; menyelesaikan PR bersama AI; bekerja bersama AI.

Judul sebuah berita: “CEO Anthropic kembali menyerukan perlambatan AI, sementara Nvidia mendesak percepatan.”
1. Karya Tanpa AI
2. Ragam Karya AI
3. Diskusi
Semua menjadi mudah bersama AI tetapi risikonya sangat tinggi. Mengapa? Manusia sempoyongan mabuk kecanduan AI. Manusia lumpuh kemampuan berpikirnya dampak AI.
1. Karya Tanpa AI
Sebelum tahun 2022, AI masih sulit diakses oleh masyarakat. Sehingga penggunaan AI terbatas hanya pada kalangan tertentu: para peneliti, dosen, programmer, dan beberapa profesional.
Karya pada masa itu, sebelum 2022, terutama mengandalkan pikiran manusia; tentu dengan menggunakan beragam bantuan instrumen. Peran manusia sangat besar dalam menghasilkan karya sehingga kita bisa menyebutnya sebagai karya orisinal manusia.
Tentu saja ada beberapa karya yang tidak orisinal tetapi relatif sedikit. Andai karya itu tidak orisinal tetapi masih merupakan karya oleh manusia hanya saja atribusi siapa yang sebenarnya berkarya bisa disembunyikan.
Era setelah ledakan AI pada tahun 2022 semua menjadi berbeda.
2. Ragam Karya AI
OpenAI menandai revolusi AI pada Oktober 2022 dengan mengenalkan Chatgpt ke masyarakat dengan sukses besar. Sejak itu, AI bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bahasa alami sehari-hari; atau tepatnya, manusia mampu berkomunikasi dengan AI menggunakan bahasa alami sehari-hari. Meksi pemahaman bahasa alami tampak sederhana tetapi, sejatinya, itu adalah revolusi luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia.
Di tahun 2026 ini, AI (akal imitasi – artificial intelligence) sudah berkembang lebih canggih lagi. Kita mengenal nama-nama besar: Chatgpt, Claude, Gemini, Meta, Grok, Deepseek, dan lain-lain. Setiap orang bisa akses AI hanya berbekal hp biasa saja.
Siswa SMA bisa bilang ke AI, “Tolong kerjakan semua PR.” Maka AI mengerjakan semua PR itu. Anggota dewan bisa suruh AI, “Buatkan presentasi kemajuan ekonomi negara ini.” Dalam 2 atau 3 menit, AI menyediakan presentasi kemajuan ekonomi.
Buatkan artikel. Buatkan berita. Buatkan cerpen (cerita pendek). Buatkan skripsi. Buatkan pujian kepada presiden dalam 10 halaman. Buatkan kritik pedas kepada presiden dalam 11 halaman. Anda akan memperoleh hasil itu semua dalam 1 atau 2 menit. Selesai semua urusan.
Kita akan membedakan beragam karya bersama AI menjadi 5 jenis agar lebih mudah untuk analisis.
2,1 Agentic AI
Saat ini sedang gencar dikembangkan agentic AI yang mampu bekerja sendiri secara otonom. Diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan akan ada agentic AI yang mampu menulis puisi sendiri, menulis cerpen sendiri, atau pun menulis disertasi doktoral sendiri.
Apa masalahnya? Tidak ada masalah dalam kasus ini. Masalah muncul adalah bila seorang manusia menklaim, mengaku-aku, karya tulis itu sebagai karya dia. Jadi masalahnya pada manusia? Tepat, masalah utamanya adalah pada manusia meski AI itu sendiri juga bermasalah.
2.2 Prompt Singkat
Prompt singkat atau memberi perintah singkat kepada AI justru paling bermasalah. Mengapa? Karena prompt singkat ini umumnya untuk memperoleh keuntungan tertentu.
“Kerjakan semua PR saya!” perintah siswa kepada AI. Prompt ini menjadi masalah karena yang mengerjakan PR adalah AI tetapi siswa itu mengakui sebagai sudah mengerjakan PR.
“Tuliskan skripsi!” perintah seorang mahasiswa tingkat akhir kepada AI. Sama, kasus ini juga bermasalah.
2.3 Editing
Saya sudah menulis artikel 5 paragraf kemudian saya minta ke AI: “Tolong periksa!”
Lalu AI menunjukkan beberapa salah ketik dari paragraf saya itu. Kemudian saya minta AI memperbaiki semua bagian yang salah ketik itu. Dalam kasus ini tidak ada masalah. Karena AI hanya membantu editing paragraf saya. Semua paragraf itu adalah karya saya.
2.4 Kolaborasi Halus
Kolaborasi bersama AI bisa saja terjadi secara halus.
2.5 Asli AI
Dalam beberapa artikel saya justru menunjukkan beberapa dialog saya dengan AI. Dalam kasus ini tidak masalah. Pembaca menjadi tahu jelas bagian mana tulisan saya dan bagian mana tulisan AI. Kolaborasi yang menunjukkan bagian asli karya AI justru bisa menjadi model baru dalam karya tulis.
3. Diskusi
Bagaimana menurut Anda?
