Epilog 4

Berlanjut ke epilog 4 setelah epilog 3.

1. Bersama AI Memahami Ittisal-Ittihad
2. Nadiem Bebas dari Vonis 10 Tahun
3. Adil Makmur untuk Seluruh Rakyat
4. Mewaspadai AI dan Ketidaksadaran
5. Kesimpulan itu tidak Penting
6. Filsafat Sains Non Ideal
7. Way of Science: Buku Cetak yang Indah
8. Diperkuda Teknologi
9. Buku Cetak Way of Science
10. Hak Veto sebagai Demokrasi Sejati

11. Kompleksitas Gradasi Realitas (KGR)
12. Peduli: Mengubah Masa Lalu
13. Kata yang tak Bisa Dikatakan
14. Beban Teknologi: Aku Bukan Robot
15. Pengakuan Problematis
16. Teologi Sadra Vs Ontologi Heidegger
17. Palantir Pelintir Para Pemikir
18. Kecanduan Mudah Diobati
19. Memahami Nalar Trump
20. Tangan Kanan Presiden Tidak Cukup

21 Indonesia Memimpin AI Dunia
22. Logika Trump di Luar Nalar
23. Obat BBN: Menuju Adil Makmur
24. Telah Terbit Buku Human Renaissance 2.0
25. Rasionalitas Vs Keangkuhan Rasional
26. Human Renaissance 2.0: Telah Terbit
27. Pentingnya Politik Donald Trump
28. Diobati atau Amputasi
29. Revolusi Sunyi Indonesia
30. Tidak Main Catur tapi AI Berenang

31
32.
33.
34.
35.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar